Rupiah Melemah ke Rp17.326 per Dolar AS, Sentimen Global dan Domestik Tekan Kurs
digtara.com -Nilai tukar rupiah kembali tertekan pada perdagangan Rabu (29/4/2026). Mata uang Garuda melemah signifikan di tengah kombinasi sentimen global dan domestik yang belum kondusif.
Baca Juga:
Sentimen Global Tekan Rupiah
Pengamat mata uang Ibrahim Assuaibi mengungkapkan bahwa tekanan terhadap rupiah dipicu oleh ketidakpastian global, terutama di sektor energi.
Baca Juga:Salah satu faktor utama datang dari keputusan OPEC yang terdampak keluarnya Uni Emirat Arab dari kelompok produsen minyak tersebut. Kondisi ini memperbesar ketidakpastian pasokan energi global.
Di sisi lain, konflik yang melibatkan Iran juga turut memperburuk sentimen pasar, terutama terkait potensi gangguan distribusi minyak dunia.
Kombinasi faktor tersebut mendorong investor global beralih ke aset safe haven seperti dolar AS, sehingga menekan mata uang emerging markets, termasuk rupiah.
Selain faktor eksternal, kondisi domestik juga turut memberikan tekanan terhadap pergerakan rupiah. Pelaku pasar masih mencermati respons kebijakan pemerintah dan otoritas moneter dalam menjaga stabilitas nilai tukar.
Ketidakpastian ekonomi global yang berlanjut membuat investor cenderung berhati-hati dan mengurangi eksposur pada aset berisiko.
Baca Juga:Prospek Rupiah Masih Fluktuatif
Pelaku pasar kini menanti langkah lanjutan dari otoritas, termasuk intervensi pasar dan kebijakan stabilisasi untuk meredam volatilitas yang berlebihan.
Kondisi ini juga menjadi pengingat bahwa stabilitas nilai tukar sangat dipengaruhi oleh dinamika global, khususnya sektor energi dan geopolitik yang masih belum pasti.
Baca Juga:
Nilai Tukar Rupiah Hari Ini 7 Agustus 2026, Diprediksi Bergerak di Rp17.850-Rp17.950 per Dolar AS
Nilai Tukar Rupiah Hari Ini 6 Agustus 2026, Diprediksi Menguat ke Rp17.850 per Dolar AS
Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar AS Hari Ini, Rabu 5 Agustus 2026: Diprediksi Melemah
Nilai Tukar Rupiah Hari Ini, 4 Agustus 2026: Diprediksi Melemah ke Rp18.100 per Dolar AS
Rupiah Hari Ini 3 Agustus 2026 Diproyeksi Menguat, Simak Sentimen Penggeraknya