Rela Jual Sawah Untuk Naik Haji, Doa Ingin Dapat Jodoh
digtara.com - Banyak cara orang untuk bisa naik haji. Jemaah haji kloter SOC 30 dari Kabupaten Grobogan Jawa Tengah, Sri Umiyati memilih untuk menjual sawah demi melaksanakan rukun islam kelima.Sri Umiyati mengatakan, jual sawah laku sekitar Rp 260 juta demi mewujudkan pesan orang tuanya (Bapaknya).
Baca Juga:
Uang dari penjualan sawah itu, kata Sri, sebanyak Rp 108 juta uang dia harus bayarkan untuk melunasi Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih).
Saat ditanya kenapa rela jual sawah? dengan tegas ia menjawab. "Ingin menyempurnakan agama, menjalankan rukun islam kelima. Bersyukur, alhamdulillah tahun ini bisa naik haji bersama sang putri," ucapnya.
Lailah Nur Faizah, putri Sri Umiyati berangkat menggantikan suaminya yang telah meninggal beberapa tahun yang lalu.
Dalam doa yang dipanjatkan Laila saat puncak haji, ingin mendapat jodoh dan nikah tahun ini.
Baca Juga:"Saya ini ingin dapat jodoh dan nikah tahun ini. Ingin dapat suami yang baik, saleh dan bertanggung jawab," tegasnya. (San).
Ahsan Fauzi / MCH 2026
Sri Umiyati bersama putrinya Lailah Nur Faizah saat di
Jemaah Haji Khusus 2026 Tiba di Tanah Air. MHG: Haji Mabrur Terkoneksi dengan Kebaikan
Imam Tunanetra Asal Sinjai Diabadikan Jadi Nama Masjid di Arab Saudi, Ingin Bisa Melihat Lagi dan ke Tanah Suci Lagi
69.388 Jemaah Haji Tiba, Kemenhaj Dorong Sukses Peradaban melalui Kemabruran Haji
63.813 Jemaah Haji Telah Tiba di Tanah Air, Kemenhaj Ajak Jemaah Jaga Kemabruran
Dengar Kabar Istri Petugas MCH PPIH Meninggal, Wamenhaj Dahnil Terbang ke Malang Beri Dukungan Moral