Hilang Lima Hari, Lansia di Kuwus-Manggarai Barat Ditemukan Tim SAR Gabungan
Melihat lokasi hilangnya En'de Anas, ada dugaan si nenek terpeleset ke Sungai Wae Lalong atau hilang di hutan Golo Bilu hingga diduga dibawah roh halus yang biasa masyarakat sebut dengan Karong.
Baca Juga:
- 3 Rekomendasi Smartwatch untuk Lansia dengan Fitur Deteksi Jatuh dan SOS
- Jadi Kehormatan Jalani Misi Kemanusiaan di Flores, Tim Slog Polri Bahagia Layani Warga Korban Gempa
- 25 Tahun Jadi Lembaga Pendidikan Bagi Warga Pulau Kukusan Dalam Kondisi Memprihatinkan, Kapolda NTT Bantu Revitalisasi MI Al-Hidayah
Sebab itu, pencarian ibu satu anak itu awalnya dilakukan di sekitar Desa Compang Suka.
Namun, selama empat hari penyisiran, tidak membuahkan hasil.
Lantaran tak ditemukan, tim SAR gabungan mengubah pola pencarian.
Ada pula regu SAR yang difokuskan mencari di area hutan atau perkebunan penduduk sekitar Desa Compang Suka hingga ke desa tetangga yakni Desa Ranggu.
"Setelah upaya pencarian selama lima hari korban berhasil ditemukan di perkebunan penduduk di Desa Ranggu dalam keadaan lemas," ujar Ipda Arsilinus Lentar.
Kini, Nenek Anastasia Dinul (72) telah kembali berkumpul bersama sanak saudara setelah mendapat tindakan medis di Puskesmas Ranggu.
"Setelah mendapat perawatan, korban sudah diperbolehkan pulang oleh pihak Puskesmas dan langsung kami serahkan kepada pihak keluarga," tandasnya.
3 Rekomendasi Smartwatch untuk Lansia dengan Fitur Deteksi Jatuh dan SOS
Jadi Kehormatan Jalani Misi Kemanusiaan di Flores, Tim Slog Polri Bahagia Layani Warga Korban Gempa
25 Tahun Jadi Lembaga Pendidikan Bagi Warga Pulau Kukusan Dalam Kondisi Memprihatinkan, Kapolda NTT Bantu Revitalisasi MI Al-Hidayah
Baru Bebas dari Penjara, Remaja di Manggarai Barat Kembali Bobol Rumah Warga Untuk Judi Online
Kapolres Manggarai Barat Datangkan Terapis Bantu Pasien Stroke di Tenda Pengungsian