Nilai Tukar Rupiah Terhadap Dolar AS Hari Ini Rabu 2 September 2026, Diprediksi Melemah
digtara.com - Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS diperkirakan masih berada dalam tekanan pada perdagangan Rabu (2/9/2026). Rupiah diproyeksikan bergerak fluktuatif dengan kecenderungan melemah di tengah sentimen global dan domestik.
Baca Juga:
"Untuk perdagangan besok, mata uang rupiah fluktuatif namun ditutup melemah di rentang Rp17.740 sampai Rp17.790 per dolar AS," kata Ibrahim, Selasa (1/9/2026).
Pada perdagangan Selasa (1/9/2026), rupiah ditutup melemah 22 poin ke level Rp17.744 per dolar AS.
Tekanan terhadap rupiah dipengaruhi oleh kombinasi sentimen global dan kondisi ekonomi dalam negeri.
Konflik Timur Tengah Tekan Rupiah
Dari sisi eksternal, pelaku pasar masih mencermati perkembangan konflik di Timur Tengah. Ketegangan kembali meningkat setelah Presiden AS Donald Trump mengancam melancarkan serangan lanjutan terhadap Iran.Baca Juga:Situasi tersebut menyusul aksi saling serang secara langsung yang terjadi pada akhir pekan lalu. Menurut Ibrahim, perkembangan tersebut kembali meningkatkan ketegangan geopolitik yang sebelumnya sempat bergeser menjadi kebuntuan ekonomi.
"Timur Tengah kembali memanas setelah Presiden AS Donald Trump mengancam akan melancarkan serangan lanjutan terhadap Iran menyusul terjadinya saling serang secara langsung untuk pertama kalinya dalam sebulan terakhir pada hari Minggu. Hal ini meningkatkan ketegangan dalam konflik yang sebelumnya sempat beralih menjadi kebuntuan ekonomi," ujarnya.
Ketidakpastian geopolitik menjadi salah satu faktor yang dapat mendorong permintaan terhadap dolar AS dan memberikan tekanan terhadap rupiah.
Kebijakan Suku Bunga The Fed Jadi Perhatian
Selain konflik Timur Tengah, arah kebijakan suku bunga Federal Reserve atau The Fed juga menjadi perhatian pelaku pasar.Ibrahim mengatakan pidato Ketua The Fed Kevin Warsh di Simposium Jackson Hole yang bernada hawkish kembali meningkatkan ekspektasi kenaikan suku bunga AS paling cepat pada September 2026.
"Pasar kini memperhitungkan peluang sekitar 66% untuk kenaikan suku bunga pada bulan September, naik dari sekitar 38% sebelum pidato Warsh," kata Ibrahim.
Kondisi tersebut menjadi tantangan bagi pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada perdagangan hari ini.
Data Ekonomi Indonesia Jadi Penahan Tekanan
Dari dalam negeri, investor turut mencermati sejumlah data ekonomi terbaru yang dapat memengaruhi pergerakan rupiah.Indonesia mencatat inflasi sebesar 0,21% secara bulanan atau month-to-month (MtM) pada Agustus 2026. Angka tersebut berbalik dari deflasi sebesar 0,14% pada Juli 2026.
Baca Juga:Secara tahunan atau year-on-year (YoY), inflasi Indonesia pada Agustus 2026 tercatat sebesar 3,19%.
Selain inflasi, neraca perdagangan Indonesia kembali mencatatkan surplus sebesar US$120 juta pada Juli 2026. Capaian tersebut berbalik dari defisit sebesar US$450 juta pada Juni 2026.
Nilai ekspor Indonesia pada Juli 2026 juga tercatat sebesar US$26,22 miliar atau tumbuh 6,05% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Data ekonomi domestik tersebut menjadi salah satu faktor yang dapat memberikan dukungan terhadap rupiah di tengah tekanan dari sentimen global.
Proyeksi Nilai Tukar Rupiah Hari Ini
Dengan mempertimbangkan berbagai sentimen tersebut, rupiah diperkirakan masih menghadapi tekanan terhadap dolar AS pada perdagangan Rabu (2/9/2026).Pergerakan rupiah selanjutnya akan dipengaruhi oleh perkembangan konflik Timur Tengah, ekspektasi kebijakan suku bunga The Fed, pergerakan dolar AS, serta respons pasar terhadap data ekonomi Indonesia.
Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar AS Hari Ini, Rabu 26 Agustus 2026 Diprediksi Melemah
Nilai Tukar Rupiah Terhadap Dolar AS Hari Ini, Kamis 20 Agustus 2026 Berpotensi Menguat