Rela Jual Sawah Untuk Naik Haji, Doa Ingin Dapat Jodoh
digtara.com - Banyak cara orang untuk bisa naik haji. Jemaah haji kloter SOC 30 dari Kabupaten Grobogan Jawa Tengah, Sri Umiyati memilih untuk menjual sawah demi melaksanakan rukun islam kelima.Sri Umiyati mengatakan, jual sawah laku sekitar Rp 260 juta demi mewujudkan pesan orang tuanya (Bapaknya).
Baca Juga:
- Kemenhaj Gandeng BKN Perkuat Transparansi, CAT PPIH 2027 Non Nakes Digelar Serentak 35 Titik Se-Indonesia
- Kemenhaj Himbau Peserta Seleksi PPIH 2027 Tetap Tenang, Verifikasi Terus Berjalan dan CAT Digelar Dua Gelombang
- Bantu Warga Korban Gempa Bumi, Kapolda NTT Beri Penghargaan Pada Tim Trauma Healing Polda Jawa Tengah Dan NTB
Uang dari penjualan sawah itu, kata Sri, sebanyak Rp 108 juta uang dia harus bayarkan untuk melunasi Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih).
Saat ditanya kenapa rela jual sawah? dengan tegas ia menjawab. "Ingin menyempurnakan agama, menjalankan rukun islam kelima. Bersyukur, alhamdulillah tahun ini bisa naik haji bersama sang putri," ucapnya.
Lailah Nur Faizah, putri Sri Umiyati berangkat menggantikan suaminya yang telah meninggal beberapa tahun yang lalu.
Dalam doa yang dipanjatkan Laila saat puncak haji, ingin mendapat jodoh dan nikah tahun ini.
Baca Juga:"Saya ini ingin dapat jodoh dan nikah tahun ini. Ingin dapat suami yang baik, saleh dan bertanggung jawab," tegasnya. (San).
Ahsan Fauzi / MCH 2026
Sri Umiyati bersama putrinya Lailah Nur Faizah saat di
Kemenhaj Gandeng BKN Perkuat Transparansi, CAT PPIH 2027 Non Nakes Digelar Serentak 35 Titik Se-Indonesia
Kemenhaj Himbau Peserta Seleksi PPIH 2027 Tetap Tenang, Verifikasi Terus Berjalan dan CAT Digelar Dua Gelombang
Bantu Warga Korban Gempa Bumi, Kapolda NTT Beri Penghargaan Pada Tim Trauma Healing Polda Jawa Tengah Dan NTB
Rony Yuwono Resmi Nahkodai PWI Kabupaten Semarang, Persatuan Jadi Prioritas
Diduga Cabuli Remaja Wanita dan Sempat Kabur, Pria Asal Demak Diamankan Tim Zero Ditres PPA dan PPO Polda NTT