Minggu, 19 April 2026

Rupiah Terhadap Dolar AS Hari Ini 18 Desember 2025 Bergerak Fluktuatif, Cenderung Melemah

Arie - Kamis, 18 Desember 2025 08:30 WIB
Rupiah Terhadap Dolar AS Hari Ini 18 Desember 2025 Bergerak Fluktuatif, Cenderung Melemah
net
Ilustrasi.

digtara.com -Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS hari ini 18 Desember 2025 diperkirakan bergerak fluktuatif dengan kecenderungan melemah. Rupiah diproyeksikan berada pada kisaran Rp16.690 hingga Rp16.720 per dolar AS, seiring penguatan indeks dolar Amerika Serikat dan sentimen global yang masih menekan pasar keuangan.

Baca Juga:

Berdasarkan data Bloomberg pada Rabu (17/12/2025), rupiah ditutup melemah tipis sebesar 3,50 poin atau 0,02% ke level Rp16.694 per dolar AS. Pada saat yang sama, indeks dolar AS tercatat menguat 0,47% ke posisi 98,60.

Pelemahan rupiah terjadi di tengah tekanan terhadap mayoritas mata uang Asia. Yen Jepang melemah 0,50%, disusul won Korea Selatan yang terdepresiasi 0,45%. Sementara itu, yuan China dan ringgit Malaysia justru menguat masing-masing 0,04% dan 0,09%.

Pengamat Ekonomi, Mata Uang, dan Komoditas Ibrahim Assuaibi menilai penguatan dolar AS dipicu respons pelaku pasar terhadap sejumlah data ekonomi Amerika Serikat yang dirilis pada Selasa (16/12/2025).

Baca Juga:
Ia menjelaskan bahwa tingkat pengangguran AS naik ke level tertinggi dalam empat tahun terakhir. Selain itu, data nonfarm payroll serta indeks manajer pembelian (PMI) Desember tercatat lebih lemah dari ekspektasi pasar. Kondisi tersebut memperkuat sinyal perlambatan ekonomi Amerika Serikat.

Tekanan terhadap pasar keuangan juga diperkuat oleh data penjualan ritel AS yang melambat pada Oktober dibandingkan bulan sebelumnya. Perlambatan ini terjadi di tengah kekhawatiran pasar terhadap kondisi likuiditas, setelah The Federal Reserve kembali melakukan pembelian obligasi pemerintah pada Desember 2025.

Pelaku pasar saat ini menantikan rilis data inflasi Amerika Serikat yang dinilai akan menjadi penentu arah kebijakan moneter The Fed dalam beberapa waktu ke depan.

Dari sisi geopolitik, sentimen pasar turut dipengaruhi kebijakan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang memerintahkan blokade terhadap kapal tanker minyak yang terkena sanksi dan keluar masuk wilayah Venezuela. Kebijakan tersebut menambah ketidakpastian global dan meningkatkan permintaan terhadap aset safe haven, termasuk dolar AS.

Sementara dari dalam negeri, keputusan Bank Indonesia untuk menahan suku bunga acuan BI Rate di level 4,75% pada Rapat Dewan Gubernur Desember 2025 dinilai menjadi faktor penahan pelemahan rupiah.

Baca Juga:

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Rupiah Hari Ini 17 April 2026 Diprediksi Melemah Tipis, Bergerak di Kisaran Rp17.100–Rp17.200 per Dolar AS

Rupiah Hari Ini 17 April 2026 Diprediksi Melemah Tipis, Bergerak di Kisaran Rp17.100–Rp17.200 per Dolar AS

Rupiah Hari Ini 16 April 2026 Diprediksi Melemah, Tertekan Outflow dan Sentimen Domestik

Rupiah Hari Ini 16 April 2026 Diprediksi Melemah, Tertekan Outflow dan Sentimen Domestik

Rupiah 15 April 2026 Diprediksi Melemah ke Rp17.200 per Dolar AS, Tertekan Sentimen Global

Rupiah 15 April 2026 Diprediksi Melemah ke Rp17.200 per Dolar AS, Tertekan Sentimen Global

Rupiah Diprediksi Melemah ke Rp17.200 per Dolar AS Hari Ini 13 April 2026, Dipicu Geopolitik dan The Fed

Rupiah Diprediksi Melemah ke Rp17.200 per Dolar AS Hari Ini 13 April 2026, Dipicu Geopolitik dan The Fed

Rupiah Diprediksi Melemah ke Rp17.140 per Dolar AS, Sentimen Timur Tengah Tekan Pasar

Rupiah Diprediksi Melemah ke Rp17.140 per Dolar AS, Sentimen Timur Tengah Tekan Pasar

Rupiah Diproyeksi Melemah ke Rp17.040 per Dolar AS Hari Ini, Sentimen Global Masih Bayangi

Rupiah Diproyeksi Melemah ke Rp17.040 per Dolar AS Hari Ini, Sentimen Global Masih Bayangi

Komentar
Berita Terbaru