Rabu, 11 Maret 2026

Diterjang Longsor, Jalan Lintas Bireuen-Takengon Putus Total

Redaksi - Senin, 21 Januari 2019 08:43 WIB
Diterjang Longsor, Jalan Lintas Bireuen-Takengon Putus Total

digtara.com | BANDA ACEH – Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) menyatakan bencana tanah longsor akibat hujan deras telah memutuskan Jalan Lintas Nasional Bireuen-Takengon, tepatnya di Kilometer 85 Desa Jamur Ujung, Kecamatan Wih Pesam, Kabupaten Bener Meriah, Aceh.

Baca Juga:

“Bencana tanah longsor Jamur Ujung ini terjadi kemarin (Minggu 20 Januari) siang sekitar pukul 14.33 WIB, karena intensitas hujan yang tinggi,” ujar Kepala Pelaksana BPBA Teuku Ahmad Dadek di Banda Aceh.

Ia mengatakan, hingga kini jalur tersebut belum bisa dilewati oleh kendaraan bermotor, baik roda dua maupun roda empat atau lebih, karena telah ditutup oleh petugas setempat.

Arus lalu lintas telah dialihkan ke beberapa jalur alternatif di wilayah setempat, dan ditandai pemasangan alat bagi pelintas jalan raya yang dilakukan oleh polisi lalu lintas dan petugas dari Dinas Perhubungan Bener Meriah.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Bener Meriah telah terjun ke lokasi untuk memeriksa kontur tanah yang longsor memiliki kedalaman lebih dari 10 meter ke bawah.

“Untuk korban jiwa tidak ada. Yang jelas akses jalan masih belum bisa dilalui. Petugas sejak pagi kemarin telah berada di lokasi untuk melakukan penanganan,” kata Dadek.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sebelumnya mencatat terdapat 14 daerah dari total 23 kabupaten/kota di Aceh masuk kategori rawan bencana alam, yakni banjir dan tanah longsor akibat tingginya curah hujan dalam beberapa tahun terakhir.

Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Blang Bintang Aceh, Zakaria Ahmad, menjelaskan ke-14 daerah tersebut yakni Aceh Tengah, Bener Meriah, Aceh Timur, Aceh Utara, Aceh Jaya, Nagan Raya, Aceh Barat, Aceh Barat Daya, Aceh Selatan, Aceh Tenggara, Aceh Singkil, Pidie, Pidie Jaya, dan Aceh Jaya.

“Belasan daerah ini rawan banjir dan tanah longsor karena berada di wilayah perbukitan, dan kawasan daerah aliran sungai. Jadi perlu diwaspadai hujan lebat, petir, dan banjir khususnya di daerah-daerah dataran rendah. Begitu juga untuk daerah-daerah lereng gunung, perbukitan atau pegunungan,” katanya , seperti dikutip dari antara, Senin (21/1/2019).

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Tanah Longsor Pasca Hujan Tutup Ruas Jalan Penghubung di Kabupaten Sikka

Tanah Longsor Pasca Hujan Tutup Ruas Jalan Penghubung di Kabupaten Sikka

86 Keluarga di Tapanuli Utara Terima Dana Stimulan Perbaikan Rumah Pascabencana Banjir dan Longsor

86 Keluarga di Tapanuli Utara Terima Dana Stimulan Perbaikan Rumah Pascabencana Banjir dan Longsor

Longsor Tutup Total Jalinsum Sibuhuan–Sosopan, Akses Lintas Sumatera Lumpuh

Longsor Tutup Total Jalinsum Sibuhuan–Sosopan, Akses Lintas Sumatera Lumpuh

Korban Terakhir Tanah Longsor di Manggarai Timur Ditemukan Tim SAR Gabungan

Korban Terakhir Tanah Longsor di Manggarai Timur Ditemukan Tim SAR Gabungan

Cuaca Ekstrem, Pencarian Korban Tanah Longsor Secara Manual di Manggarai Timur Dilakukan Secara Manual

Cuaca Ekstrem, Pencarian Korban Tanah Longsor Secara Manual di Manggarai Timur Dilakukan Secara Manual

Satu Korban Tertimbun Tanah Longsor di Manggarai Timur Ditemukan

Satu Korban Tertimbun Tanah Longsor di Manggarai Timur Ditemukan

Komentar
Berita Terbaru