Rupiah Hari Ini 16 April 2026 Diprediksi Melemah, Tertekan Outflow dan Sentimen Domestik
digtara.com -Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS diperkirakan masih berada dalam tekanan pada perdagangan Kamis, 16 April 2026. Pergerakan mata uang Garuda diproyeksikan fluktuatif, namun cenderung melemah di tengah kombinasi sentimen global dan domestik.
Baca Juga:
Mayoritas Mata Uang Asia Ikut Melemah
Depresiasi rupiah sejalan dengan pelemahan sejumlah mata uang Asia lainnya terhadap dolar AS. Yen Jepang, yuan China, dolar Singapura, dan dolar Hong Kong sama-sama melemah sebesar 0,03 persen.
Baca Juga:Tekanan lebih dalam dialami oleh beberapa mata uang lain seperti peso Filipina yang turun 0,42 persen, dolar Taiwan melemah 0,36 persen, rupee India turun 0,22 persen, won Korea melemah 0,21 persen, dan baht Thailand turun 0,17 persen.
Sementara itu, ringgit Malaysia menjadi satu-satunya mata uang di kawasan Asia yang mencatatkan penguatan tipis sebesar 0,04 persen terhadap dolar AS.
Outflow Jadi Tekanan Utama Rupiah
Selain itu, persepsi investor terhadap prospek ekonomi dalam negeri turut menjadi faktor penting yang memengaruhi pergerakan rupiah. Minimnya sentimen positif dari dalam negeri membuat mata uang ini sulit menguat secara signifikan.
Di sisi global, kondisi sebenarnya mulai membaik dengan adanya harapan meredanya konflik di Timur Tengah. Namun, sentimen tersebut belum cukup kuat untuk mendorong penguatan rupiah.
Baca Juga:Proyeksi Rupiah dan Sentimen Pasar
Untuk perdagangan hari ini, rupiah diperkirakan bergerak dalam kisaran Rp17.100 hingga Rp17.200 per dolar AS dengan volatilitas yang masih tinggi.
Minimnya rilis data ekonomi penting dalam waktu dekat membuat pelaku pasar cenderung menunggu arah kebijakan moneter dari Bank Indonesia pada Rapat Dewan Gubernur mendatang.
Tekanan terhadap rupiah diperkirakan masih berlanjut dalam jangka pendek. Pergerakan mata uang ini akan sangat bergantung pada arus modal asing, sentimen global, serta kebijakan dari otoritas moneter dalam waktu dekat.
BI Perketat Aturan Pembelian Dolar AS, Rupiah Masih Tertekan
Rupiah Terancam Tembus Rp18.000 per Dolar AS, Dipicu Geopolitik dan Tekanan Domestik
Rupiah Diprediksi Melemah ke Rp17.800 per Dolar AS, Sentimen Defisit Fiskal Jadi Tekanan Utama
Rupiah Diprediksi Melemah ke Rp17.800 per Dolar AS, Investor Waspadai Defisit Transaksi Berjalan
Rupiah Melemah Lagi, Defisit Transaksi Berjalan Sentuh Level Terburuk dalam 6 Tahun