Layanan Psikologi Kampus Belum Optimal
Menurutnya ini menjadi pekerjaan rumah atau PR bagi semua kampus untuk lebih bisa mendeteksi lebih cepat kebutuhan mahasiswa secara psikis dan mencegah risiko kehilangan nyawa.
Baca Juga:
"Kita selalu tipikal memikirkan fisik tapi pelayanan untuk mental jadi nomor ke sekian maka jadi PR lagi untuk kita," ungkap dia.
Pada September sebelumnya seorang siswi SMA di Timor Tengah Utara (TTU) pun nekad mengakhirinya hidup.
Peran dari guru bimbingan konseling atau guru BK dalam layanan konseling lebih bisa dipertegas lagi di seluruh sekolah.
Peran guru BK mungkin punya kemampuan untuk konseling, kata dia, tetapi perlu ada gerakan yang masif lagi.
Menurutnya perlu disesuaikan jam-jam khusus bagi mahasiswa, siswa, maupun juga para pekerja sekedar untuk berbicara lepas dan saling mendengar pengeluhan satu dengan yang lainnya.
Indra menyebut ini seperti kelompok atau komunitas positif yang bertemu dan membangun komunikasi yang tujuannya untuk menumbuhkan empati.
"Haruslah itu dibuat di kantor, di sekolah, nantinya terbiasa agar orang yang tertutup bagaimana pun, begitu satu lingkaran itu sudah berbagi cerita maka dia pun akan bercerita," tukasnya.
Menurutnya masyarakat saat ini memerlukan ruang untuk berbagi pengeluhan dan berbicara mengenai kondisi kerja di kantor atau tekanan atasan, maupun pasangan.
"Seminggu sekali atau sejam untuk berbicara atau berbagi pengeluhan. Luangkan waktu untuk berbicara bersama, bebas tanpa tema, itu pendekatan di Amerika seperti itu," tambah Wakil Dekan I Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Undana ini.
Beri Pembinaan Bagi Personel Polairud Polda NTT, Kapolda Hadirkan Energi Positif Terapi USEFT
Gagal Ujian Psikologi, Casis Bintara Polri Diberi Motivasi Oleh Karo SDM Polda NTT
Ujian Psikologi Bintara Polri di Polda NTT Selesai, Tersisa 1.279 Peserta
Haji 2026, Kota Semarang Siap Berangkatkan 1.747 Jemaah, Termuda 15 Tahun dan Tertua 86 Tahun
Keluarga Siswa Korban Bunuh Diri di Ngada Dikuatkan dengan Pendampingan Psikologis dari Polda NTT