AS-Iran Kembali Berunding di Swiss hingga Penutupan Selat Hormuz Gegara Ulah Israel
digtara.com -Sejumlah peristiwa internasional menjadi sorotan pada Senin (22/6/2026), mulai dari dimulainya kembali negosiasi antara Iran dan Amerika Serikat di Swiss hingga keputusan Iran menutup kembali Selat Hormuz di tengah meningkatnya ketegangan kawasan Timur Tengah.
Baca Juga:
Delegasi Iran dan Amerika Serikat kembali menggelar pembicaraan di Swiss pada Minggu (21/6) waktu setempat. Pertemuan ini berlangsung setelah agenda negosiasi sebelumnya tertunda akibat meningkatnya konflik di kawasan, termasuk serangan Israel ke Lebanon.
Delegasi Amerika Serikat dipimpin oleh Wakil Presiden JD Vance, sementara Iran diwakili Ketua Parlemen Mohammad Bagher Ghalibaf dan Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi.
Dalam keterangannya, Vance menyebut pembicaraan akan berfokus pada dua isu utama, yakni program nuklir Iran dan upaya mendorong gencatan senjata di Lebanon.
Sementara itu, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei, menegaskan bahwa Teheran akan menuntut komitmen seluruh pihak yang terlibat dalam perundingan agar kesepakatan yang dicapai dapat dijalankan secara konsisten.
Baca Juga:
Meloni Bantah Klaim Trump Soal Foto Bersama
Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni membantah pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang mengklaim dirinya sangat ingin berfoto bersama dalam pertemuan KTT G7 di Prancis.
Meloni menyebut pernyataan tersebut tidak sesuai fakta dan mengaku terkejut dengan komentar yang disampaikan Trump.
"Pernyataan Donald Trump sepenuhnya fiktif. Saya tidak tahu mengapa Presiden Amerika Serikat bersikap seperti ini terhadap sekutunya sendiri," ujar Meloni dalam sebuah video yang dirilis pada Jumat (19/6).
Meloni menilai pernyataan tersebut tidak berdasar dan menyayangkan sikap Trump terhadap negara-negara sekutu Amerika Serikat.
Iran Kembali Tutup Selat Hormuz Gegara Ulah Israel
Di tengah meningkatnya ketegangan regional, militer Iran mengumumkan penutupan kembali Selat Hormuz pada Sabtu (20/6).
Langkah tersebut diambil sebagai respons atas serangan lanjutan Israel ke wilayah Lebanon yang menurut Teheran melanggar kesepakatan yang sebelumnya telah dicapai antara Iran dan Amerika Serikat.
Baca Juga:Dalam pernyataannya, Markas Besar Pusat Khatam Al Anbiya menegaskan bahwa penutupan jalur pelayaran strategis tersebut merupakan bentuk respons awal terhadap perkembangan situasi keamanan di kawasan.
"Selat Hormuz akan ditutup untuk lalu lintas kapal. Langkah ini merupakan respons terhadap pelanggaran yang terjadi, dan tindakan lebih lanjut dapat diambil apabila agresi terus berlanjut," demikian pernyataan militer Iran.
Selat Hormuz merupakan salah satu jalur pelayaran energi terpenting di dunia karena menjadi lintasan utama ekspor minyak dan gas dari kawasan Teluk. Setiap gangguan di wilayah tersebut berpotensi memengaruhi stabilitas pasar energi global.
Harga Minyak Dunia Melonjak Setelah Iran Umumkan Penutupan Selat Hormuz
Harga Minyak Dunia Melonjak di Tengah Kebuntuan Perundingan AS-Iran
Kapal Mati Mesin di Perairan Otan, Dua Nelayan Diselamatkan Tim SAR Gabungan
Kabar Baik! Iran dan AS Dikabarkan Sepakati Kerangka Damai, Selat Hormuz Akan Dibuka Kembali
Jaga Keamanan Perairan dan Kawasan Pelabuhan, Kapolres Sumba Timur Patroli Laut Bersama KSOP