Minggu, 12 Juli 2026

Sharia Financing Forum 2026, Cara Bank Indonesia Cari Solusi Penguatan Ekonomi UMKM

SHAFF 2026
Ahsan Fauzi - Rabu, 08 Juli 2026 17:03 WIB
Sharia Financing Forum 2026, Cara Bank Indonesia Cari Solusi Penguatan Ekonomi UMKM
Istim6
Muhammad Hasan Gaido, Ketua Komite Pengembangan Industri Halal dan Ekosistem Haji IAEI sekaligus Founder & CEO Gaido Group menerima plakat usai kegiatan SHAFF 2026

digtara.com - Dalam rangka mendorong peran pembiayaan syariah di daerah serta memperkuat ekonomi dan keuangan syariah untuk mendukung pertumbuhan ekonomi regional, Bank Indonesia menyelenggarakan Sharia Financing Forum (SHAFF) 2026 Regional Kawasan Timur Indonesia (KTI).

Baca Juga:

Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian Festival Ekonomi Syariah (FESyar) KTI 2026 dan berlangsung di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Nusa Tenggara Barat.Forum diskusi (FGD) tersebut menghadirkan sejumlah narasumber dari kalangan regulator, akademisi, dan praktisi ekonomi syariah, di antaranya Direktur Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTB Hario Kartiko Pamungkas, Ekonom Ahli Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah Bank Indonesia R. Eko Aldi Irianto, serta Muhammad Hasan Gaido, Ketua Komite Pengembangan Industri Halal dan Ekosistem Haji IAEI sekaligus Founder & CEO Gaido Group.

Kegiatan ini diikuti oleh pimpinan Bank NTB Syariah, perbankan syariah, BPRS, lembaga pengelola zakat, BAZNAS, lembaga amil zakat, serta berbagai pemangku kepentingan pengembangan ekonomi syariah di Kawasan Timur Indonesia.

Dalam paparannya, R. Eko Aldi Irianto mengajak seluruh peserta untuk membahas pengembangan UMKM berdasarkan data dan kondisi riil di lapangan, bukan hanya berbicara mengenai potensi.

"Kita perlu melihat persoalan yang dihadapi UMKM secara objektif. Fondasi ekonomi UMKM saat ini menghadapi berbagai tantangan sehingga perlu dirumuskan solusi bersama agar UMKM kecil dapat naik kelas menjadi menengah, dan UMKM menengah berkembang menjadi usaha besar. Pembiayaan perbankan syariah, termasuk Kredit Usaha Rakyat (KUR), harus semakin tepat sasaran sehingga pelaku usaha benar-benar merasakan kehadiran pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan," ujarnya, Rabu (08/07/2026).

Pada kesempatan yang sama, Muhammad Hasan Gaido menekankan pentingnya pengelompokan skema pembiayaan sesuai karakteristik UMKM. Menurutnya, pelaku usaha mikro yang baru memulai usaha dapat dibantu melalui skema qard hasan, yaitu pembiayaan tanpa biaya administrasi maupun bagi hasil, sedangkan pelaku usaha yang telah berkembang dapat memperoleh akses pembiayaan KUR maupun pembiayaan syariah lainnya dengan biaya yang terjangkau.

Baca Juga:

Ia juga mengusulkan agar pembiayaan KUR syariah memiliki margin yang semakin rendah, bahkan di bawah lima persen, sehingga mampu memperkuat permodalan sektor UMKM.Selain pembiayaan, Hasan Gaido menegaskan bahwa keberpihakan pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan harus diwujudkan melalui peningkatan penggunaan produk UMKM, pendampingan usaha, serta literasi ekonomi syariah.

"Menjadi pelaku usaha ekonomi syariah bukan hanya aktivitas bisnis, tetapi juga bagian dari dakwah. Bekerja merupakan ibadah. Karena itu, melalui forum ini mari kita percepat terwujudnya program 1 juta pengusaha ekonomi syariah di Indonesia. Kami juga telah menyiapkan ekosistem ekonomi syariah digital melalui aplikasi Gaidoo.id sebagai platform yang mengintegrasikan berbagai layanan ekonomi syariah dalam satu genggaman," jelasnya.

Sementara itu, Agus Direktur Bank NTB Syariah menyampaikan bahwa pertumbuhan ekonomi dan keuangan syariah di Provinsi Nusa Tenggara Barat saat ini berada di atas rata-rata nasional. Menurutnya, berbagai inovasi, termasuk Program Rinjani, menjadi bagian dari upaya memperkuat integrasi digital dalam pengembangan ekonomi syariah di daerah.

Dalam sesi diskusi, perwakilan Hidayatullah NTB, Ikhwan Hidayatullah, menyampaikan bahwa Hidayatullah memiliki ekosistem ekonomi syariah yang terus berkembang dan siap berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk memperkuat pemberdayaan UMKM, pengembangan industri halal, dan percepatan pembangunan ekonomi syariah di Indonesia.

Melalui penyelenggaraan Sharia Financing Forum (SHAFF) 2026, Bank Indonesia berharap sinergi antara regulator, industri keuangan syariah, pemerintah daerah, akademisi, organisasi kemasyarakatan, dan pelaku usaha semakin kuat dalam menciptakan sistem pembiayaan syariah yang inklusif, mempercepat UMKM naik kelas, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan di Kawasan Timur Indonesia. (San).

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Ahsan Fauzi
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Ikut Bazar UMKM, Binaan Kanwil Ditjen Pas NTT Pamerkan Produk Warga Binaan

Ikut Bazar UMKM, Binaan Kanwil Ditjen Pas NTT Pamerkan Produk Warga Binaan

Bazar UMKM HUT Bhayangkara ke-80 Hadirkan Aneka Hiburan

Bazar UMKM HUT Bhayangkara ke-80 Hadirkan Aneka Hiburan

Warga Padati Bazar Polda NTT Pada 123 Stan UMKM

Warga Padati Bazar Polda NTT Pada 123 Stan UMKM

Dorong Produk Lokal, Polda NTT Gelar Pasar Murah dan Bazar UMKM

Dorong Produk Lokal, Polda NTT Gelar Pasar Murah dan Bazar UMKM

Momentum 1 Muharam 1448 H, Gaido Travel Berangkatkan Jemaah Umrah Tahun Baru Islam

Momentum 1 Muharam 1448 H, Gaido Travel Berangkatkan Jemaah Umrah Tahun Baru Islam

MHG Jelaskan Nama-nama Bersejarah Kota Madinah dan Tempat Utama yang Perlu Diketahui Jemaah Haji

MHG Jelaskan Nama-nama Bersejarah Kota Madinah dan Tempat Utama yang Perlu Diketahui Jemaah Haji

Komentar
Berita Terbaru