Sabtu, 25 April 2026

Wouw ! Barbie Kumalasari Ngaku Kuat Berhubungan Seks 8 Kali Sehari

Redaksi - Jumat, 14 Juni 2019 00:42 WIB
Wouw ! Barbie Kumalasari Ngaku Kuat Berhubungan Seks 8 Kali Sehari

Digtara.com | JAKARTA – Membuat geger publik Barbie Kumalasari. Pernyataannya belum lama ini terkait dengan aktivitas ranjang bikin semua orang terkejut. Pada awak media, perempuan yang dikabarkan bersiteru dengan Nikita Mirzani itu mengaku seks 8 kali per hari.

Baca Juga:

Sebab, untuk bisa melakukan seks 3 kali saja pastinya perlu kesehatan dan kebugaran fisik yang prima. Tidak hanya itu, waktu yang diperlukan pun pastinya cukup panjang dan butuh kesiapan diri yang matang melakukan seks sepanjang itu. Bahkan, beberapa orang bilang dengan jumlah segitu, sudah bisa dikatakan hyperseks!

Tapi, apa makna dari hyperseks itu sendiri? Dan bagaimana pengaruhnya ke si pelaku?

Melansir Metro, tanda-tanda hiperseksualitas dapat mencakup masturbasi berlebihan, terobsesi pada seks sampai-sampai mengganggu kehidupan, menghabiskan banyak waktu merencanakan aktivitas seksual, memiliki banyak urusan, dan sering menonton pornografi.

Namun, Dr Anand Patel, seorang spesialis fungsi seksual, menjelaskan ada perdebatan di antara dokter tentang apakah gangguan hiperseksual adalah kondisi klinis yang sebenarnya atau tidak.

Dr Patel menjelaskan, ketika hyperseks itu dikatakan gangguan ketika mengganggu kehidupan pribadi dan pekerjaan Anda dan bertahan lebih dari enam bulan menyebabkan tekanan yang signifikan.

“Jadi tidak perlu bingung dengan memiliki selera seksual yang tinggi, aktivitas seksual atau tidur dengan banyak orang dan ini tidak memiliki dampak buruk pada kehidupan mereka,” katanya.

Gangguan hiperseksualitas dapat dibagi menjadi tiga elemen klinis: fantasi seksual berulang, dorongan seksual berulang, dan perilaku seksual berulang.

“Perilaku ini kompulsif dan sering mengganggu secara terus menerus, termasuk risiko terhadap kesehatan psikologis dan fisik misalnya dalam bentuk masalah kesehatan seksual dan trauma,” kata Dr Patel.

Meskipun sebagian besar orang melaporkan kepuasan dari perilaku seksual, rasa bersalah atau penyesalan sering mengikuti perilaku ini. “Biasanya pasien berasal dari riwayat kecanduan keluarga, dari bahan kimia hingga seksual atau perjudian,” tambah dia.

Siapa pun yang percaya bahwa mereka mungkin menderita kelainan hiperseksualitas harus berbicara dengan dokter mereka dan mencari terapi, kelompok pendukung atau obat-obatan untuk membantu mereka mengatasinya.

Dr Patel melanjutkan, kondisi neurologis tertentu dan obat-obatan atau obat-obatan terlarang dapat menyebabkan jenis perilaku bermasalah ini sehingga perlu disingkirkan. “Kalau tidak, perawatan memerlukan terapi psikologis atau psikoseksual khusus untuk mengobati perilaku kompulsif,” sarannya.[oke]

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Berkas Perkara P21, Tersangka Kasus Pencabulan Sejumlah Anak di TTU Diserahkan Ke Kejaksaan

Berkas Perkara P21, Tersangka Kasus Pencabulan Sejumlah Anak di TTU Diserahkan Ke Kejaksaan

Pria Lansia di Kabupaten TTU Jadi Tersangka Kasus Kekerasan Seksual Pada Lima Anak

Pria Lansia di Kabupaten TTU Jadi Tersangka Kasus Kekerasan Seksual Pada Lima Anak

Tangani Kasus Kekerasan Seksual Secara Profesional, Polres TTU Segera Tetapkan Tersangka

Tangani Kasus Kekerasan Seksual Secara Profesional, Polres TTU Segera Tetapkan Tersangka

Lima Anak Jadi Korban Kekerasan Seksual, Sopir di Kabupaten TTU Belum Ditahan Polisi

Lima Anak Jadi Korban Kekerasan Seksual, Sopir di Kabupaten TTU Belum Ditahan Polisi

Tiga Pemuda Termasuk Piche Kotta Bakal Diperiksa Polisi Terkait Dugaan Kasus Kekerasan Seksual Siswi SMA

Tiga Pemuda Termasuk Piche Kotta Bakal Diperiksa Polisi Terkait Dugaan Kasus Kekerasan Seksual Siswi SMA

Pelaku Kekerasan Seksual Bergeser, Guru dan Aparat Polisi Ikut Terseret

Pelaku Kekerasan Seksual Bergeser, Guru dan Aparat Polisi Ikut Terseret

Komentar
Berita Terbaru