BREAKING NEWS: RS Indonesia Gaza Under Attack, Nakes Tak Bisa Bergerak Ditembak Israel
digtara.com - Pasukan Israel diketahui menyerang Rumah Sakit Indonesia di Gaza, Palestina pada Senin (20/11/2023).
Baca Juga:
- Serahkan Daging Dam. Wamenhaj: Presiden Prabowo Subianto Memberikan Perhatian yang Besar Terhadap Perjuangan dan Kondisi Kemanusiaan Rakyat Palestina
- Serangan Iran ke Israel Rusak 1.000 Rumah Lebih di Tel Aviv, Ribuan Warga Ajukan Kompensasi
- 6.047 Jemaah Umrah Telah Pulang ke Tanah Air, Pemerintah Pastikan Keselamatan dan Keamanan Jemaah Saat Kondisi Timteng Masih Memanas
Menurut akun X @mercindonesia, berdasarkan laporan jurnalis Al Jazeera, Anas Syarief, suasana cukup mencekam saat itu.
Pasalnya, pasukan Israel akan segera menembak setiap pergerakan orang tanpa pandang bulu. Hal ini menyebabkam para nakes yang tersisa kesulitan untuk menyelamatkan para korban.
Penyerangan ini terjadi di lantai 2 sebelah utara dalam suasana gelap dikarenakan tak ada lagi pasokan listrik di sana.
Menurut laporan, delapan orang tewas dalam serangan dalam semalam, tanpa peringatan sebelumnya.
"RS INDONESIA UNDERATTACK
Info Wartawan Al Jazeera, Anas Syarief live:
- Terjadi penyerangan di lt 2 sebelah utara
- Nakes tidak bisa bergerak mengambill korban karena ditembak secara langsung," tulis akun tersebut seperti Suara.com terima kutip Senin (20/11/2023).
Namun, Anas menyebut dirinya belum melihat secara lansung tank di sekitar Rumah Sakit Indonesia. Saat sedang live via telfon, ia bahkan mendengar suara tembakan ke arahnya.
Serahkan Daging Dam. Wamenhaj: Presiden Prabowo Subianto Memberikan Perhatian yang Besar Terhadap Perjuangan dan Kondisi Kemanusiaan Rakyat Palestina
Serangan Iran ke Israel Rusak 1.000 Rumah Lebih di Tel Aviv, Ribuan Warga Ajukan Kompensasi
6.047 Jemaah Umrah Telah Pulang ke Tanah Air, Pemerintah Pastikan Keselamatan dan Keamanan Jemaah Saat Kondisi Timteng Masih Memanas
Perang AS–Israel vs Iran 2026: Daftar Negara Terdampak dan Siaga Tinggi
Ali Khamenei Gugur dalam Serangan AS-Israel, Iran Tetapkan Kepemimpinan Sementara