Sabtu, 13 Juli 2024

Berkunjung ke Kupang, Menkes RI Bagikan Bibit Nyamuk DBD Kepada Warga

Imanuel Lodja - Rabu, 25 Oktober 2023 08:03 WIB
Berkunjung ke Kupang, Menkes RI Bagikan Bibit Nyamuk DBD Kepada Warga
istimewa
Berkunjung ke Kupang, Menkes RI Bagikan Bibit Nyamuk DBD Kepada Warga

digtara.com - Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin melakukan kunjungan kerja ke Kota Kupang, NTT.

Baca Juga:

Bukan membagikan obat-obatan gratis kepada masyarakat Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), namun Menkes membagikan bibit nyamuk demam berdarah dengue (DBD).

Pembagian bibit nyamuk ini merupakan pelaksanaan program Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Metode ini dipercaya bisa menurunkan angka terjangkitnya DBD.

Korlap Wolbachia, Jane Pandie menjelaskan, bibit nyamuk yang dibagikan kepada masyarakat untuk dibudidayakan adalah jenis Aedes Aegypti yang telah disuntikan bakteri Wolbachia.

Tujuannya, nyamuk dewasa yang sudah mengandung bakteri Wolbachia bisa melumpuhkan Virus Dengue di nyamuk Aedes Aegypti lokal saat terjadi perkawinan.

Menurut Jane Pandie, nyamuk yang mengandung bakteri Wolbachia ini tidak berbahaya bagi manusia. Jika terkena sengatannya, manusia hanya akan terasa gatal di permukaan kulit.

"Tujuannya katong (kita) membagikan telur nyamuk Wolbachia tadi supaya menggantikan secara alamiah populasi nyamuk Aides yang sudah ada di Kota Kupang," ujarnya.

"Dengan pergantiannya melalui pewarisan keturunan yaitu kawin mawin. Tujuannya katong kasi dewasa dong (mereka) lalu dilepas untuk bisa kawin dengan nyamuk lokal yang ada di katong pu rumah," tambah Jane Pandie.

Ia menjelaskan, jika terjadi perkawinan maka secara otomatis nyamuk Aedes Aegypti akan mengantarkan bakteri Wolbachia yang sudah ada di nyamuk Aedes, menggantikan Virus Dengue yang ada di dalam tubuh.

"Jadi virus itu ada tapi dia sonde bisa berkembang," ungkap Jane Pandie.
Menurut Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, bibit telur nyamuk Aedes Aegypti ini hanya dibagikan di Kota Kupang sebagai pilot project, serta kota-kota besar di Indonesia.

"Nah biasanya daerah-daerah yang ada demam berdarah adalah di daerah perkotaan, bukan daerah daerah pedesaan. Jadi memang ini Wolbachia programnya untuk daerah kota kota besar, bukan daerah pedesaan yang jenis nyamuknya berbeda dan penyakitnya berbeda," ungkapnya.


Setiap warga akan dibagikan ember dengan jumlah 200 hingga 250 telur nyamuk Wolbachia, dengan jarak atau radius setiap embernya sekitar 75 meter.

Pembagian Aedes Aegypti ini diharapkan bisa mencegah dan menekan angka penderita DBD yang terjadi setiap bulannya.

Berkunjung ke Kupang, Menkes RI Bagikan Bibit Nyamuk DBD Kepada Warga

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Arie
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Lengkapi Berkas Perkara, Kasus Pembunuhan di Kupang Timur Direka Ulang

Lengkapi Berkas Perkara, Kasus Pembunuhan di Kupang Timur Direka Ulang

Kompolnas ke NTT Bahas Kesiapan Pilkada 2024 dan Klarifikasi Keluhan Masyarakat

Kompolnas ke NTT Bahas Kesiapan Pilkada 2024 dan Klarifikasi Keluhan Masyarakat

Antisipasi Judol di Kalangan Anggota Polri, Kapolres Kupang Periksa Handphone Anggota

Antisipasi Judol di Kalangan Anggota Polri, Kapolres Kupang Periksa Handphone Anggota

Cari Modal Judi Online, Warga Kupang jadi Calo Tiket dan Ditangkap Polisi

Cari Modal Judi Online, Warga Kupang jadi Calo Tiket dan Ditangkap Polisi

Pelaku Pencabulan Anak Dibawah Umur di Rote Ndao Dijebloskan dalam Tahanan

Pelaku Pencabulan Anak Dibawah Umur di Rote Ndao Dijebloskan dalam Tahanan

Dimarahi karena Nekat Bawa Perempuan Lain ke Rumah, Pria di Flores Timur Malah Aniaya Istri

Dimarahi karena Nekat Bawa Perempuan Lain ke Rumah, Pria di Flores Timur Malah Aniaya Istri

Komentar
Berita Terbaru