Nilai Tukar Rupiah Hari Ini Diprediksi Melemah ke Rp17.750 per Dolar AS, Sentimen Global Jadi Tekanan
digtara.com -Pergerakan Rupiah terhadap Dolar AS pada perdagangan Selasa (19/5/2026) diperkirakan bergerak fluktuatif namun masih berpotensi ditutup melemah di kisaran Rp17.600 hingga Rp17.750 per dolar AS.
Baca Juga:
Pelemahan mata uang Garuda terjadi seiring tekanan yang juga dialami sejumlah mata uang Asia lainnya terhadap dolar AS.
Mata Uang Asia Tenggara Ikut Tertekan
Selain rupiah, beberapa mata uang regional juga mengalami depresiasi. Ringgit Malaysia melemah 0,63 persen, sementara Peso Filipina turun 0,09 persen.
Rupee India tercatat melemah 0,33 persen. Sementara itu, Yen Jepang turun 0,11 persen dan Dolar Taiwan melemah 0,10 persen terhadap dolar AS.
Baca Juga:Di sisi lain, beberapa mata uang Asia justru menguat. Yuan China naik 0,11 persen, sedangkan Won Korea Selatan dan Dolar Singapura masing-masing menguat 0,04 persen.
Sentimen Global Tekan Rupiah
Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, menilai pelemahan rupiah dipicu meningkatnya sentimen risk-off global akibat kenaikan harga minyak mentah dan tensi geopolitik internasional.
Menurutnya, pelaku pasar kecewa terhadap hasil pertemuan Xi Jinping dan Donald Trump yang belum menghasilkan solusi konkret terkait konflik geopolitik, khususnya perang AS-Iran.
"Kekecewaan investor membuat aset berisiko termasuk mata uang emerging market seperti rupiah kembali ditinggalkan," ujarnya.
Harga Minyak Dunia Melonjak Setelah Iran Umumkan Penutupan Selat Hormuz
Rupiah Diproyeksikan Menguat, Bergerak di Kisaran Rp17.900–Rp18.000 per Dolar AS
Rupiah Menguat ke Rp17.944 per Dolar AS, Didukung Sentimen Domestik
Rupiah Diproyeksikan Bergerak Fluktuatif, Berpotensi Melemah ke Rp18.100 per Dolar AS
Rupiah Diproyeksikan Masih Tertekan, Berpotensi Bergerak ke Rp18.350 per Dolar AS