Nilai Tukar Rupiah Hari Ini Melemah, Senin 8 Desember 2025: Diprediksi di Rentang Rp16.640–Rp16.680 per Dolar AS
digtara.com -Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada hari ini, Senin (8/12/2025), diperkirakan bergerak fluktuatif dengan kecenderungan melemah di rentang Rp16.640–Rp16.680 per dolar AS.
Baca Juga:
Sejumlah mata uang Asia lainnya juga terlihat menguat. Yen Jepang naik 0,21%, dolar Singapura menguat 0,06%, dolar Taiwan naik 0,22%, dan won Korea Selatan menguat 0,17%. Sementara itu, peso Filipina naik 0,14%, yuan China 0,03%, dan ringgit Malaysia 0,19% terhadap dolar AS.
Pengamat komoditas dan mata uang, Ibrahim Assuaibi, mengatakan prospek kebijakan moneter global semakin tidak pasti setelah pejabat Federal Reserve (The Fed) menunjukkan sikap skeptis terhadap kemungkinan pemangkasan suku bunga pada Desember.
Baca Juga:Menurutnya, pejabat The Fed masih terbelah antara risiko inflasi yang masih membayangi dan tanda-tanda melemahnya pasar tenaga kerja. Kondisi ini membuat pelaku pasar mengurangi ekspektasi terhadap pelonggaran kebijakan moneter lebih lanjut.
Pasar kini menunggu rilis laporan ketenagakerjaan AS untuk bulan September yang sempat tertunda. Data tersebut diperkirakan memberikan gambaran mengenai kesehatan pasar tenaga kerja serta arah kebijakan suku bunga The Fed.
Para ekonom memperkirakan jumlah tenaga kerja bertambah sekitar 50.000, naik dari 22.000 pada Agustus. Jika angka aktual lebih rendah dari perkiraan, ekspektasi penurunan suku bunga bisa kembali menguat.
BI juga menegaskan bahwa neraca pembayaran Indonesia (NPI) sepanjang 2025 diperkirakan tetap berdaya tahan, didukung oleh defisit transaksi berjalan yang rendah serta potensi meningkatnya aliran modal asing seiring membaiknya prospek ekonomi nasional.
Ketahanan eksternal Indonesia hingga saat ini dinilai tetap solid, tercermin dari NPI yang masih positif dan mampu menjaga stabilitas makroekonomi di tengah gejolak ekonomi global.
Baca Juga:
Rupiah Diproyeksi Melemah ke Rp17.890 per Dolar AS, Dipengaruhi Sentimen Global dan Domestik
Rupiah Masih Tertekan Meski BI Kembali Naikkan Suku Bunga, Bergerak di Kisaran Rp17.790–Rp17.840 per Dolar AS
Rupiah Diproyeksi Melemah, Pasar Menanti Hasil RDG BI dan Arah Kebijakan The Fed
Rupiah Berpotensi Menguat pada Perdagangan 17 Juni 2026, Sentimen Perdamaian AS-Iran Jadi Pendorong
Rupiah Berpotensi Bergerak Fluktuatif, Diperkirakan di Kisaran Rp17.800–Rp17.950 per Dolar AS