Senin, 27 April 2026

Rupiah Diperkirakan Melemah, Sentimen AS dan Geopolitik Tekan Pasar

Arie - Rabu, 22 Oktober 2025 08:35 WIB
Rupiah Diperkirakan Melemah, Sentimen AS dan Geopolitik Tekan Pasar
net
Ilustrasi.

digtara.com -Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) diperkirakan bergerak fluktuatif dengan kecenderungan melemah pada perdagangan hari ini, Rabu (22/10/2025). Rupiah diprediksi bergerak di kisaran Rp16.580 hingga Rp16.610 per dolar AS.

Baca Juga:

Mengutip data Bloomberg, pada perdagangan Selasa (21/10/2025) pukul 15.00 WIB, rupiah ditutup melemah 0,07% ke level Rp16.587 per dolar AS. Sementara itu, indeks dolar AS tercatat menguat 0,19% ke posisi 98,77.

Pergerakan mata uang di kawasan Asia pun menunjukkan tren bervariasi. Yen Jepang melemah 0,27%, dolar Hong Kong menguat 0,01%, dolar Singapura melemah 0,13%, dolar Taiwan melemah 0,18%, dan won Korea Selatan turun 0,61%. Adapun peso Filipina melemah 0,13%, rupee India menguat 0,05%, yuan China menguat 0,05%, ringgit Malaysia melemah 0,02%, dan baht Thailand turun 0,45%.

Faktor Global Tekan Rupiah

Baca Juga:
Pengamat mata uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi menilai, dinamika eksternal masih menjadi tekanan utama bagi rupiah.

"Penutupan pemerintah federal AS yang sudah memasuki hari ke-21 tanpa tanda-tanda berakhir menjadi perhatian pelaku pasar. Ini merupakan jeda pendanaan terpanjang ketiga dalam sejarah modern AS," jelas Ibrahim, Selasa (21/10/2025).

Selain itu, belum tercapainya kesepakatan dagang antara AS dan China mengenai tarif, teknologi, dan akses pasar turut menambah ketidakpastian global.
Kondisi geopolitik juga memburuk setelah ketegangan di Jalur Gaza meningkat, menyusul serangan udara Israel terhadap wilayah Hamas pasca dugaan pelanggaran gencatan senjata.

Kebijakan DHE SDA Jadi Perhatian Pasar

Dari dalam negeri, pasar menyoroti kemungkinan revisi aturan terkait penempatan devisa hasil ekspor sumber daya alam (DHE SDA) oleh pemerintah.

Presiden Prabowo Subianto dikabarkan tengah mengevaluasi penerapan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 8 Tahun 2025, yang mewajibkan eksportir menempatkan 100% DHE SDA di dalam negeri selama 12 bulan.

"Evaluasi kebijakan DHE SDA menjadi perhatian, karena berdampak langsung pada pasokan dolar di pasar domestik," ujar Ibrahim.

Baca Juga:
Dengan berbagai tekanan tersebut, Ibrahim memperkirakan rupiah akan bergerak fluktuatif namun berpeluang ditutup melemah di kisaran Rp16.580—Rp16.610 per dolar AS pada perdagangan hari ini.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Rupiah Hari Ini 24 April 2026 Diproyeksi Melemah ke Rp17.340, Tertekan Konflik Global dan Harga Minyak

Rupiah Hari Ini 24 April 2026 Diproyeksi Melemah ke Rp17.340, Tertekan Konflik Global dan Harga Minyak

Nilai Tukar Rupiah Hari Ini 23 April 2026 Diprediksi Melemah ke Rp17.220 per Dolar AS

Nilai Tukar Rupiah Hari Ini 23 April 2026 Diprediksi Melemah ke Rp17.220 per Dolar AS

Rupiah Diprediksi Melemah ke Rp17.180 per Dolar AS Hari Ini 22 April 2026, Ini Penyebabnya

Rupiah Diprediksi Melemah ke Rp17.180 per Dolar AS Hari Ini 22 April 2026, Ini Penyebabnya

Rupiah Berisiko Melemah ke Rp17.200, Sentimen Global Tekan Pasar

Rupiah Berisiko Melemah ke Rp17.200, Sentimen Global Tekan Pasar

Nilai Tukar Rupiah 20 April 2026 Diprediksi Melemah, Sentuh Rp17.250 per Dolar AS

Nilai Tukar Rupiah 20 April 2026 Diprediksi Melemah, Sentuh Rp17.250 per Dolar AS

Rupiah Hari Ini 17 April 2026 Diprediksi Melemah Tipis, Bergerak di Kisaran Rp17.100–Rp17.200 per Dolar AS

Rupiah Hari Ini 17 April 2026 Diprediksi Melemah Tipis, Bergerak di Kisaran Rp17.100–Rp17.200 per Dolar AS

Komentar
Berita Terbaru