Rupiah Berpotensi Menguat pada Perdagangan 17 Juni 2026, Sentimen Perdamaian AS-Iran Jadi Pendorong
Baca Juga:
Meredanya risiko gangguan pasokan energi global turut menekan kekhawatiran inflasi, sehingga indeks dolar AS mengalami pelemahan. Kondisi tersebut memberikan ruang bagi mata uang negara berkembang, termasuk rupiah, untuk menguat.
Meski demikian, pelaku pasar masih mencermati sejumlah agenda penting dari bank sentral dunia, terutama keputusan suku bunga Federal Reserve dan Bank of England. Investor juga menantikan petunjuk arah kebijakan moneter AS melalui pernyataan Ketua The Fed, Kevin Warsh.
Pasar tetap berhati-hati karena ekspektasi pemangkasan suku bunga AS pada tahun ini mulai berkurang seiring tekanan inflasi yang masih bertahan.
Untuk perdagangan hari ini, Ibrahim memperkirakan rupiah akan bergerak fluktuatif dengan kecenderungan menguat. Rupiah diproyeksikan berada pada kisaran Rp17.690 hingga Rp17.728 per dolar AS.
Baca Juga:
Rupiah Berpotensi Bergerak Fluktuatif, Diperkirakan di Kisaran Rp17.800–Rp17.950 per Dolar AS
Harga Minyak Dunia Melonjak Setelah Iran Umumkan Penutupan Selat Hormuz
Rupiah Diproyeksikan Menguat, Bergerak di Kisaran Rp17.900–Rp18.000 per Dolar AS
Rupiah Menguat ke Rp17.944 per Dolar AS, Didukung Sentimen Domestik
Rupiah Diproyeksikan Bergerak Fluktuatif, Berpotensi Melemah ke Rp18.100 per Dolar AS