Nilai Tukar Rupiah Hari Ini 10 Desember 2025: Melemah ke Rp16.710 di Tengah Sentimen The Fed
digtara.com -Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS hari ini, Rabu (10/12/2025), diperkirakan bergerak fluktuatif dengan kecenderungan melemah di rentang Rp16.670 – Rp16.710. Tekanan eksternal dan meningkatnya risiko domestik menjadi faktor utama pergerakan mata uang Garuda.
Baca Juga:
Di kawasan Asia, pergerakan mata uang berlangsung bervariasi. Yen Jepang melemah 0,21% dan ringgit Malaysia turun 0,18%. Sebaliknya, yuan China serta rupee India menguat masing-masing 0,02% dan 0,24% terhadap dolar AS.
Pengamat Ekonomi, Mata Uang, & Komoditas Ibrahim Assuaibi menyampaikan bahwa penguatan indeks dolar masih dipengaruhi oleh ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter The Fed. Sentimen pasar kini tertuju pada peluang pemangkasan suku bunga.
Baca Juga:"Pasar berjangka memperkirakan sekitar 87% peluang The Fed memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin pada 10 Desember 2025. Meski demikian, investor tetap berhati-hati karena adanya sinyal yang beragam mengenai kekuatan ekonomi AS," ujar Ibrahim.
Ia menambahkan, fokus utama pasar hari ini adalah laporan ketenagakerjaan AS menjelang keputusan suku bunga The Fed. Data ADP Employment Change dan JOLTS Job Openings untuk September–Oktober menjadi perhatian pelaku pasar.
Dari dalam negeri, rupiah turut dibayangi risiko meningkatnya utang luar negeri Indonesia. Laporan Bank Dunia mencatat lonjakan utang luar negeri jangka pendek pada 2024 yang tumbuh 29,1% menjadi US$65,12 miliar. Kenaikan ini dinilai cukup mengguncang profil utang negara-negara Asia Timur dan Pasifik.
Bank Dunia menyebut peningkatan tersebut dipicu oleh agresivitas penerbitan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) sebagai instrumen moneter untuk menjaga stabilitas rupiah sekaligus menarik aliran modal asing.
Baca Juga:Arus masuk utang jangka pendek ke Indonesia bahkan melonjak menjadi US$14,3 miliar pada 2024, jauh di atas rata-rata dua tahun sebelumnya.
Jumlah utang tersebut setara dengan 135% dari ekspor dan 31% dari pendapatan nasional bruto (GNI). Ibrahim menyebut GNI Indonesia pada 2024 berada di kisaran US$1.359,44 miliar.
Baca Juga:
Rupiah Diproyeksi Melemah ke Rp17.890 per Dolar AS, Dipengaruhi Sentimen Global dan Domestik
Rupiah Masih Tertekan Meski BI Kembali Naikkan Suku Bunga, Bergerak di Kisaran Rp17.790–Rp17.840 per Dolar AS
Rupiah Diproyeksi Melemah, Pasar Menanti Hasil RDG BI dan Arah Kebijakan The Fed
Rupiah Berpotensi Menguat pada Perdagangan 17 Juni 2026, Sentimen Perdamaian AS-Iran Jadi Pendorong
Rupiah Berpotensi Bergerak Fluktuatif, Diperkirakan di Kisaran Rp17.800–Rp17.950 per Dolar AS