Rabu, 22 April 2026

Astaga ! 2 Siswi SMA Digilir 6 Orang Pemuda

Imanuel Lodja - Selasa, 25 Juni 2019 08:15 WIB
Astaga ! 2 Siswi SMA Digilir 6 Orang Pemuda

Digtara.com | KUPANG – Lagi-lagi kasus pencabulan anak dibawah umur kembali terjadi di Kota Kupang. Kali ini korbannya adalah dua orang siswi SMA di Kota Kupang. Keduanya sejak Sabtu (23/6) hingga Selasa (25/6) digilir enam orang pemuda di sebuah gudang.

Baca Juga:

Para korban baru ditemukan pada Selasa (25/6) subuh saat orang tua korban mendatangi lokasi kejadian di sebuah gudang dekat hotel Neo Aston Kupang.

Kasus ini sudah ditangani aparat kepolisian unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Sat Reskrim Polres Kupang Kota.

Kedua korban masing-masing PRPB alias Lili dan Jesica yang masih berstatus siswi sebuah SMA di Kota Kupang.

Awalnya pada Sabtu (23/6), Brayen Ballo (40), warga Kelurahan Fatukoa Kecamatan Maulafa Kota Kupang Provinsi NTT sedang dirumah bersama anak gadisnya PRPB alias Lili (17).
Selang beberapa saat datang rekan Jesica (15), rekan PRPB ke rumah Brayen di Kelurahan Fatukoa.

Brayen pun meminta anak gadisnya PRPB dan Jesica untuk menjaga rumah karena ia hendak ke Bolok Kabupaten Kupang untuk urusan keluarga.

Sekitar pukul 19.00 wita, Brayen kembali ke rumah dan mendapati rumah dalam keadaan kosong. Anak gadisnya PRPB dan Jesica sudah tidak ada dirumah.

Rupanya saat Brayen pergi dari rumah, PRPB dan Jesica dijemput dua orang rekan pria nya yang juga pacar kedua siswi SMA ini. Mereka ke pesta ulang tahun rekan mereka. PRPB dijemput Jenri Misa (17), siswa SMA yang juga pacarnya, sementara Jesica dijemput pacarnya Faldo yang juga siswa SMA.

Brayen kemudian ke rumah Jesica menanyakan keberadaan PRPB namun Jesica pun tidak berada dirumah dan orang tua Jesica juga sedang mencari anak gadisnya.

Brayen kemudian mendatangi rumah Intan, teman anak gadisnya. Intan juga mengaku tidak mengetahui keberadaan PRPB dan Jesica.

Baik orang tua PRPB dan orang tua Jesica pun mencari keberadaan anak gadis mereka dibantu kerabat mereka.

Sementara Intan membantu mencari informasi keberadaan dua rekannya dengan mengirim pesan singkat melalui inbox ke facebook milik PRPB.

Beruntung PRPB membalas pesan singkat tersebut sehingga kerabat korban mengetahui keberadaan para korban di sebuah rumah kosong di sebelah hotel Neo Aston Kupang.
Orang tua korban pun langsung mendatangi lokasi kejadian di sebuah gudang di dekat Hotel Neo Aston. Mereka berhasil menemukan kedua korban dalam kondisi yang memprihatinkan.

Dalam penggrebekan tersebut, mereka mengamankan Jesica dan tiga orang pemuda masing-masing Junedi, Nino dan Modok. Beberapa jam kemudian mereka berhasil mengamankan Jenri Misa dan PRPB di Kelurahan Sikumana.

Sementara dua orang pelaku yakni Rey Faldo berhasil kabur dan melarikan diri.
Saat diinterogasi, korban PRPB mengaku kalau pada Sabtu (22/6), ia empat kali dicabuli dan diperkosa dari empat pelaku yang berbeda.

Awalnya ia dibawa oleh Jenri ke tempat kost rekannya dan diperkosa dua kali. Kemudian korban diantar ke lokasi kejadian samping hotel Neo Aston Kupang.

Di lokasi tersebut sudah menunggu pelaku yang lain. Jenri kemudian pergi meninggalkan korban PRPB. Korban PRPB pun menjadi sasaran aksi pencabulan para pelaku yang lain.

Sementara korban Jesica dicabuli dan diperkosa dua orang pelaku juga secara bergantian. Aksi pencabulan dan pemerkosaan ini berlanjut hingga Minggu (23/6) dan Senin (24/6). Kedua korban mengaku digilir enam orang pelaku secara bergantian berulang kali pada pagi dan malam hari.

Teridentifikasi empat orang yang sudah diamankan masing-masing Junedi Tanenofunan dan Jendri Misa, yang merupakan pelaku. Sementara Nino dan Modok masih berstatus sebagai saksi dan penyidik masih mendalami lagi.

Keempat pemuda ini sebagai pelaku yang mencabuli korban PRPB. Dua orang pelaku yang mencabuli dan memperkosa Jesica masing-masing Rey dan Faldo belum ditemukan dan masih melarikan diri.

Kasat Reskrim Polres Kupang Kota, Iptu Bobby Jacob Moynafie, SH MHum yang dikonfirmasi di Mapolres Kupang Kota kemarin siang mengaku kalau pihaknya sudah menangani kasus ini.
Ia mengaku kalau korban sudah menjalani visum di rumah sakit Bhayangkara Titus Uly Kupang dan selanjutnya diperiksa di Mapolres Kupang.

Aparat unit Buser Sat Reskrim Polres Kupang Kota masih memburu dua pelaku lain masing-masing Rey dan Faldo.[win]

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Imanuel Lodja
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Ketua LP2TRI NTT Diamankan Polres Kupang Terkait Kasus Penghasutan

Ketua LP2TRI NTT Diamankan Polres Kupang Terkait Kasus Penghasutan

Polres Kupang Tahan Lima Tersangka Pencurian Ternak, Dua Tersangka ABH Dikoordinasikan Dengan Bapas

Polres Kupang Tahan Lima Tersangka Pencurian Ternak, Dua Tersangka ABH Dikoordinasikan Dengan Bapas

Polres Kupang Siapkan Tiga Pos Pengamanan dan Pelayanan Amankan Hari Raya

Polres Kupang Siapkan Tiga Pos Pengamanan dan Pelayanan Amankan Hari Raya

Intensifkan Program Kamis-an, Kapolsek Amfoang Timur Bina Para Siswa di Wilayah Perbatasan

Intensifkan Program Kamis-an, Kapolsek Amfoang Timur Bina Para Siswa di Wilayah Perbatasan

Residivis Yang Juga DPO Dibekuk Tim Resmob Polres Kupang

Residivis Yang Juga DPO Dibekuk Tim Resmob Polres Kupang

Kapolres Kupang Minta Kapolsek Dukung Program Pemerintah

Kapolres Kupang Minta Kapolsek Dukung Program Pemerintah

Komentar
Berita Terbaru