Sabtu, 17 Oktober 2026

6.047 Jemaah Umrah Telah Pulang ke Tanah Air, Pemerintah Pastikan Keselamatan dan Keamanan Jemaah Saat Kondisi Timteng Masih Memanas

Perlindungan Jemaah Umrah
Ahsan Fauzi - Selasa, 03 Maret 2026 06:35 WIB
6.047 Jemaah Umrah Telah Pulang ke Tanah Air, Pemerintah Pastikan Keselamatan dan Keamanan Jemaah Saat Kondisi Timteng Masih Memanas
Humas Kemenhaj
Konjen RI di Jeddah Yusron B. Ambary (jas abu-abu) memantau kepulangan jamaah umrah Indonesia di Bandara King Abdulaziz Jeddah, Minggu (01/03/2026)

digtara.com - Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia mengamati situasi keamanan di kawasan Timur Tengah yang masih memanas dan dinamika penerbangan. Kini pemerintah berfokus pada keselamatan, keamanan dan perlindungan bagi jemaah umrah. Pemerintah memastikan seluruh proses penanganan dilakukan secara terukur, terkoordinasi, dan mengutamakan keselamatan jemaah.Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah RI, Ichsan Marsha menyampaikan bahwa proses kepulangan jemaah terus berjalan secara bertahap.

Baca Juga:

"Sejak 28 Februari hingga 1 Maret 2026, sebanyak 6.047 jemaah telah kembali ke Tanah Air dengan aman. Pemerintah terus mengawal proses ini agar seluruh jemaah dapat pulang secara bertahap dan tertib," ujar Ichsan di Jakarta, Minggu (02/03/2026).

Ichsan mengungkapkan pada Sabtu, 28 Februari 2026, terdapat 4.200 jemaah umrah yang kembali ke Tanah Air menggunakan 12 penerbangan. Sementara pada Minggu, 1 Maret 2026, terdapat 2.047 jemaah umrah yang pulang ke Tanah Air menggunakan 5 penerbangan.

Adapun calon jemaah umrah yang direncanakan berangkat hingga sebelum musim haji pada 18 April 2026 berjumlah 43.363 orang yang berasal dari 439 PPIU.

Baca Juga:
"Kami memastikan setiap PPIU menjalankan kewajibannya secara penuh, mulai dari pemberangkatan, pelayanan selama di Arab Saudi, hingga kepulangan jemaah. Tanggung jawab itu tidak boleh diabaikan," tegas Ichsan.

Pemerintah juga meminta agar komunikasi antara PPIU dan jemaah terus dijalin dengan baik.

"Kami mengajak jemaah dan PPIU untuk saling memahami. Yang utama adalah memastikan seluruh jemaah tetap aman, terlayani, dan mendapatkan kepastian," lanjutnya.

Terkait aspek pelindungan, Ichsan menegaskan bahwa negara hadir. Jemaah yang mengalami kendala perlindungan, persoalan hukum, atau kondisi darurat di Arab Saudi maupun negara transit diminta segera menghubungi KBRI atau KJRI setempat.

"Kami bersama Kementerian Luar Negeri terus berkoordinasi dengan perwakilan RI di luar negeri untuk memastikan setiap persoalan jemaah ditangani cepat dan tepat. Kami meminta seluruh jemaah tetap tenang dan mengikuti arahan resmi," tegas Ichsan.

Demi mengutamakan aspek keselamatan dan pelindungan jemaah. "Kami (Kemenhaj, red) mengimbau jemaah umrah yang dijadwalkan berangkat dalam waktu dekat untuk menunda keberangkatannya hingga kondisi di Timur Tengah kembali kondusif," pungkasnya. (San).

Baca Juga:

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Ahsan Fauzi
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Tanur Muthmainnah Buka Akses Umrah dan Haji Khusus Plus dengan Skema Cicilan di Semarang

Tanur Muthmainnah Buka Akses Umrah dan Haji Khusus Plus dengan Skema Cicilan di Semarang

Kemnaker Siapkan BLK Khusus Disabilitas, Karya Perajin Tembus Pasar Ekspor

Kemnaker Siapkan BLK Khusus Disabilitas, Karya Perajin Tembus Pasar Ekspor

Waketum PP DMI Imam Addaruqutni: Akustik Masjid Harus Diperhatikan, Suara Dakwah Jangan Tak Jelas

Waketum PP DMI Imam Addaruqutni: Akustik Masjid Harus Diperhatikan, Suara Dakwah Jangan Tak Jelas

Baznas Targetkan Pengumpulan Zakat Nasional Rp70 Triliun pada 2027

Baznas Targetkan Pengumpulan Zakat Nasional Rp70 Triliun pada 2027

Gratis dan Penuh Fasilitas, IPHI Rembang Tambah Praktik Manasik Haji 2027

Gratis dan Penuh Fasilitas, IPHI Rembang Tambah Praktik Manasik Haji 2027

FRHI Buka Ruang Kolaborasi, Dorong Profesionalisme Relawan Haji Indonesia

FRHI Buka Ruang Kolaborasi, Dorong Profesionalisme Relawan Haji Indonesia

Komentar
Berita Terbaru