Minggu, 31 Mei 2026

Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar AS Hari Ini 11 Desember 2025, Berpotensi Melemah di Tengah Sentimen The Fed

Arie - Kamis, 11 Desember 2025 09:45 WIB
Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar AS Hari Ini 11 Desember 2025, Berpotensi Melemah di Tengah Sentimen The Fed
net
Ilustrasi.

digtara.com -Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada Kamis, 11 Desember 2025 diproyeksikan bergerak fluktuatif dengan kecenderungan melemah di rentang Rp16.680–Rp16.720 per dolar AS.

Baca Juga:

Berdasarkan data Bloomberg, Rabu (10/12/2025), rupiah menutup perdagangan dengan pelemahan 0,07% atau 12 poin ke level Rp16.688 per dolar AS. Pada saat bersamaan, indeks dolar AS tercatat turun 0,12% ke posisi 99,1.

Sejumlah mata uang Asia turut melemah. Dolar Taiwan turun 0,04%, won Korea Selatan 0,01%, peso Filipina 0,05%, rupee India 0,07%, dan ringgit Malaysia 0,14%. Sementara itu, beberapa mata uang regional justru menguat, seperti yen Jepang 0,15%, dolar Hong Kong 0,02%, dolar Singapura 0,17%, dan yuan China 0,01%.

Sentimen Eksternal

Baca Juga:
Direktur PT Traze Andalan Futures, Ibrahim Assuaibi, menjelaskan bahwa terdapat beberapa sentimen global yang mempengaruhi pergerakan rupiah hari ini. Salah satunya adalah proyeksi penurunan suku bunga The Fed sebesar 25 basis poin. Namun, perbedaan pandangan di internal para pembuat kebijakan The Fed membuat pasar berhati-hati.

Fokus utama pelaku pasar tertuju pada pernyataan Ketua The Fed Jerome Powell mengenai arah kebijakan moneter, termasuk panduan suku bunga untuk tahun 2026. Investor mencari sinyal bagaimana The Fed akan menyeimbangkan dukungan terhadap ekonomi dengan pengendalian inflasi.

Sentimen geopolitik juga sedikit mereda setelah Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy menyatakan bahwa Ukraina dan mitra-mitra Eropa akan segera menyerahkan dokumen perdamaian yang disempurnakan kepada Amerika Serikat untuk mengakhiri perang dengan Rusia.

Sentimen Domestik

Dari dalam negeri, Bank Indonesia (BI) menyoroti lima risiko utama yang berpotensi membayangi ekonomi global. Salah satu yang menjadi perhatian utama adalah kerentanan pasar keuangan akibat perilaku agresif lembaga keuangan non-bank. Risiko ini dinilai dapat memberikan dampak signifikan terhadap stabilitas keuangan dan pergerakan nilai tukar.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
Tags
Berita Terkait
BI Perketat Aturan Pembelian Dolar AS, Rupiah Masih Tertekan

BI Perketat Aturan Pembelian Dolar AS, Rupiah Masih Tertekan

Rupiah Terancam Tembus Rp18.000 per Dolar AS, Dipicu Geopolitik dan Tekanan Domestik

Rupiah Terancam Tembus Rp18.000 per Dolar AS, Dipicu Geopolitik dan Tekanan Domestik

Rupiah Diprediksi Melemah ke Rp17.800 per Dolar AS, Sentimen Defisit Fiskal Jadi Tekanan Utama

Rupiah Diprediksi Melemah ke Rp17.800 per Dolar AS, Sentimen Defisit Fiskal Jadi Tekanan Utama

Rupiah Diprediksi Melemah ke Rp17.800 per Dolar AS, Investor Waspadai Defisit Transaksi Berjalan

Rupiah Diprediksi Melemah ke Rp17.800 per Dolar AS, Investor Waspadai Defisit Transaksi Berjalan

Rupiah Melemah Lagi, Defisit Transaksi Berjalan Sentuh Level Terburuk dalam 6 Tahun

Rupiah Melemah Lagi, Defisit Transaksi Berjalan Sentuh Level Terburuk dalam 6 Tahun

Rupiah Diprediksi Bergerak Volatil di Kisaran Rp17.600–Rp17.700 per Dolar AS

Rupiah Diprediksi Bergerak Volatil di Kisaran Rp17.600–Rp17.700 per Dolar AS

Komentar
Berita Terbaru