Selasa, 16 Juni 2026

Dengar Kabar Istri Petugas MCH PPIH Meninggal, Wamenhaj Dahnil Terbang ke Malang Beri Dukungan Moral

Haji 2026
Ahsan Fauzi - Jumat, 12 Juni 2026 19:41 WIB
Dengar Kabar Istri Petugas MCH PPIH Meninggal, Wamenhaj Dahnil Terbang ke Malang Beri Dukungan Moral
MCH 2026
Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Dahnil Anzar Simanjuntak saat takziah di rumah duka Cak Imin di Malang, Jawa Timur, Jumat (12/06/2026)

digtara.com - Berita duka tengah menyelimuti keluarga besar Muhaimin, seorang petugas Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi 2026 dari tusi Media Center Haji (MCH). Di tengah dedikasinya melayani para "Tamu Allah" di Tanah Suci, ia harus menerima kenyataan pahit atas kepergian sang istri tercinta, Diana Maf'ulla, yang meninggal dunia setelah sempat berjuang melawan sakit.

Baca Juga:

Lantaran tengah mengemban amanah negara yang belum usai, pria yang akrab disapa Cak Imin itu harus menahan rindu dan kepedihan karena belum dapat pulang untuk mendampingi langsung proses pemakaman sang istri di Malang, Jawa Timur.

Begitu dapat kabar duka dari salah satu petugas MCH yang ditinggal pergi selama-lamanya oleh istri tercintanya, Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Dahnil Anzar Simanjuntak, beserta jajaran pimpinan Kementerian Haji dan Umrah langsung terbang ke Malang bertakziah langsung ke rumah duka di Malang, Jumat (12/06/2026).

KehadiranWamenhaj Dahnil sebagai bentuk penghormatan dan empati yang mendalam atas musibah yang diterima oleh Cak Imin beserta keluarga besarnya serta dukungan moral dan pelipur lara bagi anak-anak dan keluarga yang ditinggalkan.

Wamenhaj Sapa Cak Imin via Panggilan Video Call

Di sela-sela momen takziah tersebut, Wamenhaj Dahnil menyempatkan diri untuk terhubung langsung dengan Cak Imin melalui sambungan panggilan video (video call). Saat itu, Cak Imin tengah beristirahat di akomodasi petugas haji di Hotel Diwan Al Aseel, Jeddah.

Baca Juga:

Senyum ketegaran terpancar dari wajah Cak Imin saat melihat pimpinan tertingginya hadir memberikan doa secara langsung di ruang tamu rumahnya.

"Kehadiran Pak Wamen beserta para pimpinan Kemenhaj (ke rumah) ini menjadi penghibur bagi kami. Ini menjadi kekuatan tersendiri bagi kami, anak kami, keluarga kami. Mudah-mudahan ini menjadi penguat bagi kami," ungkap Cak Imin.

Bagi Cak Imin, keikhlasan mendiang istrinya melepas sang suami bertugas ke Tanah Suci adalah wujud nyata dari pengorbanan keluarganya. Perhatian dari kementerian ini dianggapnya sebagai sebuah kehormatan yang semakin membulatkan tekadnya untuk menuntaskan amanah hingga akhir masa operasional.

Kisah Badal Umrah: "Sa'i Selesai, Pemakaman Selesai"

Dalam perbincangan hangat tersebut, Wamenhaj sempat menanyakan apakah Cak Imin sudah mem-badal-kan (menggantikan ibadah) umrah untuk almarhumah istrinya. Dengan suara yang sedikit bergetar namun tegar, Cak Imin membagikan momen spiritual yang dialaminya.

Pada Rabu (10/06/2026) pagi waktu Arab Saudi, Cak Imin sempat meminta izin kepada pimpinannya di MCH untuk berangkat ke Masjidil Haram. Niat awalnya adalah murni untuk memanjatkan doa kesembuhan di depan Ka'bah, lantaran sang istri baru saja dikabarkan masuk ruang Intensive Care Unit (ICU).

Namun, takdir berkata lain, manusia hanya bisa berencana, semuanya kembali ke sang Khaliq (pencipta). "Ketika di tengah perjalanan, kemudian mendapat kabar kalau istri sudah tiada," kenangnya.

Ditengah suasana yang menyedihkan dan mendebarkan, apakah lanjut atau kembali ke hotel? Cak Imin memantapkan langkahnya untuk lanjut ke Masjidil Haram. Ia segera singgah daerah Tan'im, tepatnya di Masjid Sayyidah Aisyah (salah satu batas miqat) untuk meluruskan niat melakukan badal umrah yang dihajatkan khusus bagi almarhumah.

Ada sinkronisasi waktu yang begitu menggetarkan hati saat ia menunaikan rukun-rukun umrah tersebut dari Makkah, bersamaan dengan prosesi pemakaman istrinya di Malang.

"Ketika saya melaksanakan badal umrah, juga pas istri lagi diproses sampai dengan penguburan. Alhamdulillah, sa'i selesai, penguburan (di Malang) selesai. Insyaallah tugas saya sebagai suami sudah paripurna," tutur Cak Imin menahan haru.

Baca Juga:

Ia pun membagikan satu impian yang belum sempat terwujud. Rencana awalnya, setelah tugas negara ini purna, ia ingin sekali mengajak sang istri kembali ke Tanah Suci untuk umrah dan berziarah ke Makkah dan Madinah bersama-sama. "Tapi ya, takdir berkata lain, Pak Wamen. Allah lebih sayang," ucapnya ikhlas.

Kini, berbekal doa dan ketegaran dari keluarganya di Tanah Air, Cak Imin berkomitmen untuk tidak mundur satu langkah pun. Ia dijadwalkan akan tetap ikut bergeser ke Madinah pada 16 Juni mendatang untuk mengawal kepulangan jemaah gelombang kedua, dan baru akan kembali ke Indonesia pada penerbangan kloter terakhir petugas Daker Bandara, yakni pada 2 Juli 2026 mendatang.

"Sehat-sehat ya, Mas," ucap Wamenhaj Dahnil mengakhiri panggilan, menutup interaksi yang membuktikan besarnya pengorbanan seorang petugas haji di lapangan. (San).

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Ahsan Fauzi
SHARE:
Tags
Berita Terkait
95.178 Jemaah Haji Indonesia Telah Diterbangkan ke Tanah Air, Fase Pemulangan Gelombang I Berakhir

95.178 Jemaah Haji Indonesia Telah Diterbangkan ke Tanah Air, Fase Pemulangan Gelombang I Berakhir

Meneladani Mbah Moen, Ulama Kharismatik yang Selalu Menggaungkan Nasionalisme dan Menjadi Penyejuk Umat

Meneladani Mbah Moen, Ulama Kharismatik yang Selalu Menggaungkan Nasionalisme dan Menjadi Penyejuk Umat

85.290 Jemaah Tiba di Tanah Air, Kemenhaj Ajak Jaga Kepedulian

85.290 Jemaah Tiba di Tanah Air, Kemenhaj Ajak Jaga Kepedulian

Menhaj: Asrama Haji Makassar Harus Jadi Model Layanan Haji Indonesia Timur

Menhaj: Asrama Haji Makassar Harus Jadi Model Layanan Haji Indonesia Timur

Tak Menyangka Namanya Diabadikan untuk Masjid di Arab Saudi, Tiba di Makassar Saifuddin Disambut Pelukan Hangat Menteri Haji

Tak Menyangka Namanya Diabadikan untuk Masjid di Arab Saudi, Tiba di Makassar Saifuddin Disambut Pelukan Hangat Menteri Haji

Imam Tunanetra Asal Sinjai Diabadikan Jadi Nama Masjid di Arab Saudi, Ingin Bisa Melihat Lagi dan ke Tanah Suci Lagi

Imam Tunanetra Asal Sinjai Diabadikan Jadi Nama Masjid di Arab Saudi, Ingin Bisa Melihat Lagi dan ke Tanah Suci Lagi

Komentar
Berita Terbaru