Sabtu, 02 Mei 2026

Dipengaruhi Harapan Stimulus AS, Rupiah Ditutup Melemah

- Selasa, 29 September 2020 03:11 WIB
Dipengaruhi Harapan Stimulus AS, Rupiah Ditutup Melemah

digtara.com – Dalam penutupan perdagangan rupiah ditutup melemah tipis 27 point di level 14.900 dari penutupan sebelumnya di level 14.873. Dipengaruhi Harapan Stimulus AS, Rupiah Ditutup Melemah

Baca Juga:

Dalam perdagangan besok pagi mata uang rupiah kemungkinan dibuka melemah 60 point. Namun, dalam penutupan kemungkinan rupiah melemah tipis di level 10-30 point di level 14.890-14.960. Hal ini, dipengaruhi oleh kondisi internal maupun eksternal.

Direktur PT TRFX Garuda Berjangka, Ibrahim Assuaibi menjelaskan faktor eksternal, antara lain dikarenakan jelang debat calon Presiden AS.

Dimana New York Times melaporkan bahwa Presiden Donald Trump membayar sangat sedikit pajak penghasilan dalam beberapa tahun terakhir.

Hal itu karena kerugian besar dari perusahaan bisnisnya mengimbangi pendapatan ratusan juta dolar.

“Beberapa investor sekarang mengharapkan Kongres AS untuk meloloskan paket stimulus apa pun, yang dipandang penting untuk mendukung ekonomi yang dilanda pandemi, sebelum pemilihan,” kata Ibrahim dalam keterangan rasmi.

Alasan lainnya, Ibrahim menjelaskan saat ini investor juga menunggu banyak data karena akhir bulan semakin dekat, dengan China akan merilis Indeks Manajer Pembelian (PMI) manufaktur dan non-manufaktur, serta PMI manufaktur Caixin.

“AS juga akan merilis data ekonomi, termasuk indeks kepercayaan konsumen Conference Board (CB) September pada hari Selasa dan Indeks Manajer Pembelian Manufaktur (PMI) Institute of Supply Management (ISM) pada hari Kamis,” jelas Ibrahim.

Adapun faktor internal, secara garis besar pergerakan rupiah dipengaruhi situasi pandemi dan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang masih berlangsung hingga saat ini.

Dengan jumlah kasus yang terus meningkat dan mengkhawatirkan, Presiden Joko Widodo menghimbau kepada Pemerintah Daerah untuk kembali melakukan PSBB berbasis lokal guna untuk menahan laju penyebaran pandemi virus corona (Covid-19).

“Intervensi berbasis lokal yang dimaksud adalah pembatasan sosial berskala mikro (PSBM), misalnya di tingkat RT, RW, kantor, atau pondok pesantren yang dianggap lebih efektif menekan angka penularan sehingga akan lebih mudah pengawasannya di bandingkan dengan PSBB tingkat provinsi yang sulit untuk pengawasannya,” kata Ibrahim.

Disamping itu PSBB berskala mikro dinilai akan menambah dan meningkatkan daya beli masyarakat. Ini karena tidak adanya pembatasan di tempat-tempat yang berbasis ekonomi seperti pasar, mall, restoran dan cafe.

“Ini bisa diterapkan di DKI Jakarta kedepan. Apalagi Bank Indonesia (BI) memperkirakan bulan September ini akan terjadi inflasi meskipun tipis,” ujar Ibrahim seperti dikutip dari Liputan6.com.

Berdasarkan perkembangan terbaru Survei Pemantauan Harga (SPH) minggu keempat September, BI memproyeksikan akan terjadi inflasi sebesar 0,01 persen (mom).

Jika mengacu pada SPH minggu pertama hingga minggu ketiga bulan ini, bank sentral nasional memprediksi deflasi sebesar -0,01 persen (mom).

“Apabila proyeksi BI benar, maka inflasi bulan September 2020 secara tahun berjalan bakal berada di angka 0,95 persen (ytd) dan secara tahunan sebesar 1,48 persen (yoy). Ini pun masih lebih rendah dari sasaran target inflasi BI untuk tahun ini di 3±1 persen,” pungkasnya.

[ya]  Dipengaruhi Harapan Stimulus AS, Rupiah Ditutup Melemah

Saksikan video-video terbaru lainnya hanya di Channel YoutubeDigtara TV. Jangan lupa, like comment and Subscribe.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Bermodal Printer Epson L321, Pasutri di Kupang Cetak dan Edarkan Upal Hingga Sumatera-Jawa dan Kalimantan

Bermodal Printer Epson L321, Pasutri di Kupang Cetak dan Edarkan Upal Hingga Sumatera-Jawa dan Kalimantan

Bentrok di Perumahan Eks Pejuang Timor-Timur, Empat Warga Terluka dan Sejumlah Pelaku Diamankan

Bentrok di Perumahan Eks Pejuang Timor-Timur, Empat Warga Terluka dan Sejumlah Pelaku Diamankan

Rinto Subekti Ajak Masyarakat Teruskan Estafet Perjuangan Pahlawan dengan Jaga Persatuan

Rinto Subekti Ajak Masyarakat Teruskan Estafet Perjuangan Pahlawan dengan Jaga Persatuan

Hore! Uang Saku Program Pemagangan Nasional 2026 Naik, Kemnaker Sesuaikan dengan Upah Minimum

Hore! Uang Saku Program Pemagangan Nasional 2026 Naik, Kemnaker Sesuaikan dengan Upah Minimum

Langsung Cair! 15 Aplikasi Penghasil Uang Tanpa Modal 2026 Tanpa Undang Teman

Langsung Cair! 15 Aplikasi Penghasil Uang Tanpa Modal 2026 Tanpa Undang Teman

Link DANA Kaget WhatsApp 2026: Cara Gabung Grup WA Aktif dan Aman dari Penipuan

Link DANA Kaget WhatsApp 2026: Cara Gabung Grup WA Aktif dan Aman dari Penipuan

Komentar
Berita Terbaru