Sabtu, 17 Oktober 2026

Rupiah Diproyeksi Melemah di Awal Pekan, Sentimen Global Masih Menekan

Arie - Senin, 27 Oktober 2025 09:45 WIB
Rupiah Diproyeksi Melemah di Awal Pekan, Sentimen Global Masih Menekan
net
Ilustrasi.

digtara.com -Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) diperkirakan bergerak fluktuatif namun berisiko ditutup melemah pada perdagangan awal pekan ini, Senin (27/10/2025). Rupiah diproyeksi berada di kisaran Rp16.600–Rp16.650 per dolar AS seiring tekanan eksternal yang masih tinggi.

Baca Juga:

Berdasarkan data Bloomberg, rupiah sebelumnya ditutup menguat 0,16% ke level Rp16.602 per dolar AS pada akhir pekan lalu, Jumat (24/10/2025).

Di sisi lain, indeks dolar AS juga naik tipis 0,05% ke level 98,98, menandakan mata uang Negeri Paman Sam masih cukup kuat di pasar global.

Sementara itu, pergerakan mata uang di kawasan Asia terpantau bervariasi. Yen Jepang melemah 0,18%, dolar Hong Kong menguat 0,02%, dolar Singapura turun 0,07%, dolar Taiwan melemah 0,03%, sedangkan won Korea Selatan naik 0,06%.

Baca Juga:
Selain itu, peso Filipina melemah 0,04%, rupee India menguat 0,11%, yuan China naik 0,01%, ringgit Malaysia naik 0,08%, dan baht Thailand menguat 0,05%.

Sentimen Global: Pertemuan Trump–Xi dan Data Ekonomi AS

Pengamat mata uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi menilai rupiah masih dibayangi ketidakpastian global.

Salah satunya berasal dari rencana pertemuan antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping di Korea Selatan pekan depan. Pertemuan ini menimbulkan harapan akan mencairnya hubungan dagang dua negara dengan ekonomi terbesar dunia tersebut.

Selain itu, pelaku pasar tengah menunggu rilis data inflasi (IHK) AS untuk September 2025, yang sebelumnya tertunda akibat penutupan sementara pemerintahan AS. Data inflasi ini akan menjadi acuan penting bagi kebijakan suku bunga The Federal Reserve (The Fed) yang dijadwalkan diumumkan minggu depan.

Pasar memperkirakan The Fed akan memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi AS.

Baca Juga:
Faktor Domestik: Likuiditas dan Pertumbuhan Kredit

Dari dalam negeri, Bank Indonesia (BI) mencatat pertumbuhan uang beredar (M2) pada September 2025 meningkat menjadi 8,0% (yoy), lebih tinggi dari Agustus yang sebesar 7,6%. Nilai total uang beredar tercatat mencapai Rp9.771,3 triliun.

Pertumbuhan ini didorong oleh peningkatan uang beredar sempit (M1) sebesar 10,7% (yoy) dan uang kuasi sebesar 6,2% (yoy). Selain itu, penyaluran kredit tumbuh 7,2% (yoy), naik dari 7,0% pada bulan sebelumnya, sementara tagihan bersih kepada Pemerintah Pusat meningkat 6,5% (yoy).

"Dengan kombinasi faktor eksternal dan domestik tersebut, rupiah hari ini berpotensi bergerak fluktuatif namun tetap berisiko melemah, di kisaran Rp16.600–Rp16.650 per dolar AS," ujar Ibrahim.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Rupiah Melemah ke Rp17.938 per Dolar AS, Pasar Menanti Arah Suku Bunga The Fed

Rupiah Melemah ke Rp17.938 per Dolar AS, Pasar Menanti Arah Suku Bunga The Fed

Rupiah Hari Ini Diprediksi Melemah ke Rp17.950 per Dolar AS, Ini Penyebabnya

Rupiah Hari Ini Diprediksi Melemah ke Rp17.950 per Dolar AS, Ini Penyebabnya

Rupiah Hari Ini Diprediksi Melemah ke Rp17.950 per Dolar AS, Ini Faktor Pemicunya

Rupiah Hari Ini Diprediksi Melemah ke Rp17.950 per Dolar AS, Ini Faktor Pemicunya

Rupiah Hari Ini Diprediksi Melemah, Cek Proyeksi Kurs Dolar AS Selasa 13 Oktober 2026

Rupiah Hari Ini Diprediksi Melemah, Cek Proyeksi Kurs Dolar AS Selasa 13 Oktober 2026

Rupiah Hari Ini 12 Oktober 2026 Diprediksi Melemah, Dolar AS Berpotensi Tembus Rp17.950

Rupiah Hari Ini 12 Oktober 2026 Diprediksi Melemah, Dolar AS Berpotensi Tembus Rp17.950

Nilai Tukar Rupiah Hari Ini 9 Oktober 2026, Dolar AS Bertahan di Level Tinggi

Nilai Tukar Rupiah Hari Ini 9 Oktober 2026, Dolar AS Bertahan di Level Tinggi

Komentar
Berita Terbaru