Senin, 09 Maret 2026

Serangan AS-Israel ke Iran Ancam Harga Minyak dan Picu Risiko Resesi Global

Arie - Minggu, 01 Maret 2026 08:45 WIB
Serangan AS-Israel ke Iran Ancam Harga Minyak dan Picu Risiko Resesi Global
suara.com
Serangan AS-Israel ke Iran Ancam Harga Minyak dan Picu Risiko Resesi Global

digtara.com -Serangan militer gabungan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran memicu kekhawatiran serius terhadap stabilitas ekonomi global. Iran merupakan salah satu anggota penting OPEC dan produsen minyak utama di dunia, sehingga konflik berskala besar berpotensi mengguncang pasar energi internasional.

Baca Juga:

Para pakar energi menilai bahwa gangguan pasokan minyak di Timur Tengah bisa menjadi pemicu resesi global dalam skenario terburuk, terutama jika jalur distribusi utama ikut terdampak.

Peran Strategis Iran dan Ancaman ke Selat Hormuz

Sebagai anggota OPEC, Iran tercatat sebagai produsen minyak terbesar keempat dengan produksi lebih dari 3 juta barel per hari pada Januari lalu.

Baca Juga:
Namun ancaman terbesar bukan hanya pada produksi domestik Iran, melainkan pada posisinya yang strategis terhadap Selat Hormuz. Jalur ini merupakan salah satu rute perdagangan minyak mentah paling vital di dunia.

Data dari firma konsultan energi Kpler menunjukkan bahwa sepanjang 2025, lebih dari 14 juta barel minyak per hari melewati Selat Hormuz. Angka tersebut setara dengan sekitar sepertiga total ekspor minyak mentah global melalui jalur laut.

Bob McNally, pendiri Rapidan Energy dan mantan penasihat energi Gedung Putih, dalam wawancaranya dengan CNBC memperingatkan bahwa penutupan Selat Hormuz dalam jangka panjang hampir pasti memicu resesi global.

Ia menilai pasar selama ini meremehkan kemampuan Teheran dalam mengganggu lalu lintas komersial di kawasan tersebut.

Harga Minyak Berpotensi Tembus 100 Dolar AS

Iran dilaporkan memiliki persediaan ranjau laut dan rudal jarak pendek yang cukup untuk membuat Selat Hormuz tidak aman bagi kapal tanker. Jika jalur ini terganggu, harga minyak mentah diperkirakan bisa melonjak melampaui 100 dolar AS per barel.

Baca Juga:
Pada penutupan perdagangan Jumat, harga minyak mentah Brent tercatat naik 2,45 persen ke level 72,48 dolar AS per barel. Sementara itu, WTI menguat 2,78 persen menjadi 67,02 dolar AS per barel.

Analis memperkirakan saat perdagangan dibuka kembali, harga berpotensi melonjak tambahan 5 hingga 7 dolar AS per barel sebagai respons terhadap risiko geopolitik yang meningkat.

Dampak Terbesar bagi Asia

Dampak krisis ini diprediksi paling berat dirasakan negara-negara Asia. Sekitar tiga perempat minyak yang melewati Selat Hormuz dikirim ke China, India, Jepang, dan Korea Selatan.

China sebagai ekonomi terbesar kedua dunia bahkan mengandalkan sekitar separuh impor minyak mentahnya dari jalur tersebut. Jika akses terganggu, negara-negara Asia berpotensi melakukan penimbunan besar-besaran yang dapat memicu persaingan harga ekstrem di pasar energi global.

Opsi Penyelamatan yang Terbatas

Baca Juga:
Beberapa opsi mitigasi memang tersedia, tetapi kapasitasnya terbatas.

Arab Saudi dan Uni Emirat Arab memiliki jalur pipa alternatif yang dapat memintas Selat Hormuz. Namun kapasitasnya hanya mampu mengalihkan sebagian kecil dari total kebutuhan global.

Di sisi lain, pemerintahan Donald Trump dapat mencairkan Cadangan Minyak Strategis Amerika Serikat yang saat ini diperkirakan sekitar 415 juta barel. Meski demikian, analis menilai langkah tersebut tidak akan cukup jika krisis berlangsung dalam waktu lama dan melibatkan gangguan besar terhadap pasokan anggota IEA.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Iran Tunjuk Mojtaba Khamenei sebagai Pemimpin Tertinggi Baru, Harga Minyak Dunia Melonjak

Iran Tunjuk Mojtaba Khamenei sebagai Pemimpin Tertinggi Baru, Harga Minyak Dunia Melonjak

Operasi Militer Lawan Iran, AS Rugi Rp91 Triliun dalam 100 Jam Operation Epic Fury

Operasi Militer Lawan Iran, AS Rugi Rp91 Triliun dalam 100 Jam Operation Epic Fury

Selat Hormuz Lumpuh, Harga Minyak Dunia Melambung Tembus 82 Dolar AS

Selat Hormuz Lumpuh, Harga Minyak Dunia Melambung Tembus 82 Dolar AS

6.047 Jemaah Umrah Telah Pulang ke Tanah Air, Pemerintah Pastikan Keselamatan dan Keamanan Jemaah Saat Kondisi Timteng Masih Memanas

6.047 Jemaah Umrah Telah Pulang ke Tanah Air, Pemerintah Pastikan Keselamatan dan Keamanan Jemaah Saat Kondisi Timteng Masih Memanas

Perang AS–Israel vs Iran 2026: Daftar Negara Terdampak dan Siaga Tinggi

Perang AS–Israel vs Iran 2026: Daftar Negara Terdampak dan Siaga Tinggi

Ali Khamenei Gugur dalam Serangan AS-Israel, Iran Tetapkan Kepemimpinan Sementara

Ali Khamenei Gugur dalam Serangan AS-Israel, Iran Tetapkan Kepemimpinan Sementara

Komentar
Berita Terbaru