Rela Jual Sawah Untuk Naik Haji, Doa Ingin Dapat Jodoh
digtara.com - Banyak cara orang untuk bisa naik haji. Jemaah haji kloter SOC 30 dari Kabupaten GroboganJawa Tengah, Sri Umiyati memilih untuk menjual sawah demi melaksanakan rukun islam kelima.
Baca Juga:
Sri Umiyati mengatakan, jual sawah laku sekitar Rp 260 juta demi mewujudkan pesan orang tuanya (Bapaknya).
"Pesan Bapak, juallen sawah kanggo kaji (Silahkan dijual untuk naik haji). Sawah cukup luas, saya jual seperapat bau (seperempat hektar)," ungkap Sri kepada Media Center Haji (MCH) di ruang tunggu Bandara Internasional King Abdulaziz Jeddah, Jumat (12/06/2026).
Uang dari penjualan sawah itu, kata Sri, sebanyak Rp 108 juta uang dia harus bayarkan untuk melunasi Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih).
Saat ditanya kenapa rela jual sawah? dengan tegas ia menjawab. "Ingin menyempurnakan agama, menjalankan rukun islam kelima. Bersyukur, alhamdulillah tahun ini bisa naik haji bersama sang putri," ucapnya.
Lailah Nur Faizah, putri Sri Umiyati berangkat menggantikan suaminya yang telah meninggal beberapa tahun yang lalu.
Baca Juga:
Dalam doa yang dipanjatkan Laila saat puncak haji, ingin mendapat jodoh dan nikah tahun ini.
"Saya ini ingin dapat jodoh dan nikah tahun ini. Ingin dapat suami yang baik, saleh dan bertanggung jawab," tegasnya. (San).
Waketum PP DMI Imam Addaruqutni: Akustik Masjid Harus Diperhatikan, Suara Dakwah Jangan Tak Jelas
Ketua LP Ma’arif NU Jateng Soroti Tata Kelola Pendidikan NU, Dorong Integrasi Lewat SISDIKNU
Gratis dan Penuh Fasilitas, IPHI Rembang Tambah Praktik Manasik Haji 2027
Musdalifah Pangka Kembali Terpilih Pimpin KKSS Jawa Tengah untuk Ketiga Kalinya
Perkemahan Prestasi Ma’arif NU Jateng Digelar Desember, Target 4.270 Peserta