Selasa, 07 Juli 2026

Rupiah Diprediksi Bergerak Volatil di Kisaran Rp17.600–Rp17.700 per Dolar AS

Arie - Jumat, 22 Mei 2026 09:40 WIB
Rupiah Diprediksi Bergerak Volatil di Kisaran Rp17.600–Rp17.700 per Dolar AS
net
Ilustrasi.

digtara.com - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) diperkirakan bergerak fluktuatif dengan volatilitas tinggi pada perdagangan Jumat (22/5/2026), di tengah tekanan sentimen global dan domestik yang masih membayangi pasar keuangan.

Baca Juga:

Rupiah diproyeksikan bergerak pada rentang Rp17.600 hingga Rp17.700 per dolar AS.

Berdasarkan data TradingView, rupiah pada perdagangan Kamis (21/5/2026) ditutup melemah 0,40 persen ke posisi Rp17.670 per dolar AS.

Mayoritas Mata Uang Asia Ikut Melemah

Pelemahan rupiah terjadi seiring depresiasi mayoritas mata uang Asia terhadap dolar AS.

Beberapa mata uang Asia yang tercatat melemah antara lain:

Baca Juga:
  • Yen Jepang turun 0,11 persen
  • Yuan China melemah 0,01 persen
  • Dolar Singapura turun 0,20 persen
  • Won Korea Selatan melemah 0,51 persen
  • Dolar Hong Kong turun 0,01 persen
  • Peso Filipina melemah 0,11 persen
  • Baht Thailand turun 0,34 persen
  • Ringgit Malaysia melemah 0,03 persen
  • Rupee India turun 0,13 persen
Sementara itu, dolar Taiwan menjadi salah satu mata uang Asia yang masih mampu menguat terhadap dolar AS dengan kenaikan 0,18 persen.

Sentimen Risk Off Tekan Rupiah

Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, mengatakan pelemahan rupiah dipengaruhi sentimen risk off yang masih mendominasi pasar.

Berdasarkan perdagangan pasar spot, rupiah tercatat turun 13,5 poin ke level Rp17.667 per dolar AS.

Menurut Lukman, tekanan terhadap rupiah juga dipicu aksi jual di pasar saham domestik yang belum mereda dalam beberapa sesi terakhir.

Selain faktor eksternal, investor juga mulai mencermati dinamika kebijakan domestik yang dinilai dapat memengaruhi iklim investasi.

Wacana Ekspor SDA Lewat Danantara Jadi Sorotan

Salah satu isu yang menjadi perhatian pasar adalah rencana pemerintah terkait ekspor komoditas strategis melalui Danantara Sumberdaya Indonesia.

Wacana tersebut dinilai memicu kekhawatiran investor terkait potensi meningkatnya kontrol negara terhadap sektor swasta, khususnya industri berbasis sumber daya alam.

Pelaku pasar khawatir kebijakan tersebut dapat memunculkan ketidakpastian regulasi di sektor ekspor komoditas.

Baca Juga:
Faktor Global Masih Membayangi

Di sisi global, pasar masih mencermati perkembangan geopolitik di Timur Tengah yang berpotensi memengaruhi harga minyak dunia.

Ketidakpastian kondisi geopolitik membuat investor cenderung mengalihkan dana ke aset safe haven seperti dolar AS.

Selain itu, penguatan indeks dolar AS dan kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS turut memberi tekanan terhadap mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.

Pasar Tunggu Data Transaksi Berjalan Indonesia

Untuk perdagangan selanjutnya, pelaku pasar akan menantikan rilis data neraca transaksi berjalan Indonesia kuartal I/2026.

Defisit transaksi berjalan diperkirakan masih terjadi, namun lebih kecil dibanding periode sebelumnya, yakni sekitar US$0,8 miliar.

Data tersebut dipandang penting untuk melihat kondisi fundamental eksternal Indonesia dan arah pergerakan rupiah dalam jangka pendek.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Rupiah Diproyeksikan Bergerak di Kisaran Rp17.950–Rp18.050 per Dolar AS

Rupiah Diproyeksikan Bergerak di Kisaran Rp17.950–Rp18.050 per Dolar AS

Rupiah Berpeluang Menguat Pekan Ini, Data Ekonomi Domestik Jadi Penentu

Rupiah Berpeluang Menguat Pekan Ini, Data Ekonomi Domestik Jadi Penentu

Rupiah Diproyeksi Masih Tertekan, Berpotensi Bergerak di Kisaran Rp17.990-Rp18.050 per Dolar AS

Rupiah Diproyeksi Masih Tertekan, Berpotensi Bergerak di Kisaran Rp17.990-Rp18.050 per Dolar AS

Rupiah Masih Berpotensi Tertekan, Investor Tunggu Data Ekonomi AS

Rupiah Masih Berpotensi Tertekan, Investor Tunggu Data Ekonomi AS

Rupiah Berpotensi Masih Tertekan, Bergerak di Kisaran Rp17.900–Rp17.950 per Dolar AS

Rupiah Berpotensi Masih Tertekan, Bergerak di Kisaran Rp17.900–Rp17.950 per Dolar AS

Rupiah Berpeluang Lanjut Menguat, Dolar AS Masih Tertekan

Rupiah Berpeluang Lanjut Menguat, Dolar AS Masih Tertekan

Komentar
Berita Terbaru