Minggu, 25 Januari 2026

Usai Kalah di Catur Cepat dan Kilat, Irene Raih Emas Catur Klasik PON Papua

- Rabu, 13 Oktober 2021 06:00 WIB
Usai Kalah di Catur Cepat dan Kilat, Irene Raih Emas Catur Klasik PON Papua

digtara.com – Master Internasional, Irene Kharisma Sukandar, akhirnya berhasil meraih sekeping emas dari perhelatan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua kali ini.

Baca Juga:

Setelah sebelumnya terpeleset di nomor catur kilat dan cepat, Irene tak ingin mengulang kesalahan di kategori terakhir, nomor catur standar atau klasik.

Hingga babak ke delapan, Irene menaklukkan Linarti Paputungan asal Sulawesi Utara. Pecatur yang meraih gelar Woman Grand Master di tahun 2009 silam itu, mematikan permainan Linarti di langkah 33 kala memegang bidak putih.

“Saya bermain lebih tenang jika dibandingkan dengan di catur cepat dan kilat,” kata Irene melansir RRI, Rabu (13/10/2021).

Dominasi Irene di nomor catur standar atau klasik, yang merupakan spesialisasinya, diakui sejumlah pecatur yang turun di nomor perseorangan putri.

Yeyen Rara Bafah pecatur putri Nusa Tenggara Barat (NTB) mengakui, sulit membendung permainan Irene ketika sang pemain tengah on fire atau berada di puncak performa.

“Emas sudah pasti Kak Irene. Dia menang terus. Hanya peringkat kedua yang masih ketat antara Chelsie, Regita sama Theodora,” tuturnya.

Yeyen sendiri bertengger di peringkat 7 dengan 3 MP. Ia sendiri mengakui persaingan di cabang catur pada PON XX sangat berat.

“Kalau ditanya persaingan ini memang berat. Karena sebenarnya yang ada di sini adalah 10 besar terbaik,” ungkap dia.

Hal senada juga diutarakan oleh Chelsie Monica Ignesias Sihite. Pecatur nasional yang membela panji Kalimantan Timur (Kaltim) pada PON XX kali ini, mengakui lawan terberat adalah Irene Kharisma Sukandar.

Dua emas yang diraih Chelsie juga sedikit berbau keberuntungan karena, Irene di luar dugaan, takluk dari Theodora Walukow asal DKI Jakarta, dan beberapa kali bermain remis. Chelsie sendiri telah mengoleksi emas di nomor catur perorangan kilat dan cepat putri.

“Tetap kalau lawan terberat memang Kak Irene. Saya sendiri bersyukur sudah bisa meraih dua emas,” sebutnya.

Langkah Irene meraih medali emas tak dapat terbendung lagi, meski pertandingan masih menyisakan babak terakhir atau babak 9.

Walaupun peringkat kedua, Chelsie Monica Sihite, mampu meraih kemenangan, pecatur Kaltim itu tak mampu lagi menggeser Irene dari puncak klasemen catur standar perorangan putri. (ros/rri)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
:
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Tabrak Dump Truk, Mahasiswa Undana Kupang Meninggal di Tempat

Tabrak Dump Truk, Mahasiswa Undana Kupang Meninggal di Tempat

Daftar Harga Emas Pegadaian Rabu 20 September 2023, Antam dan UBS

Daftar Harga Emas Pegadaian Rabu 20 September 2023, Antam dan UBS

Kasat Lantas Polres Sikka Dilaporkan ke Propam, Ini Kasusnya

Kasat Lantas Polres Sikka Dilaporkan ke Propam, Ini Kasusnya

Mengenaskan! Jadi Korban Tabrak Lari, Mahasiswi di Kupang Meninggal Dunia

Mengenaskan! Jadi Korban Tabrak Lari, Mahasiswi di Kupang Meninggal Dunia

Dua Pelaku Pencurian dengan Kekerasan Diamankan Polres Sumba Timur

Dua Pelaku Pencurian dengan Kekerasan Diamankan Polres Sumba Timur

Kejati NTT Tahan Lima Tersangka Kasus Korupsi Persemaian Modern di Labuan Bajo

Kejati NTT Tahan Lima Tersangka Kasus Korupsi Persemaian Modern di Labuan Bajo

Komentar
Berita Terbaru