Rupiah Diprediksi Masih Tertekan, Berpotensi Bergerak di Atas Rp18.000 per Dolar AS
digtara.com - Nilai tukar rupiah kembali berada di atas level psikologis Rp18.000 per dolar Amerika Serikat (AS) pada penutupan perdagangan Senin (27/7/2026).
Baca Juga:
- Rupiah Hari Ini Melemah ke Rp17.963 per Dolar AS, Harga Minyak dan Konflik Timur Tengah Jadi Tekanan
- Nilai Tukar Rupiah Hari Ini 24 Juli 2026 Diproyeksi Melemah, Dolar AS Berpotensi Sentuh Rp17.980
- Nilai Tukar Rupiah Hari Ini 23 Juli 2026 Diproyeksi Melemah, Bergerak di Kisaran Rp17.920–Rp17.970 per Dolar AS
Direktur PT Traze Andalan Futures, Ibrahim Assuaibi, mengatakan pelemahan rupiah dipicu sentimen negatif pasar setelah kabar pengunduran diri Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo. Menurutnya, kondisi tersebut berpotensi kembali menekan pergerakan rupiah pada perdagangan Selasa (28/7/2026).
Ibrahim memperkirakan rupiah akan bergerak di kisaran Rp18.010 hingga Rp18.060 per dolar AS.
"Pengunduran diri tersebut terjadi di tengah pelemahan rupiah yang masih dipengaruhi meningkatnya tensi geopolitik di Timur Tengah antara Amerika Serikat dan Iran," ujar Ibrahim, Senin (27/7/2026).
Selain faktor pergantian kepemimpinan di bank sentral, Ibrahim menilai kondisi fiskal Indonesia juga menjadi perhatian pelaku pasar. Ia menyebut rasio utang pemerintah yang berada di kisaran 40% terhadap produk domestik bruto (PDB) turut memengaruhi persepsi investor terhadap stabilitas ekonomi nasional.
Baca Juga:
Sementara itu, laporan Trading Economics menyebut pengunduran diri Gubernur BI secara mendadak berpotensi meningkatkan kekhawatiran investor. Pasar sebelumnya juga telah mencermati risiko fiskal serta independensi bank sentral dalam menentukan arah kebijakan moneter.
Trading Economics mencatat Perry Warjiyo, yang memasuki periode jabatan keduanya pada 2023, menghadapi tekanan untuk menyesuaikan kebijakan moneter dengan agenda pertumbuhan pemerintah, terutama ketika rupiah sempat menyentuh rekor terendah pada Juni 2026.
Di sisi lain, Bank Indonesia pada Rapat Dewan Gubernur (RDG) Juli 2026 memutuskan mempertahankan suku bunga acuan di level 5,75%. Keputusan tersebut berbeda dari ekspektasi pasar yang sebelumnya memperkirakan BI kembali menaikkan suku bunga setelah kenaikan kumulatif 100 basis poin sejak Mei 2026.
Meski demikian, tekanan eksternal mulai mereda. Secara global, indeks dolar AS mengalami pelemahan seiring turunnya harga minyak dunia setelah ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran mulai mereda. Kondisi tersebut membantu mengurangi kekhawatiran terhadap gangguan pasokan energi dan lonjakan inflasi global.
Pelaku pasar kini masih akan mencermati perkembangan geopolitik, arah kebijakan Bank Indonesia, serta dinamika ekonomi global yang diperkirakan tetap menjadi faktor utama pergerakan rupiah dalam jangka pendek.
Disclaimer: Informasi ini disusun untuk tujuan edukasi dan informasi, bukan merupakan ajakan untuk melakukan transaksi investasi maupun perdagangan valuta asing. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing investor.
Rupiah Hari Ini Melemah ke Rp17.963 per Dolar AS, Harga Minyak dan Konflik Timur Tengah Jadi Tekanan
Nilai Tukar Rupiah Hari Ini 24 Juli 2026 Diproyeksi Melemah, Dolar AS Berpotensi Sentuh Rp17.980
Nilai Tukar Rupiah Hari Ini 23 Juli 2026 Diproyeksi Melemah, Bergerak di Kisaran Rp17.920–Rp17.970 per Dolar AS
Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar AS Hari Ini, Rabu 22 Juli 2026: Diproyeksi Bergerak Fluktuatif
Prediksi Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar AS Hari Ini, Selasa 21 Juli 2026 Diproyeksi Melemah ke Rp18.000