Rupiah Diprediksi Melemah ke Rp17.440 per Dolar AS Hari Ini, Dipicu Konflik Global dan Harga Minyak
digtara.com -Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS diperkirakan kembali melemah pada perdagangan hari ini, Selasa (5/5/2026). Rupiah diproyeksikan bergerak di kisaran Rp17.390 hingga Rp17.440 per dolar AS, dipengaruhi oleh berbagai sentimen global dan domestik.
Baca Juga:
Pergerakan Mata Uang Asia
Tidak hanya rupiah, sejumlah mata uang Asia lainnya juga mengalami tekanan terhadap dolar AS. Dolar Singapura melemah sebesar 0,17%, sementara baht Thailand terkoreksi lebih dalam hingga 0,43%.
Baca Juga:Namun, beberapa mata uang justru mencatatkan penguatan. Won Korea naik 0,23%, yen Jepang menguat 0,08%, dan dolar Hong Kong mengalami kenaikan tipis sebesar 0,01%.
Faktor Penyebab Pelemahan Rupiah
Direktur Traze Andalan Futures, Ibrahim Assuaibi, menjelaskan bahwa pelemahan rupiah dipicu oleh meningkatnya ketegangan geopolitik global. Konflik yang terjadi di Iran hingga penutupan Selat Hormuz menjadi salah satu faktor utama yang memicu lonjakan harga minyak dunia.
Dampak ke Ekonomi Domestik
Dari sisi domestik, tekanan terhadap rupiah juga berasal dari data PMI manufaktur Indonesia yang mengalami kontraksi. Kondisi ini dipengaruhi oleh meningkatnya biaya impor bahan baku akibat kenaikan harga minyak.
Baca Juga:Kenaikan harga energi membuat biaya produksi meningkat, sehingga berdampak pada harga barang di dalam negeri. Hal ini berpotensi menekan sektor manufaktur dan memperlambat pertumbuhan ekonomi.
Prospek Rupiah ke Depan
Dengan kombinasi tekanan eksternal dan internal, pergerakan rupiah dalam jangka pendek masih cenderung melemah. Pelaku pasar akan terus mencermati perkembangan konflik global serta pergerakan harga minyak sebagai faktor utama yang memengaruhi nilai tukar.
Pelemahan rupiah terhadap dolar AS hari ini tidak terlepas dari pengaruh kuat faktor global, terutama konflik geopolitik dan lonjakan harga minyak. Investor dan pelaku pasar disarankan untuk tetap waspada terhadap volatilitas nilai tukar yang masih tinggi.
Rupiah Diproyeksi Bergerak Fluktuatif pada Awal Pekan, Sentimen Global dan Data Ekonomi Jadi Penentu
Rupiah Diproyeksi Menguat Hari Ini, Bergerak di Kisaran Rp17.940–Rp17.990 per Dolar AS
Rupiah Masih Tertekan, Analis Prediksi BI Kembali Naikkan Suku Bunga
Rupiah Diproyeksi Melemah ke Rp17.890 per Dolar AS, Dipengaruhi Sentimen Global dan Domestik
Rupiah Masih Tertekan Meski BI Kembali Naikkan Suku Bunga, Bergerak di Kisaran Rp17.790–Rp17.840 per Dolar AS