Rabu, 24 Juni 2026

Nilai Tukar Rupiah Hari Ini 10 Desember 2025: Melemah ke Rp16.710 di Tengah Sentimen The Fed

Arie - Rabu, 10 Desember 2025 08:34 WIB
Nilai Tukar Rupiah Hari Ini 10 Desember 2025: Melemah ke Rp16.710 di Tengah Sentimen The Fed
net
Ilustrasi.

digtara.com -Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS hari ini, Rabu (10/12/2025), diperkirakan bergerak fluktuatif dengan kecenderungan melemah di rentang Rp16.670 – Rp16.710. Tekanan eksternal dan meningkatnya risiko domestik menjadi faktor utama pergerakan mata uang Garuda.

Baca Juga:

Menurut data Bloomberg, Selasa (9/12/2025), rupiah ditutup menguat tipis sebesar 19,50 poin atau 0,12% ke level Rp16.675,5 per dolar AS. Sementara indeks dolar AS juga naik 0,02% ke posisi 99,10.

Di kawasan Asia, pergerakan mata uang berlangsung bervariasi. Yen Jepang melemah 0,21% dan ringgit Malaysia turun 0,18%. Sebaliknya, yuan China serta rupee India menguat masing-masing 0,02% dan 0,24% terhadap dolar AS.

Pengamat Ekonomi, Mata Uang, & Komoditas Ibrahim Assuaibi menyampaikan bahwa penguatan indeks dolar masih dipengaruhi oleh ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter The Fed. Sentimen pasar kini tertuju pada peluang pemangkasan suku bunga.

Baca Juga:
"Pasar berjangka memperkirakan sekitar 87% peluang The Fed memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin pada 10 Desember 2025. Meski demikian, investor tetap berhati-hati karena adanya sinyal yang beragam mengenai kekuatan ekonomi AS," ujar Ibrahim.

Ia menambahkan, fokus utama pasar hari ini adalah laporan ketenagakerjaan AS menjelang keputusan suku bunga The Fed. Data ADP Employment Change dan JOLTS Job Openings untuk September–Oktober menjadi perhatian pelaku pasar.

Risiko Domestik Tekan Rupiah

Dari dalam negeri, rupiah turut dibayangi risiko meningkatnya utang luar negeri Indonesia. Laporan Bank Dunia mencatat lonjakan utang luar negeri jangka pendek pada 2024 yang tumbuh 29,1% menjadi US$65,12 miliar. Kenaikan ini dinilai cukup mengguncang profil utang negara-negara Asia Timur dan Pasifik.

Bank Dunia menyebut peningkatan tersebut dipicu oleh agresivitas penerbitan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) sebagai instrumen moneter untuk menjaga stabilitas rupiah sekaligus menarik aliran modal asing.

Baca Juga:

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Rupiah Diproyeksi Melemah ke Rp17.890 per Dolar AS, Dipengaruhi Sentimen Global dan Domestik

Rupiah Diproyeksi Melemah ke Rp17.890 per Dolar AS, Dipengaruhi Sentimen Global dan Domestik

Rupiah Masih Tertekan Meski BI Kembali Naikkan Suku Bunga, Bergerak di Kisaran Rp17.790–Rp17.840 per Dolar AS

Rupiah Masih Tertekan Meski BI Kembali Naikkan Suku Bunga, Bergerak di Kisaran Rp17.790–Rp17.840 per Dolar AS

Rupiah Diproyeksi Melemah, Pasar Menanti Hasil RDG BI dan Arah Kebijakan The Fed

Rupiah Diproyeksi Melemah, Pasar Menanti Hasil RDG BI dan Arah Kebijakan The Fed

Rupiah Berpotensi Menguat pada Perdagangan 17 Juni 2026, Sentimen Perdamaian AS-Iran Jadi Pendorong

Rupiah Berpotensi Menguat pada Perdagangan 17 Juni 2026, Sentimen Perdamaian AS-Iran Jadi Pendorong

Rupiah Berpotensi Bergerak Fluktuatif, Diperkirakan di Kisaran Rp17.800–Rp17.950 per Dolar AS

Rupiah Berpotensi Bergerak Fluktuatif, Diperkirakan di Kisaran Rp17.800–Rp17.950 per Dolar AS

Harga Minyak Dunia Melonjak Setelah Iran Umumkan Penutupan Selat Hormuz

Harga Minyak Dunia Melonjak Setelah Iran Umumkan Penutupan Selat Hormuz

Komentar
Berita Terbaru