Pengemudi Ojol di Manggarai Barat Dianiaya Sejumlah Pria Tak Dikenal
digtara.com -DD (41), seorang mitra pengemudi ojek online (Ojol/Grab) di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat menjadi korban penganiayaan oleh sekelompok orang tidak dikenal saat sedang menjemput penumpang di Jalan Yohanes Sehadun, Desa Batu Cermin, Kecamatan Komodo, Manggarai Barat, NTT, Selasa (14/4/2026).
Baca Juga:
Kejadian bermula saat korban DD hendak menjemput tamu melalui aplikasi Grab di depan toko Indomaret.
Saat penumpang sudah naik ke atas sepeda motor, tiba-tiba situasi berubah mencekam.
Baca Juga:Sekelompok orang yang tidak dikenal datang menghampiri dan mengintimidasi korban.
Para pelaku secara paksa mencabut kunci sepeda motor korban dan membentaknya untuk segera turun dari kendaraan.
"Pelaku langsung mencekik saya dari belakang. Saya merasa kesakitan dan mencoba berontak untuk melepaskan diri," ungkap DD dalam keterangannya saat melaporkan kejadian tersebut.
Akibat kuatnya hantaman tersebut, korban terjatuh dan tergeletak di tengah jalan raya yang saat itu tengah dilintasi kendaraan.
Tak puas melihat korban terjatuh, pelaku kembali menyerang saat Donatus berusaha berdiri.
Baca Juga:Sebuah pukulan mendarat di bagian kepala korban, yang beruntung saat itu masih menggunakan helm pelindung.
Pasca kejadian, korban DD didampingi AM dan GM segera mendatangi Polres Manggarai Barat untuk mencari keadilan.
Kapolres Manggarai Barat, AKBP Christian Kadang membenarkan adanya laporan tersebut.
"Benar, kami sudah menerima laporannya. Saat ini tim penyidik tengah melakukan pendalaman untuk mengidentifikasi para pelaku yang terlibat dalam aksi penganiayaan tersebut," ujar Kapolres Mabar dalam keterangannya, Rabu (15/4/2026).
Kepolisian menegaskan komitmennya untuk mengawal kasus penganiayaan yang tengah menjadi sorotan publik, terutama di kalangan komunitas ojek online hingga tuntas.
Baca Juga:Langkah hukum ini diambil sebagai upaya menciptakan keadilan hukum bagi korban sekaligus memberikan peringatan keras bagi para pelaku kekerasan.
AKBP Christian menyatakan bahwa penyidikan akan terus dilakukan secara intensif.
Pihaknya memastikan tidak ada celah bagi pelaku untuk lolos dari jerat hukum demi menjaga marwah supremasi hukum di wilayahnya.
Sempat Berpindah Kapal, Barang Hilang Milik Wisatawan Asing Di Labuan Bajo Ditemukan Kembali
Uskup Labuan Bajo Apresiasi Dedikasi Polri Jaga Kedamaian Paskah 2026
Pelaku Pencurian Berantai di Manggarai Barat Dibekuk Polisi
Tiga Wisatawan di Manggarai Barat Ditipu Agen Perjalanan, Polisi Turun Tangan
Dua Warga Kabupaten Manggarai Barqt Jadi Tersangka Kasus Tanah