Kamis, 20 Agustus 2026

Dipengaruhi Harapan Stimulus AS, Rupiah Ditutup Melemah

- Selasa, 29 September 2020 03:11 WIB
Dipengaruhi Harapan Stimulus AS, Rupiah Ditutup Melemah

digtara.com – Dalam penutupan perdagangan rupiah ditutup melemah tipis 27 point di level 14.900 dari penutupan sebelumnya di level 14.873. Dipengaruhi Harapan Stimulus AS, Rupiah Ditutup Melemah

Baca Juga:

Dalam perdagangan besok pagi mata uang rupiah kemungkinan dibuka melemah 60 point. Namun, dalam penutupan kemungkinan rupiah melemah tipis di level 10-30 point di level 14.890-14.960. Hal ini, dipengaruhi oleh kondisi internal maupun eksternal.

Direktur PT TRFX Garuda Berjangka, Ibrahim Assuaibi menjelaskan faktor eksternal, antara lain dikarenakan jelang debat calon Presiden AS.

Dimana New York Times melaporkan bahwa Presiden Donald Trump membayar sangat sedikit pajak penghasilan dalam beberapa tahun terakhir.

Hal itu karena kerugian besar dari perusahaan bisnisnya mengimbangi pendapatan ratusan juta dolar.

“Beberapa investor sekarang mengharapkan Kongres AS untuk meloloskan paket stimulus apa pun, yang dipandang penting untuk mendukung ekonomi yang dilanda pandemi, sebelum pemilihan,” kata Ibrahim dalam keterangan rasmi.

Alasan lainnya, Ibrahim menjelaskan saat ini investor juga menunggu banyak data karena akhir bulan semakin dekat, dengan China akan merilis Indeks Manajer Pembelian (PMI) manufaktur dan non-manufaktur, serta PMI manufaktur Caixin.

“AS juga akan merilis data ekonomi, termasuk indeks kepercayaan konsumen Conference Board (CB) September pada hari Selasa dan Indeks Manajer Pembelian Manufaktur (PMI) Institute of Supply Management (ISM) pada hari Kamis,” jelas Ibrahim.

Adapun faktor internal, secara garis besar pergerakan rupiah dipengaruhi situasi pandemi dan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang masih berlangsung hingga saat ini.

Dengan jumlah kasus yang terus meningkat dan mengkhawatirkan, Presiden Joko Widodo menghimbau kepada Pemerintah Daerah untuk kembali melakukan PSBB berbasis lokal guna untuk menahan laju penyebaran pandemi virus corona (Covid-19).

“Intervensi berbasis lokal yang dimaksud adalah pembatasan sosial berskala mikro (PSBM), misalnya di tingkat RT, RW, kantor, atau pondok pesantren yang dianggap lebih efektif menekan angka penularan sehingga akan lebih mudah pengawasannya di bandingkan dengan PSBB tingkat provinsi yang sulit untuk pengawasannya,” kata Ibrahim.

Disamping itu PSBB berskala mikro dinilai akan menambah dan meningkatkan daya beli masyarakat. Ini karena tidak adanya pembatasan di tempat-tempat yang berbasis ekonomi seperti pasar, mall, restoran dan cafe.

“Ini bisa diterapkan di DKI Jakarta kedepan. Apalagi Bank Indonesia (BI) memperkirakan bulan September ini akan terjadi inflasi meskipun tipis,” ujar Ibrahim seperti dikutip dari Liputan6.com.

Berdasarkan perkembangan terbaru Survei Pemantauan Harga (SPH) minggu keempat September, BI memproyeksikan akan terjadi inflasi sebesar 0,01 persen (mom).

Jika mengacu pada SPH minggu pertama hingga minggu ketiga bulan ini, bank sentral nasional memprediksi deflasi sebesar -0,01 persen (mom).

“Apabila proyeksi BI benar, maka inflasi bulan September 2020 secara tahun berjalan bakal berada di angka 0,95 persen (ytd) dan secara tahunan sebesar 1,48 persen (yoy). Ini pun masih lebih rendah dari sasaran target inflasi BI untuk tahun ini di 3±1 persen,” pungkasnya.

[ya]  Dipengaruhi Harapan Stimulus AS, Rupiah Ditutup Melemah

Saksikan video-video terbaru lainnya hanya di Channel YoutubeDigtara TV. Jangan lupa, like comment and Subscribe.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Disebut 'Suanggi', Warga Oebufu-Kota Kupang Terlibat Salah Paham

Disebut 'Suanggi', Warga Oebufu-Kota Kupang Terlibat Salah Paham

9 Tools AI untuk Akuntansi yang Bisa Bantu Otomatisasi Pekerjaan

9 Tools AI untuk Akuntansi yang Bisa Bantu Otomatisasi Pekerjaan

951 Pinjol Ilegal Ditutup OJK pada 2026, Beroperasi Lewat Aplikasi dan Situs

951 Pinjol Ilegal Ditutup OJK pada 2026, Beroperasi Lewat Aplikasi dan Situs

4 Cara Cerdas Mengelola Keuangan di Era Digital dengan Bantuan AI

4 Cara Cerdas Mengelola Keuangan di Era Digital dengan Bantuan AI

7 Tips Mengatur Keuangan agar Tabungan Terus Bertambah

7 Tips Mengatur Keuangan agar Tabungan Terus Bertambah

5 Aset yang Bisa Menentukan Kondisi Finansial Anda di Masa Depan

5 Aset yang Bisa Menentukan Kondisi Finansial Anda di Masa Depan

Komentar
Berita Terbaru