Senin, 03 Agustus 2026

Rupiah Berpotensi Menguat pada Perdagangan 17 Juni 2026, Sentimen Perdamaian AS-Iran Jadi Pendorong

Arie - Rabu, 17 Juni 2026 08:30 WIB
Rupiah Berpotensi Menguat pada Perdagangan 17 Juni 2026, Sentimen Perdamaian AS-Iran Jadi Pendorong
net
Ilustrasi.

digtara.com - Nilai tukar rupiah diperkirakan bergerak menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Rabu (17/6/2026).

Baca Juga:

Penguatan ini didorong oleh melemahnya indeks dolar AS setelah tercapainya kesepakatan awal antara Amerika Serikat dan Iran untuk mengakhiri konflik serta membuka kembali jalur pelayaran strategis Selat Hormuz.

Pada perdagangan sebelumnya, Selasa (16/6/2026), rupiah ditutup melemah 19 poin ke level Rp17.725 per dolar AS dibandingkan posisi sehari sebelumnya yang berada di Rp17.708 per dolar AS.

Pengamat mata uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi menjelaskan bahwa tekanan terhadap rupiah masih dipengaruhi oleh kekhawatiran terkait kebijakan perdagangan Amerika Serikat. Pemerintah Indonesia memperkirakan tarif impor tambahan terhadap sejumlah produk nasional dapat meningkat hingga 18 persen setelah proses investigasi mengenai kapasitas produksi berlebih selesai dilakukan.

Menurut Ibrahim, kebijakan tersebut berpotensi mengurangi daya saing produk manufaktur Indonesia di pasar Amerika Serikat, yang selama ini menjadi salah satu tujuan utama ekspor nonmigas nasional. Dampaknya tidak hanya dirasakan pada sektor ekspor, tetapi juga dapat memengaruhi tingkat utilisasi pabrik, investasi, hingga penyerapan tenaga kerja.

Baca Juga:
Di tengah tekanan tersebut, sentimen eksternal mulai menunjukkan perbaikan. Kesepakatan awal antara AS dan Iran untuk mengakhiri konflik serta membuka kembali Selat Hormuz memicu penurunan harga minyak dunia dan meningkatkan minat investor terhadap aset berisiko.

"Washington dan Teheran telah mengumumkan kerangka kerja perdamaian yang membuka kembali Selat Hormuz. Perkembangan ini mendorong penurunan harga minyak dan memperbaiki sentimen pasar global," ujar Ibrahim dalam risetnya.

Meredanya risiko gangguan pasokan energi global turut menekan kekhawatiran inflasi, sehingga indeks dolar AS mengalami pelemahan. Kondisi tersebut memberikan ruang bagi mata uang negara berkembang, termasuk rupiah, untuk menguat.

Meski demikian, pelaku pasar masih mencermati sejumlah agenda penting dari bank sentral dunia, terutama keputusan suku bunga Federal Reserve dan Bank of England. Investor juga menantikan petunjuk arah kebijakan moneter AS melalui pernyataan Ketua The Fed, Kevin Warsh.

Pasar tetap berhati-hati karena ekspektasi pemangkasan suku bunga AS pada tahun ini mulai berkurang seiring tekanan inflasi yang masih bertahan.

Untuk perdagangan hari ini, Ibrahim memperkirakan rupiah akan bergerak fluktuatif dengan kecenderungan menguat. Rupiah diproyeksikan berada pada kisaran Rp17.690 hingga Rp17.728 per dolar AS.

Baca Juga:

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Rupiah Hari Ini 3 Agustus 2026 Diproyeksi Menguat, Simak Sentimen Penggeraknya

Rupiah Hari Ini 3 Agustus 2026 Diproyeksi Menguat, Simak Sentimen Penggeraknya

Rupiah Diproyeksikan Melemah ke Rp18.160 per Dolar AS Hari Ini, Ini Faktor Penekannya

Rupiah Diproyeksikan Melemah ke Rp18.160 per Dolar AS Hari Ini, Ini Faktor Penekannya

Rupiah Diproyeksi Melemah ke Rp18.130 per Dolar AS Hari Ini, Dipengaruhi FOMC The Fed dan Sentimen Global

Rupiah Diproyeksi Melemah ke Rp18.130 per Dolar AS Hari Ini, Dipengaruhi FOMC The Fed dan Sentimen Global

Rupiah Berpotensi Bergerak Fluktuatif, Diproyeksikan Melemah ke Rp18.020 per Dolar AS

Rupiah Berpotensi Bergerak Fluktuatif, Diproyeksikan Melemah ke Rp18.020 per Dolar AS

Rupiah Diprediksi Masih Tertekan, Berpotensi Bergerak di Atas Rp18.000 per Dolar AS

Rupiah Diprediksi Masih Tertekan, Berpotensi Bergerak di Atas Rp18.000 per Dolar AS

Rupiah Hari Ini Melemah ke Rp17.963 per Dolar AS, Harga Minyak dan Konflik Timur Tengah Jadi Tekanan

Rupiah Hari Ini Melemah ke Rp17.963 per Dolar AS, Harga Minyak dan Konflik Timur Tengah Jadi Tekanan

Komentar
Berita Terbaru