Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar AS Hari Ini, Jumat 31 Oktober 2025
digtara.com - Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ditutup melemah pada perdagangan kemarin, Kamis (30/10/2025). Rupiah ditutup melemah bersamaan dengan sejumlah mata uang lain di Asia.
Baca Juga:
Sejumlah mata uang lain di Asia yang turut ditutup melemah antara lain yen Jepang terkoreksi 0,61%, dolar Singapura terkoreksi 0,15%, dolar Taiwan terkoreksi 0,34%, won Korea terkoreksi 0,52%, peso Filipina terkoreksi 0,27%, dan rupee India terkoreksi 0,52%.
Selain itu, yuan China juga turut mengalami koreksi sebesar 0,15%, ringgit Malaysia sebesar 0,25%, dan baht Thailand terkoreksi 0,08%. Sebaliknya, hanya dolar Hong Kong yang menguat 0,03% pada perdagangan kemarin.
Baca Juga:Melansir Reuters, lemahnya yen Jepang terhadap dolar AS pada perdagangan kemarin, terjadi setelah bank sentral Jepang memutuskan untuk mempertahankan suku bunga. Sementara itu, mata uang lainnya bergerak variatif karena pasar mencermati perjanjian dagang antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping.
Trump mengatakan dia telah setuju untuk mengurangi tarif pada China sebagai imbalan atas dimulainya kembali pembelian kedelai AS oleh Beijing, menjaga kelancaran ekspor rare earths (logam tanah jarang), dan menindak perdagangan fentanil ilegal. Namun, rinciannya masih minim dan China belum memberikan kejelasan.
Bank sentral Jepang mempertahankan suku bunga kebijakannya di 0,5% seperti yang diharapkan pada akhir pertemuan kebijakan moneter dua hari, tetapi mengulangi janjinya untuk terus meningkatkan biaya pinjaman jika perekonomian bergerak sejalan dengan perkiraannya.
Pada konferensi pers pascapertemuan, Gubernur bank sentral Jepang, Kazuo Ueda juga tidak menawarkan banyak rincian kapan bank sentral dapat menaikkan suku bunga lagi.
"Ada kontras di sini antara Bank of Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar AS Hari Ini, Jumat 31 Oktober 2025
Pada perdagangan kemarin, Kamis (30/10/2025), nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ditutup melemah ke level Rp16.636 per dolar AS, terkoreksi sebesar 0,11%. Penurunan rupiah ini terjadi bersamaan dengan pelemahan sejumlah mata uang utama Asia lainnya.
Baca Juga:Dolar AS juga melemah 0,06% ke level 99,16. Mata uang Asia lain yang melemah antara lain yen Jepang turun 0,61%, dolar Singapura turun 0,15%, dolar Taiwan turun 0,34%, won Korea turun 0,52%, peso Filipina turun 0,27%, dan rupee India turun 0,52%. Yuan China melemah 0,15%, ringgit Malaysia turun 0,25%, dan baht Thailand turun 0,08%. Sementara itu, hanya dolar Hong Kong yang berhasil menguat 0,03%.
Pelemahan yen Jepang terhadap dolar AS disebabkan oleh keputusan Bank of Japan untuk mempertahankan suku bunga di 0,5% setelah pertemuan kebijakan moneter dua hari. Bank sentral Jepang memilih pendekatan hati-hati dengan menunda kenaikan suku bunga, yang membuat yen anjlok ke level terendah selama beberapa bulan pada 153,52 yen per dolar AS.
Sementara itu, pasar juga mencermati perjanjian dagang yang potensial antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping. Trump telah menyetujui pengurangan tarif terhadap China sebagai imbalan atas dimulainya kembali pembelian kedelai AS oleh China. Namun, rincian kesepakatan masih minim dan belum ada kejelasan penuh dari pihak China.
Penguatan atau pelemahan rupiah ke depan akan sangat dipengaruhi oleh dinamika kebijakan moneter global dan perkembangan hubungan dagang AS-China.Japan yang masih berhati-hati dalam kenaikan suku bunga, dan (Federal Reserve) yang berhati-hati dalam pemotongan suku bunga," kata Sim Moh Siong, ahli strategi mata uang di Bank of Singapore dikutip dari Reuters, Kamis (30/10/2025).
Baca Juga:
Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar AS Hari Ini Jumat 27 Februari 2026, Diproyeksi Melemah ke Rp16.780
Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar AS Hari Ini, Kamis 26 Februari 2026
Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar AS Hari Ini 25 Februari 2026 Diproyeksi Melemah, Tertekan Sentimen Global dan APBN
Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar AS Hari Ini 24 Februari 2026, Bergerak di Rentang Rp16.750–Rp16.900
Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar AS Hari Ini Senin 23 Februari 2026 Diprediksi Melemah, Ini Sentimennya