Tolong Pak Presiden, Pak Panglima ! Saya Tidak Dilayani di RS Kata Danramil 10
digtara.com | SIANTAR – Terkait Kapten Leo Sianturi yang merasa ditelantarkan rumah sakit, hingga ia mengamuk dan videonya viral di media sosial pada Jum’at 25 Januari 2019 di mana Rumah Sakit (Rumkit) Tentara Pematang Siantar, Sumatera Utara, membantah tudingan Komandan Koramil 10 Balimbingan, Simalungun,
Baca Juga:
Kepala Rumkit Pematang Siantar Mayor CKM dr. Hadi Zulkarnaen menjelaskan sebelum peristiwa itu viral, pada Kamis 24 Januari 2019, Kapten Leo terlebih dahulu menjalani operasi kecil di Rumkit Tentara lanatran ada benjolan kecil dipergelangan kakinya
“Benjolan kaki terjadi karena penyakit asam uratnya, hingga kami mengeluarkan nanah di dalam benjolan itu agar tidak infeksi,” kata Mayor Hadi.
Usai dioperasi kata Mayor Hadi, Kapten Leo merasa dadanya sakit, namun saat diperiksa teryata normal,” Tetapi ia sempat menginap di Rumkit dan masih diinfus,” kata Mayor Hadi.
Permsalahan mulai terjadi pada Jum’at (26/1) saat serah terima pasien di pagi hari dengan perawat .” Saat itu perawat bertanya sudah sarapan pagi pak? Pasien menjawab belum, katanya sambil makan kripik . Kemudian Kapten Leo menjawab lagi. Sudah dikasih tadi, tapi saya suruh bawa lagi pramusaji,” ujar Mayor Hadi menirukan.
Lantas setelah itu, kata Mayor Hadi, perawat kembali bertanya kepada Kapten Leo tentang siapa yang menjaganya.
“Hal itu sesuai dengan SOP Rumkit, agar perawat lebih maksimal menjaga pasien. Gara gara pertanyaan ini dia tersinggung, namun tetap dijawabnya saya sudah cerai, sambil mendongkol,” ujar Mayor Hadi
Namun karena petugas tidak tahu permasalahnya keluarganya, kata Mayor Hadi, perawat kembali bertanya mengenai keberadaan anaknya,kapten Leo lantas menjawab anaknya berada di Bandung dan satu lagi sedang mengikuti pendidikan tentara .
“Saat itu perawat mengatakan ‘enaklah anak bapak ada yang tentara’, seketika itu pula, Kapten Leo tersinggung. Ngapain kalian tanya itu, disitulah awal dia marah,” ucapnya
Kata Mayor Hadi, pertanyaan perawat terlalu berlebihan dia merasa kalau dia sakit tak perlu ditanya siapa yang nungguin, karena itu tugas perawat.
“Tapi yang namanya perawat, wajar bertanya. Jadi kalau tidak ada yang nungguin, kita bisa lebih waspada merawatnya. Maksudnya seperti itu. Dia salah sangka,” tambah Mayor Hadi.
Karena merasa salah, saat itu juga perawat meminta maaf kepada Kapten Leo, namun Kapten Leo justru semakin marah dan pergi meninggalkan ruang sakit.
“Uda ditahan-tahan juga nggak mau. Akhirnya dia naik angkot ke rumah sakit swasta Vina Insani, namun karena masih dalam perawatan rumah sakit tentara, sistem BPJS-nya terkunci. Tidak bisa diaktifkan. Jadi pergilah dia ke kantor BPJS,” tutur Mayor Hadi
Saat pulang dari BPJS ia meluapkan emosinya.
“Dia menelpon temen temennya wartawan. Kejadianya di BPJS, dia ribut disitu. BPJS bingung dia datang marah-marah. Kami kesana bawa ambulance namun dia tidak mau malah makin menjadi jadi, hingga videonya viral,” ujar Mayor Hadi.
Dari informasi yang diterima Mayor Hadi hingga saat ini Kapten Leo Sianturi masih dirawat dirumah sakit Vina Insani Kota Pematang Siantar. “Saat ini sudah ada tim kesehatan khusus AD yang memeriksa kondisi kesehatannya,” ujar Mayor Hadi
Sebelumya video diusirnya Kapten Leo Sianturi dari rumah sakit tentara mendadak viral dalam video tersebut, Kapten Leo yang duduk di kursi roda dan masih menggunakan infus menyampaikan kekesalannya kepada Presiden RI Joko Widodo dan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto.
“Tolong saya Pak Presiden, tolong saya Pak Panglima. Saya Kapten Leo Sianturi tak dilayani dengan baik di rumah sakit,” ucapnya histeris.
Kapten Leo menjelaskan jika ia diusir oleh perawat karena tidak ada keluarga yang menjaganya di rumah sakit.
Tabrak Dump Truk, Mahasiswa Undana Kupang Meninggal di Tempat
Daftar Harga Emas Pegadaian Rabu 20 September 2023, Antam dan UBS
Kasat Lantas Polres Sikka Dilaporkan ke Propam, Ini Kasusnya
Mengenaskan! Jadi Korban Tabrak Lari, Mahasiswi di Kupang Meninggal Dunia
Dua Pelaku Pencurian dengan Kekerasan Diamankan Polres Sumba Timur