IRT di Sumba Timur-NTT Dipolisikan karena Aniaya Bocah 8 Tahun hingga Babak Belur
digtara.com – Seorang ibu rumah tangga (IRT), Metilda Rincelina Weniliwang (42), asal Desa Kambata Wundut, Kecamatan Lewa, Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), dilaporkan ke aparat kepolisian setempat.
Baca Juga:
Metilda dipolisikan karena menganiaya PYKB, bocah perempuan berusia delapan tahun.
“Kasus ini telah dilaporkan ke Kepolisian Sektor Lewa, dengan nomor LP /B/91/XI/2022/SPKT/Sektor Lewa/Polres ST/Polda NTT, Tanggal 06 November 2022,” ujar Kepala Kepolisian Resor Sumba Timur AKBP Fajar Widyadharma Lukman, SIK saat dikonfirmasi Rabu (9/11/2022).
Kasus penganiayaan terhadap anak ini dilaporkan oleh Defreni Landukara (43), salah satu aparat Desa Kambata Wundut.
Kapolres Fajar menuturkan, kasus itu terungkap bermula pada Minggu, 6 November 2022, sekitar pukul 11.00 Wita.
Saat itu, Defreni Landukara didatangi oleh seorang warganya bernama Hiwa Wunu.
Hiwa Wunu yang membonceng korban PYKB dengan sepeda motonya, melaporkan kalau korban telah dianiaya ibu angkatnya Metilda Rincelina Weniliwang.
Defreni lalu mengecek tubuh korban. Defreni pun terkejut karena pada tubuh korban seperti punggung, kaki dan tangan terdapat luka dan bengkak.
Setelah melihat kondisi korban, Defreni, Hiwa Wunu dan korban mendatangi Markas Polsek Lewa dan melaporkan peristiwa tersebut.
“Saat dianiaya, korban menangis ketakutan. Bahkan korban sempat membuang air besar di celananya,” ungkap Fajar.
Usai menerima laporan, korban pun dibawa ke Puskesmas Lewa agar korban mendapatkan perawatan luka dan divisum.
Kasus itu kata Fajar, sempat viral di media sosial.
“Pelaku baru kita interogasi. Tapi, saya sudah perintahkan hari ini segera percepat penyidikannyan untuk penetapan tersangka,” tegas Fajar.
Pria di Sumba Barat Daya Hilang Pasca Jatuh dari Perahu Saat Lepas Jangkar
Polres Sumba Barat Daya Amankan Dua Pelaku Pembunuhan
Masalah Utang Babi, Warga di Sumba Barat Daya Tewas Dianiaya
Kios di Mess Rumah Sakit Kristen Lende Moripa Waikabubak Terbakar
Ratusan Siswa di Sumba Timur Diingatkan Soal Bahaya Narkoba