Nilai Tukar Rupiah Hari Ini Senin 12 Januari 2026, Berisiko Ditutup Melemah terhadap Dolar AS
digtara.com - Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS diperkirakan bergerak fluktuatif dengan kecenderungan melemah pada perdagangan hari ini, Senin, 12 Januari 2026. Pergerakan rupiah dipengaruhi sentimen global dan domestik yang masih menekan pasar keuangan.
Baca Juga:
- Nilai Tukar Rupiah 13 April 2026 Ditutup di Rp17.100 per Dolar AS, Bergerak Fluktuatif di Tengah Tekanan Global
- Rupiah Diprediksi Melemah ke Rp17.200 per Dolar AS Hari Ini 13 April 2026, Dipicu Geopolitik dan The Fed
- Rupiah Diprediksi Melemah ke Rp17.140 per Dolar AS, Sentimen Timur Tengah Tekan Pasar
Pelemahan mata uang tidak hanya dialami rupiah. Sejumlah mata uang Asia juga berada di zona merah, di antaranya yen Jepang yang melemah 0,39%, dolar Hong Kong turun 0,04%, dolar Singapura terkoreksi 0,14%, dolar Taiwan melemah 0,10%, won Korea Selatan turun 0,47%, serta peso Filipina melemah 0,11%. Rupee India dan ringgit Malaysia juga tertekan masing-masing sebesar 0,20% dan 0,27%.
Di sisi lain, hanya yuan China dan baht Thailand yang mencatat penguatan, masing-masing sebesar 0,04% dan 0,25% terhadap dolar AS.
Baca Juga:Direktur Traze Andalan Futures Ibrahim Assuaibi menjelaskan bahwa pergerakan rupiah pekan ini dipengaruhi berbagai sentimen global. Salah satu faktor utama adalah kepastian arah kebijakan moneter bank sentral Amerika Serikat atau The Fed, yang membuka peluang pelonggaran suku bunga lanjutan.
Gubernur The Fed Stephen Miran menyatakan bahwa aktivitas bisnis Amerika Serikat masih solid, namun tetap membutuhkan tingkat suku bunga yang lebih rendah. Pernyataan ini berbeda dengan pandangan Presiden The Fed Richmond Thomas Barkin yang menilai suku bunga saat ini berada di level netral, tidak mendorong maupun menahan pertumbuhan ekonomi.
Ketidakpastian tersebut membuat pasar memperkirakan adanya dua kali pemangkasan suku bunga The Fed sepanjang tahun ini. Investor juga mencermati data penggajian non-pertanian Amerika Serikat periode Desember yang dirilis akhir pekan lalu sebagai indikator lanjutan arah suku bunga.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa Caracas telah menyepakati pasokan minyak sebanyak 30 juta hingga 50 juta barel ke Amerika Serikat, menyusul penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro oleh otoritas AS.
Dari dalam negeri, Bank Indonesia melaporkan posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Desember 2025 mencapai US$156,5 miliar. Angka tersebut meningkat dibandingkan posisi akhir November 2025 yang sebesar US$150,1 miliar.
Baca Juga:Kenaikan cadangan devisa ini ditopang oleh penerimaan pajak dan jasa, penerbitan sukuk global pemerintah, serta penarikan pinjaman luar negeri pemerintah.
Pelaku pasar juga memperhatikan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia. Sejumlah lembaga internasional seperti IMF dan Bank Dunia, serta Bank Indonesia, memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2026 berada di kisaran 5%.
Meski demikian, Menteri Keuangan RI Purbaya Yudhi Sadewa optimistis pertumbuhan ekonomi nasional dapat mencapai 6% pada tahun 2026.
Nilai Tukar Rupiah 13 April 2026 Ditutup di Rp17.100 per Dolar AS, Bergerak Fluktuatif di Tengah Tekanan Global
Rupiah Diprediksi Melemah ke Rp17.200 per Dolar AS Hari Ini 13 April 2026, Dipicu Geopolitik dan The Fed
Rupiah Diprediksi Melemah ke Rp17.140 per Dolar AS, Sentimen Timur Tengah Tekan Pasar
Rupiah Diproyeksi Melemah ke Rp17.040 per Dolar AS Hari Ini, Sentimen Global Masih Bayangi
Nilai Tukar Rupiah Hari Ini 8 April 2026 Diprediksi Melemah, Bergerak di Rp17.050–Rp17.200 per Dolar AS