Selasa, 19 Mei 2026

Kurs Rupiah Hari Ini 28 April 2026 Diprediksi Melemah ke Rp17.260 per Dolar AS, Ini Penyebabnya

Arie - Selasa, 28 April 2026 08:35 WIB
Kurs Rupiah Hari Ini 28 April 2026 Diprediksi Melemah ke Rp17.260 per Dolar AS, Ini Penyebabnya
net
Ilustrasi.

digtara.com -Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS diperkirakan bergerak fluktuatif dengan kecenderungan melemah pada perdagangan Selasa, 28 April 2026. Rupiah diproyeksikan berada di kisaran Rp17.210 hingga Rp17.260 per dolar AS.

Baca Juga:

Berdasarkan data RTI Infokom, rupiah sebelumnya ditutup menguat tipis 0,10 persen atau 18 poin ke level Rp17.211 per dolar AS pada Senin (27/4/2026). Sementara itu, indeks dolar AS justru melemah 0,17 persen ke posisi 98,36.

Sentimen Global: Konflik AS-Iran Tekan Rupiah

Pengamat mata uang, Ibrahim Assuaibi, menyebutkan tekanan terhadap rupiah dipengaruhi kondisi global, terutama konflik geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran.

Baca Juga:
Pasar saat ini mencermati potensi gangguan pasokan energi serta peluang dibukanya kembali jalur perdagangan di Selat Hormuz. Iran disebut mengajukan proposal baru untuk meredakan konflik dan membuka kembali jalur tersebut.

Sebelumnya, kekhawatiran meningkat setelah muncul laporan aktivitas militer di kawasan tersebut yang berpotensi mengganggu distribusi minyak dunia.

Sentimen Domestik: Outlook Kredit Indonesia Jadi Sorotan

Dari dalam negeri, sentimen datang dari keputusan Moody's yang mempertahankan rating utang Indonesia di level Baa2.

Meski masih berada dalam kategori layak investasi (investment grade), outlook Indonesia direvisi dari stabil menjadi negatif. Hal ini memicu kehati-hatian pelaku pasar terhadap prospek ekonomi nasional.

Baca Juga:
Pemerintah merespons dengan menegaskan komitmen untuk menjaga stabilitas ekonomi dan memperkuat pertumbuhan melalui berbagai kebijakan strategis.

Proyeksi Pergerakan Rupiah Hari Ini

Dengan kombinasi sentimen global dan domestik tersebut, rupiah diperkirakan:

  • Bergerak fluktuatif sepanjang perdagangan
  • Berpotensi ditutup melemah
  • Berada di rentang Rp17.210–Rp17.260 per dolar AS
Tekanan eksternal masih menjadi faktor dominan, terutama terkait dinamika geopolitik dan harga energi global.

Dampak ke Ekonomi dan Masyarakat

Pelemahan rupiah berpotensi berdampak pada:

Baca Juga:
  • Kenaikan harga barang impor seperti elektronik dan gadget
  • Tekanan pada sektor industri berbasis impor
  • Potensi inflasi jika pelemahan berlanjut
Namun, stabilitas fiskal dan kebijakan pemerintah diharapkan mampu meredam dampak lebih lanjut.

Pergerakan rupiah pada 28 April 2026 dipengaruhi kombinasi faktor global dan domestik. Konflik geopolitik dan revisi outlook kredit menjadi pemicu utama tekanan terhadap nilai tukar.

Pelaku pasar disarankan untuk terus mencermati perkembangan global serta kebijakan ekonomi dalam negeri guna mengantisipasi volatilitas yang masih berlanjut.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Nilai Tukar Rupiah Hari Ini Diprediksi Melemah ke Rp17.750 per Dolar AS, Sentimen Global Jadi Tekanan

Nilai Tukar Rupiah Hari Ini Diprediksi Melemah ke Rp17.750 per Dolar AS, Sentimen Global Jadi Tekanan

Rupiah Diproyeksi Melemah ke Rp17.530 per Dolar AS, BI Siapkan Intervensi Agresif

Rupiah Diproyeksi Melemah ke Rp17.530 per Dolar AS, BI Siapkan Intervensi Agresif

Rupiah Hari Ini 13 Mei 2026 Masih Tertekan, Dolar AS Berpotensi Tembus Rp17.500

Rupiah Hari Ini 13 Mei 2026 Masih Tertekan, Dolar AS Berpotensi Tembus Rp17.500

Rupiah Diproyeksi Melemah ke Rp17.430 per Dolar AS, Konflik AS-Iran dan Suku Bunga The Fed Jadi Tekanan

Rupiah Diproyeksi Melemah ke Rp17.430 per Dolar AS, Konflik AS-Iran dan Suku Bunga The Fed Jadi Tekanan

Rupiah Diprediksi Menguat ke Rp17.300 per Dolar AS Hari Ini, Didorong Sentimen Perdamaian Iran-AS

Rupiah Diprediksi Menguat ke Rp17.300 per Dolar AS Hari Ini, Didorong Sentimen Perdamaian Iran-AS

Rupiah Diprediksi Melemah ke Rp17.460 per Dolar AS Hari Ini, Tertekan Konflik Iran dan Kebijakan The Fed

Rupiah Diprediksi Melemah ke Rp17.460 per Dolar AS Hari Ini, Tertekan Konflik Iran dan Kebijakan The Fed

Komentar
Berita Terbaru