Selasa, 26 Mei 2026

Proyek Irigasi Rp 2,3 Miliar Mangkrak, Persawahan di Sidimpuan jadi Sarang Babi Hutan

Amir Hamzah Harahap - Selasa, 04 Februari 2025 20:02 WIB
Proyek Irigasi Rp 2,3 Miliar Mangkrak, Persawahan di Sidimpuan jadi Sarang Babi Hutan
ist
Bersama Warga Menelusuri Persawahan (kanan), Proyek Irigasi Yang Tak Selesai (kiri).

digtara.com -Areal persawahan di sejumlah desa di Kecamatan Batu Nadua, Kota Padangsidimpuan terpaksa beralih fungsi menjadi semak belukar dikarenakan rusaknya Jaringan Daerah Irigasi (DI) Ujung Gurap yang selama ini mengaliri lahan pertanian warga, Selasa (04/02/2025).

Baca Juga:

Sehingga akibat kerusakan irigasi tersebut, pasokan air untuk pertanian putus total yang selama ini mengaliri persawahan warga seluas 400 hektar dari 7 desa yakni Desa Baruas, Siloting, Aek tuhul, Pudun Julu, Ujung Gurap, Purwodadi dan Gunung Hasahatan.

Akibatnya, kini para petani hanya bisa pasrah dan mengandalkan air hujan untuk kebutuhan pertanian termasuk persawahan.

Pantauan media, sebagian lahan persawahan yang dulunya hijau dan menjadi lumbung beras Kota Padangsidimpuan kini berubah fungsi dan menjadi semak belukar.

Salah seorang petani di Saba Losung, Dusun II, LIngkungan Dua, Desa Ujung Gurap mengungkapkan bahwa areal sawahnya terpaksa ditidurkan.

"Lahan persawahan kami kesulitan air. Biasanya sawah kami pesokan airnya bersumber dari irigasi Ujung Gurap itu. Tapi sampe sekarang tak jua selesai yang kabarnya sudah ditangani pemerintah" Kata warga.

Kini sawah warga menjadi Ilalang.

"Terpaksalah sawah ini dibiarkan begitu saja ditumbuhi ilalang bahkan menjadi areal babi hutan. Karena kalau kami paksakanpun untuk menabur benih padi ditengahnya kurangnya pasokan air dan mengandalkan air hujan, maka resikonya bisa gagal panen. Ginilah nasib kita rakyat kecil ini" ucapnya.

Proyek Irigasi "Mangkrak"

Diketahui, Proyek Rehabilitasi Daerah Irigasi (DI) Ujung Gurap yang dikerjakan Pemprov Sumut atau UPTD PUPR Padangsidimpuan bernilai Rp.2.324.366.000,- dari P-APBD 2024 ternyata mangkrak dan ditinggalkan begitu saja.

Dimana proyek sepanjang 77 meter yang dikerjakan dari 22 November dan seharusnya sudah selesai 30 Desember.

Akan tetapi harapan petani akan tuntasnya krisis air pertanian warga ternyata jauh panggang dari api.

Dilokasi, tampak puing dan besi cor ditinggal begitu saja dan diperkirakan hanya selesai 30% progres dan dipastikan air tidak mengalir dari sungai Batang Ayumi (hulu) di Kelurahan Batu Nadua Julu.

Saat dikonfirmasi terkait alasan terbengkalainya irigasi tersebut, Kepala UPTD PUPR Sumut Wil. Padangsidimpuan, Daksur Poso Alisahbana Hasibuan belum memberikan keterangan dan jawaban.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Issu Bagi-Bagi Proyek Bencana di Sidimpuan, KPK Diminta Segera Bertindak

Issu Bagi-Bagi Proyek Bencana di Sidimpuan, KPK Diminta Segera Bertindak

Kemnaker Sinkronkan Pelatihan Vokasi dengan Industri KEK, Siapkan 60 Ribu Kuota untuk Serap Tenaga Kerja

Kemnaker Sinkronkan Pelatihan Vokasi dengan Industri KEK, Siapkan 60 Ribu Kuota untuk Serap Tenaga Kerja

Ny Masroini Letnan Dalimunthe Ajak Masyarakat Tekan Kanker Serviks Sejak Dini

Ny Masroini Letnan Dalimunthe Ajak Masyarakat Tekan Kanker Serviks Sejak Dini

Investasi Naik dan Lapangan Pekerjaan Bertambah. PT Djarum Siap Bangun Kantor dan Gudang di Sidimpuan. Walikota: Juga Untuk PAD

Investasi Naik dan Lapangan Pekerjaan Bertambah. PT Djarum Siap Bangun Kantor dan Gudang di Sidimpuan. Walikota: Juga Untuk PAD

Eksekusi Rumah Dr Badjora di Padangsidimpuan Tetap Berjalan Meski Diwarnai Aksi Protes

Eksekusi Rumah Dr Badjora di Padangsidimpuan Tetap Berjalan Meski Diwarnai Aksi Protes

Kecelakaan Padangsidimpuan Hari Ini, Pengendara Betor Tewas Tabrakan dengan Bus ALS

Kecelakaan Padangsidimpuan Hari Ini, Pengendara Betor Tewas Tabrakan dengan Bus ALS

Komentar
Berita Terbaru