Selasa, 07 Juli 2026

Rupiah Melemah ke Rp17.716 per Dolar AS, Sentimen Global dan Harga Minyak Jadi Tekanan

Arie - Selasa, 19 Mei 2026 18:45 WIB
Rupiah Melemah ke Rp17.716 per Dolar AS, Sentimen Global dan Harga Minyak Jadi Tekanan
net
Ilustrasi.

digtara.com -Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat kembali melemah pada perdagangan Selasa, 19 Mei 2026. Pelemahan mata uang Garuda dipicu kombinasi sentimen global mulai dari penguatan dolar AS, lonjakan harga minyak dunia, hingga meningkatnya kekhawatiran investor terhadap kondisi geopolitik internasional.

Baca Juga:

Petugas di salah satu tempat penukaran mata uang asing di Jakarta terlihat menunjukkan uang rupiah dan dolar AS di tengah pelemahan kurs yang terjadi hari ini.

Berdasarkan data perdagangan, rupiah melemah sebesar 60 poin atau 0,34 persen menjadi Rp17.716 per dolar AS.

Sentimen Global Tekan Nilai Tukar Rupiah

Tekanan terhadap rupiah terjadi seiring menguatnya dolar AS di pasar global. Selain itu, kenaikan harga minyak mentah dunia turut memperburuk sentimen pasar terhadap mata uang negara berkembang, termasuk Indonesia.

Pelaku pasar juga mencermati meningkatnya tensi geopolitik internasional yang mendorong investor beralih ke aset safe haven seperti dolar AS.

Baca Juga:
Kondisi tersebut memicu tekanan jual di pasar keuangan domestik dan meningkatkan arus keluar modal asing dari pasar Indonesia.

Pasar Tunggu Keputusan Suku Bunga Bank Indonesia

Investor kini menanti keputusan suku bunga acuan dari Bank Indonesia yang diperkirakan akan mengambil langkah stabilisasi guna menjaga nilai tukar rupiah tetap terkendali.

Sebelumnya, Bank Indonesia menegaskan akan terus melakukan intervensi di pasar valuta asing dan pasar obligasi untuk menjaga stabilitas rupiah di tengah tekanan global yang meningkat.

Intervensi dilakukan melalui pasar spot, Domestic Non Deliverable Forward (DNDF), serta pembelian Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder.

Harga Minyak dan Arus Modal Asing Jadi Sorotan

Kenaikan harga minyak dunia dinilai menjadi salah satu faktor utama yang memperburuk tekanan terhadap rupiah. Harga energi yang tinggi meningkatkan kekhawatiran inflasi global sekaligus memperbesar risiko perlambatan ekonomi.

Di sisi lain, arus keluar modal asing dari pasar domestik juga masih menjadi perhatian utama pelaku pasar. Investor cenderung mengalihkan dana ke instrumen yang dianggap lebih aman di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Analis memperkirakan volatilitas rupiah masih akan berlangsung dalam jangka pendek hingga terdapat kepastian arah kebijakan moneter global maupun langkah stabilisasi lanjutan dari Bank Indonesia.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Rupiah Diproyeksikan Bergerak di Kisaran Rp17.950–Rp18.050 per Dolar AS

Rupiah Diproyeksikan Bergerak di Kisaran Rp17.950–Rp18.050 per Dolar AS

Rupiah Berpeluang Menguat Pekan Ini, Data Ekonomi Domestik Jadi Penentu

Rupiah Berpeluang Menguat Pekan Ini, Data Ekonomi Domestik Jadi Penentu

Rupiah Diproyeksi Masih Tertekan, Berpotensi Bergerak di Kisaran Rp17.990-Rp18.050 per Dolar AS

Rupiah Diproyeksi Masih Tertekan, Berpotensi Bergerak di Kisaran Rp17.990-Rp18.050 per Dolar AS

Rupiah Masih Berpotensi Tertekan, Investor Tunggu Data Ekonomi AS

Rupiah Masih Berpotensi Tertekan, Investor Tunggu Data Ekonomi AS

Rupiah Berpotensi Masih Tertekan, Bergerak di Kisaran Rp17.900–Rp17.950 per Dolar AS

Rupiah Berpotensi Masih Tertekan, Bergerak di Kisaran Rp17.900–Rp17.950 per Dolar AS

Rupiah Berpeluang Lanjut Menguat, Dolar AS Masih Tertekan

Rupiah Berpeluang Lanjut Menguat, Dolar AS Masih Tertekan

Komentar
Berita Terbaru