Rabu, 24 Juni 2026

Rupiah Terhadap Dolar AS Hari Ini 18 Desember 2025 Bergerak Fluktuatif, Cenderung Melemah

Arie - Kamis, 18 Desember 2025 08:30 WIB
Rupiah Terhadap Dolar AS Hari Ini 18 Desember 2025 Bergerak Fluktuatif, Cenderung Melemah
net
Ilustrasi.

digtara.com -Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS hari ini 18 Desember 2025 diperkirakan bergerak fluktuatif dengan kecenderungan melemah. Rupiah diproyeksikan berada pada kisaran Rp16.690 hingga Rp16.720 per dolar AS, seiring penguatan indeks dolar Amerika Serikat dan sentimen global yang masih menekan pasar keuangan.

Baca Juga:

Berdasarkan data Bloomberg pada Rabu (17/12/2025), rupiah ditutup melemah tipis sebesar 3,50 poin atau 0,02% ke level Rp16.694 per dolar AS. Pada saat yang sama, indeks dolar AS tercatat menguat 0,47% ke posisi 98,60.

Pelemahan rupiah terjadi di tengah tekanan terhadap mayoritas mata uang Asia. Yen Jepang melemah 0,50%, disusul won Korea Selatan yang terdepresiasi 0,45%. Sementara itu, yuan China dan ringgit Malaysia justru menguat masing-masing 0,04% dan 0,09%.

Pengamat Ekonomi, Mata Uang, dan Komoditas Ibrahim Assuaibi menilai penguatan dolar AS dipicu respons pelaku pasar terhadap sejumlah data ekonomi Amerika Serikat yang dirilis pada Selasa (16/12/2025).

Baca Juga:
Ia menjelaskan bahwa tingkat pengangguran AS naik ke level tertinggi dalam empat tahun terakhir. Selain itu, data nonfarm payroll serta indeks manajer pembelian (PMI) Desember tercatat lebih lemah dari ekspektasi pasar. Kondisi tersebut memperkuat sinyal perlambatan ekonomi Amerika Serikat.

Tekanan terhadap pasar keuangan juga diperkuat oleh data penjualan ritel AS yang melambat pada Oktober dibandingkan bulan sebelumnya. Perlambatan ini terjadi di tengah kekhawatiran pasar terhadap kondisi likuiditas, setelah The Federal Reserve kembali melakukan pembelian obligasi pemerintah pada Desember 2025.

Pelaku pasar saat ini menantikan rilis data inflasi Amerika Serikat yang dinilai akan menjadi penentu arah kebijakan moneter The Fed dalam beberapa waktu ke depan.

Dari sisi geopolitik, sentimen pasar turut dipengaruhi kebijakan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang memerintahkan blokade terhadap kapal tanker minyak yang terkena sanksi dan keluar masuk wilayah Venezuela. Kebijakan tersebut menambah ketidakpastian global dan meningkatkan permintaan terhadap aset safe haven, termasuk dolar AS.

Sementara dari dalam negeri, keputusan Bank Indonesia untuk menahan suku bunga acuan BI Rate di level 4,75% pada Rapat Dewan Gubernur Desember 2025 dinilai menjadi faktor penahan pelemahan rupiah.

Baca Juga:
Kebijakan tersebut dinilai sejalan dengan kondisi inflasi yang masih terkendali dalam sasaran Bank Indonesia sebesar 2,5±1%, serta upaya menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah meningkatnya ketidakpastian global.

Ibrahim menambahkan bahwa inflasi Indonesia tercatat melambat dari 2,86% secara tahunan pada Oktober menjadi 2,72% pada November 2025. Meski demikian, angka tersebut masih berada di kisaran atas target inflasi Bank Indonesia.

Di sisi lain, kombinasi penurunan Fed Funds Rate dan sikap Bank Indonesia yang mempertahankan suku bunga kebijakan turut mendorong masuknya aliran modal asing ke pasar keuangan domestik, yang diharapkan dapat menopang pergerakan rupiah ke depan.

Baca Juga:

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Rupiah Diproyeksi Melemah ke Rp17.890 per Dolar AS, Dipengaruhi Sentimen Global dan Domestik

Rupiah Diproyeksi Melemah ke Rp17.890 per Dolar AS, Dipengaruhi Sentimen Global dan Domestik

Rupiah Masih Tertekan Meski BI Kembali Naikkan Suku Bunga, Bergerak di Kisaran Rp17.790–Rp17.840 per Dolar AS

Rupiah Masih Tertekan Meski BI Kembali Naikkan Suku Bunga, Bergerak di Kisaran Rp17.790–Rp17.840 per Dolar AS

Rupiah Diproyeksi Melemah, Pasar Menanti Hasil RDG BI dan Arah Kebijakan The Fed

Rupiah Diproyeksi Melemah, Pasar Menanti Hasil RDG BI dan Arah Kebijakan The Fed

Rupiah Berpotensi Menguat pada Perdagangan 17 Juni 2026, Sentimen Perdamaian AS-Iran Jadi Pendorong

Rupiah Berpotensi Menguat pada Perdagangan 17 Juni 2026, Sentimen Perdamaian AS-Iran Jadi Pendorong

Rupiah Berpotensi Bergerak Fluktuatif, Diperkirakan di Kisaran Rp17.800–Rp17.950 per Dolar AS

Rupiah Berpotensi Bergerak Fluktuatif, Diperkirakan di Kisaran Rp17.800–Rp17.950 per Dolar AS

Harga Minyak Dunia Melonjak Setelah Iran Umumkan Penutupan Selat Hormuz

Harga Minyak Dunia Melonjak Setelah Iran Umumkan Penutupan Selat Hormuz

Komentar
Berita Terbaru