Nilai Tukar Rupiah Hari Ini 5 Maret 2026 Menguat Tipis, Analis Prediksi Masih Fluktuatif
digtara.com - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dibuka menguat tipis pada perdagangan Kamis, 5 Maret 2026. Meski demikian, pergerakan rupiah diperkirakan masih akan fluktuatif di tengah tekanan global.
Baca Juga:
Di sisi lain, indeks dolar AS masih berada di zona hijau dengan penguatan 0,05 persen ke level 98,82.
Mayoritas Mata Uang Asia Menguat
Baca Juga:Selain rupiah, sejumlah mata uang Asia juga menunjukkan penguatan terhadap dolar AS.
Japanese yen menguat sekitar 0,18 persen terhadap dolar AS. Sementara Singapore dollar naik tipis sebesar 0,01 persen.
Penguatan juga terjadi pada South Korean won yang terapresiasi sekitar 0,03 persen serta Philippine peso yang naik 0,25 persen.
Namun, pelemahan terjadi pada Hong Kong dollar dan Indian rupee yang masing-masing turun 0,01 persen dan 0,73 persen terhadap dolar AS.
Baca Juga:Proyeksi Pergerakan Rupiah Hari Ini
Direktur Traze Andalan Futures, Ibrahim Assuaibi memproyeksikan rupiah pada perdagangan Kamis (5/3/2026) akan bergerak fluktuatif dengan kecenderungan melemah terbatas.
Menurutnya, rupiah diperkirakan bergerak di kisaran Rp16.890 hingga Rp16.940 per dolar AS.
Tekanan terhadap pasar global meningkat setelah ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah kembali memanas.
Serangan terkoordinasi oleh Amerika Serikat dan Israel terhadap militer Iran memicu eskalasi konflik di kawasan tersebut.
Baca Juga:Situasi semakin memanas karena Iran merespons dengan meningkatkan kekuatan militernya di wilayah Teluk dan mengancam jalur pelayaran global yang menjadi jalur penting perdagangan energi dunia.
Bagi Indonesia, lonjakan harga energi dapat memberi tekanan tambahan terhadap rupiah karena meningkatnya kebutuhan impor energi serta meningkatnya sentimen risk-off di pasar keuangan global.
Outlook Kredit Indonesia Juga Menekan Rupiah
Baca Juga:Selain faktor eksternal, tekanan terhadap rupiah juga datang dari dalam negeri setelah Fitch Ratings merevisi outlook peringkat utang Indonesia dari stabil menjadi negatif.
Meski demikian, lembaga pemeringkat tersebut tetap mempertahankan peringkat kredit Indonesia pada level BBB.
Perubahan outlook ini berpotensi memengaruhi sentimen investor asing dan meningkatkan tekanan terhadap pasar keuangan domestik, termasuk nilai tukar rupiah dalam jangka pendek.
Rupiah Hari Ini Menguat ke Rp17.632 per Dolar AS, Pasar Soroti Inflasi dan Suku Bunga The Fed
Rupiah Hari Ini Diproyeksi Melemah ke Rp17.680 per Dolar AS, Ini Sentimennya
Nilai Tukar Rupiah Hari Ini, Jumat 4 September 2026: Diprediksi Menguat ke Rp17.630
Pasar Kripto Hari Ini Mulai Bergairah, Bitcoin dan Altcoin Kompak Menguat
Nilai Tukar Rupiah Hari Ini, Kamis 3 September 2026: Diprediksi Melemah ke Rp17.800 per Dolar AS