Pelaku Penganiayaan Anak di Labuan Bajo Dibekuk Polisi
digtara.com - FP (41), pelaku penganiayaan berat terhadap seorang anak dibawah umur di wilayah Kecamatan Komodo, Manggarai Barat, NTT diamankan polisi.
Baca Juga:
Polisi mengamankan FP di Kampung Ngawu, Desa Pengka, Kecamatan Welak, kabupaten Manggarai Barat pada Sabtu (31/8/2024) petang.
"Pelaku kami tangkap setelah diburu kurang lebih selama 2×24 jam. Penangkapan itu, berkat informasi dari masyarakat," kata Kapolres Manggarai Barat, AKBP Christian Kadang melalui Kasat Reskrim, AKP Angga Maulana, Minggu (1/9/2024).
FP ditangkap oleh Tim Resmob Komodo Polres Manggarai Barat bersama anggota Polsek Lembor dan dibantu masyarakat setempat.
"Terduga pelaku ditangkap aparat kepolisian bersama masyarakat di salah satu gubuk milik warga di Kampung Ngawu," ungkapnya.
Pelaku menganiaya seorang anak, SBT (10), berasal dari Desa Gorontalo, Kecamatan Komodo.
Kejadian tragis ini terjadi pada Kamis (29/8/2024) sekitar pukul 16.00 Wita saat SBT tengah bermain di teras rumahnya.
Korban merupakan murid kelas 5 di SDK Sta. Familia Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat.
Berdasarkan informasi dari orang tua korban, peristiwa penganiayaan berat tersebut terjadi tak jauh dari rumah korban, hanya berjarak sekitar 2 meter.
Pasca kejadian, SBT langsung dilarikan ke ke Rumah Sakit Siloam Labuan Bajo guna mendapatkan perawatan medis. Korban diketahui menderita luka sabetan senjata tajam.
"Akibat dari kejadian tersebut, korban mengalami luka yang cukup serius di bagian kepala sebelah kiri akibat sabetan senjata tajam jenis parang oleh terduga pelaku," sebut Kasat.
Kini, terduga pelaku penganiaya berat terhadap SBT itu telah diamankan di Mapolres Manggarai Barat.
Penyu Sisik Diamankan Personel Direktorat Polairud Polda NTT
Berkas Perkara P21, Polres Manggarai Barat Segera Limpahkan Tersangka Tenggelamnya KM Putri Sakinah ke Kejaksaan
Pelaku Penganiayaan IRT di Rote Ndao Ditangkap di Kupang
Tiga Mahasiswa di Kupang Diamankan Polisi Pasca Aniaya Rekannya
Gara-gara Uang Rp 5.000 Saat Main Billiard, Warga di Rote Ndao Dianiaya Rekannya