IHSG Hari Ini Menguat 0,29%, Saham BRPT, MAPI, dan MEDC Melonjak
digtara.com -Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat pada perdagangan Rabu, 14 Oktober 2026. IHSG naik 0,29 persen ke level 5.943,02, ditopang kenaikan sejumlah saham, termasuk PT Barito Pacific Tbk. (BRPT), PT Mitra Adiperkasa Tbk. (MAPI), dan PT Medco Energi Internasional Tbk. (MEDC).
Baca Juga:
Tercatat sebanyak 291 saham menguat, 342 saham melemah, dan 330 saham bergerak stagnan.
Saham BRPT, MAPI, dan MEDC Jadi Penopang
Sejumlah saham mencatatkan kenaikan signifikan pada perdagangan Rabu. Saham BRPT memimpin daftar saham yang menguat di antara emiten yang disebutkan, disusul MAPI dan MEDC.Berikut pergerakan sejumlah saham yang menguat:
- BRPT naik 9,16 persen ke Rp1.430.
Baca Juga:
- MAPI menguat 8,68 persen ke Rp1.565.
- MEDC naik 6,55 persen ke Rp1.545.
- GOTO menguat 3,70 persen ke Rp28.
- ISAT naik 3,41 persen ke Rp2.120.
- WIFI menguat 3,01 persen ke Rp1.370.
Saham INDY, ADMR, dan DEWA Melemah
Di sisi lain, sejumlah saham berakhir di zona merah. Pelemahan terbesar di antara saham yang tercantum dialami PT Indika Energy Tbk. (INDY).Berikut daftar saham yang mengalami penurunan:
- INDY turun 3,77 persen ke Rp2.550.
- ADMR melemah 3,09 persen ke Rp1.410.
Baca Juga:
- DEWA turun 2,37 persen ke Rp330.
- SCMA terkoreksi 1,70 persen ke Rp173.
- ANTM turun 1,61 persen ke Rp3.050.
- BUMI melemah 1,20 persen ke Rp165.
Inflasi AS dan Sentimen MSCI Jadi Perhatian Investor
Analis Teknikal BRI Danareksa Sekuritas, Reza Diofanda, menilai pelaku pasar perlu mencermati rilis data indeks harga konsumen atau Consumer Price Index (CPI) Amerika Serikat untuk September 2026.Konsensus pasar yang dikutip dalam riset tersebut memperkirakan inflasi tahunan AS mencapai 3,6 persen, meningkat dibandingkan 3,4 persen pada Agustus 2026.
Apabila realisasi inflasi lebih tinggi daripada ekspektasi, dolar AS berisiko menguat. Kondisi itu berpotensi menambah tekanan terhadap rupiah dan memengaruhi aliran dana asing ke pasar negara berkembang.
Selain data inflasi, perkembangan geopolitik dan sentimen menjelang evaluasi MSCI pada November 2026 juga menjadi perhatian investor.
Analisis Teknikal IHSG: Support 5.850 dan Resistance 6.020
Secara teknikal, Reza menilai pola candlestick terakhir IHSG membentuk hammer di area support 5.850–5.800. Pola tersebut membuka peluang terjadinya technical rebound atau pemulihan indeks dalam jangka pendek.Baca Juga:Namun, indikator MACD masih menunjukkan momentum bearish. Karena itu, konfirmasi penguatan tetap diperlukan sebelum pasar dapat memastikan keberlanjutan rebound.
Dalam risetnya pada Rabu, 14 Oktober 2026, Reza menyebut area support IHSG berada di 5.850–5.800. Apabila area tersebut ditembus ke bawah, indeks berisiko melanjutkan pelemahan menuju 5.750.
Sementara itu, resistance terdekat berada pada kisaran 6.000–6.020. Pergerakan IHSG di area ini akan menjadi salah satu acuan untuk menilai kekuatan pemulihan indeks.
Investor tetap perlu memperhatikan volatilitas pasar, perkembangan ekonomi global, dan pergerakan masing-masing saham sebelum mengambil keputusan investasi.
Disclaimer: Artikel ini bukan ajakan untuk membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing investor. Pergerakan harga saham dan IHSG dapat berubah sewaktu-waktu.
IHSG Hari Ini Dibayangi Geopolitik dan MSCI, BRI Danareksa Rekomendasikan PTBA hingga ERAA
IHSG Hari Ini Diprediksi Melemah, MNC Sekuritas Rekomendasikan BRMS, JPFA, hingga MBMA
IHSG Hari Ini 12 Oktober 2026 Berisiko Melemah, MNC Sekuritas Rekomendasikan BRPT hingga BUMI
IHSG Hari Ini 9 Oktober 2026 Berpeluang Menguat, Simak Rekomendasi Saham
IHSG Hari Ini 8 Oktober 2026 Diprediksi Melemah, Ini Saham Pilihan MNC Sekuritas