Ketahui Tanda-tanda Tubuh Kekurangan Asupan Karbohidrat
digtara.com – Karbohidrat adalah salah satu dari tiga makronutrien, di samping lemak dan protein, yang juga dibutuhkan oleh tubuh.
Baca Juga:
- Pastikan Pelayanan Kesehatan Haji 2026, Kemenhaj Siagakan 45 Klinik Kesehatan di Makkah dan Madinah
- 25 Persen Jemaah Haji Indonesia Lansia dan 177 Ribu Risti, Wamenhaj Dahnil Tinjau Kesiapan Layanan Kesehatan Haji di Makkah
- Beri Rasa Nyaman, PMI Kota Semarang Siapkan 30 Bed Tempat Tidur Bagi Pemudik
Nutrisi ini ditemukan dalam makanan seperti kentang, pasta, roti, dan nasi putih.
Menghindari asupan karbohidrat dianggap sebagai cara untuk menurunkan berat badan.
Namun faktanya adalah sebaliknya.
“Diet rendah karbohidrat telah populer selama beberapa tahun, bahkan beberapa dekade sekarang, tetapi mengurangi asupan karbohidrat anda dapat menimbulkan masalah,” kata ahli diet, Nichola Ludlam-Raine.
Baca: Wajib Diketahui! 9 Manfaat Mengkonsumsi Pizza bagi Kesehatan
Berikut tanda tubuh kekurangan karbohidrat :
1. Kurang energi
Karbohidrat adalah sumber utama bahan bakar tubuh. Jadi jika anda mengurangi asupan karbohidrat secara signifikan, maka tingkat energi juga semakin ‘tipis’.
“Tubuh kita dapat menggunakan sumber bahan bakar lain (seperti lemak),†katanya, dilansir Insider.
2. Kabut otak
Otak membutuhkan glukosa yang dipecah dari karbohidrat agar berfungsi secara optimal. Ketika tidak cukup mengonsumsi karbohidrat, anda mungkin akan mengalami suasana hati yang buruk dan kesulitan berkonsentrasi.
“Mengonsumsi karbohidrat bersama protein membantu mendukung produksi triptofan, yang kemudian diubah menjadi serotonin (dikenal sebagai hormon bahagia),” sambungnya.
3. Lebih sedikit energi untuk berolahraga
Tubuh menyimpan karbohidrat sebagai glikogen di hati dan otot. Ini digunakan untuk energi dan bermanfaat untuk berolahraga, baik berlari, bersepeda, atau di gym.
Menurut pelatih olahraga, Mike Molloy, makan cukup karbohidrat sangat penting bagi orang-orang yang melakukan latihan internsitas tinggi, seperti HIIT atau CrossFit.
4. Sulit pulih setelah berolahraga
Karbohirat tidak hanya menambah energi, tetapi juga membantu pemulihan setelah berolahraga.
“Setelah kita berolahraga, tubuh perlu mengizi kembali simpanan glikogennya yang habis selama berolahraga,” imbuhnya.
Karenanya, dianjurkan untuk mengonsumsi karbohirat dengan protein untuk membantu masa pemulihan setelah berolahraga. Bila tubuh tidak pulih secara efisien, anda mungkin akan mengalami nyeri otot lebih lama setelah berolahraga.
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Ketahui Tanda-tanda Tubuh Kekurangan Asupan Karbohidrat
Pastikan Pelayanan Kesehatan Haji 2026, Kemenhaj Siagakan 45 Klinik Kesehatan di Makkah dan Madinah
25 Persen Jemaah Haji Indonesia Lansia dan 177 Ribu Risti, Wamenhaj Dahnil Tinjau Kesiapan Layanan Kesehatan Haji di Makkah
Beri Rasa Nyaman, PMI Kota Semarang Siapkan 30 Bed Tempat Tidur Bagi Pemudik
Kemenhaj Pastikan Perlindungan Jemaah Mulai Kesehatan Hingga Persoalan Hukum dari Arab Saudi Hingga Tanah Air
Alkes Puskesmas Beru-Sikka meledak, Polisi Turun Tangan