Kamis, 25 Juni 2026

Hari Ini, Rupiah Masih Rawan Tekanan di Pasar Spot

Redaksi - Kamis, 16 Mei 2019 23:10 WIB
Hari Ini, Rupiah Masih Rawan Tekanan di Pasar Spot

Digtara.com | JAKARTA – Meski berhasil rebound, kurs rupiah terhadap dollar AS masih rawan terhadap tekanan pada perdagangan Jumat (16/5/2019) hari ini. Di mana kurs spot rupiah menguat 0,08% ke level Rp 14.452 per dollar AS kemarin.

Baca Juga:

Namun, hal itu tidak diikuti oleh kurs tengah rupiah di Bank Indonesia yang terkoreksi 0,06% ke level Rp 14.458 per dollar AS.

Ekonom Bank Central Asia David Sumual mengatakan, penguatan rupiah kali ini lebih dipicu oleh kabar bahwa Presiden AS Donald Trump diperkirakan akan menunda keputusan penerapan tarif impor di sektor otomotif dalam enam bulan ke depan. Kabar tersebut setidaknya sedikit meredam tensi perang dagang yang tengah panas dalam beberapa pekan terakhir.

Di sisi lain, keputusan BI yang tetap mempertahankan suku bunga acuan di level 6% dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) bulan ini tidak berpengaruh signifikan terhadap rupiah. “Hasil RDG masih sesuai ekspektasi para pelaku pasar,” ujarnya.

Dia pun menilai, kurs rupiah belum bisa lepas dari tekanan pada perdagangan besok. Terlebih lagi, defisit neraca dagang Indonesia di bulan April membengkak menjadi US$ 2,5 miliar.

Selain itu, sentimen negatif dari global pun masih cukup banyak. Tak hanya dari kelanjutan perang dagang, hasil data ekonomi China yang memburuk juga bisa membuat rupiah terkapar.

Selasa (14/5) lalu, data penjualan ritel China sampai bulan April 2019 hanya tumbuh 7,2%. Angka tersebut merupakan pertumbuhan yang paling rendah sejak bulan Mei 2003 silam. Hasil ini membuat mata uang yuan berada dalam tren melemah.

“Kalau yuan melemah, biasanya mata uang emerging market lainnya ikut melemah,” ungkap David. Ia pun memperkirakan rupiah akan bergerak di kisaran Rp 14.400—Rp 14.480 per dollar AS pada perdagangan hari ini.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Rupiah Diproyeksi Melemah ke Rp17.890 per Dolar AS, Dipengaruhi Sentimen Global dan Domestik

Rupiah Diproyeksi Melemah ke Rp17.890 per Dolar AS, Dipengaruhi Sentimen Global dan Domestik

Rupiah Masih Tertekan Meski BI Kembali Naikkan Suku Bunga, Bergerak di Kisaran Rp17.790–Rp17.840 per Dolar AS

Rupiah Masih Tertekan Meski BI Kembali Naikkan Suku Bunga, Bergerak di Kisaran Rp17.790–Rp17.840 per Dolar AS

Rupiah Diproyeksi Melemah, Pasar Menanti Hasil RDG BI dan Arah Kebijakan The Fed

Rupiah Diproyeksi Melemah, Pasar Menanti Hasil RDG BI dan Arah Kebijakan The Fed

Rupiah Berpotensi Menguat pada Perdagangan 17 Juni 2026, Sentimen Perdamaian AS-Iran Jadi Pendorong

Rupiah Berpotensi Menguat pada Perdagangan 17 Juni 2026, Sentimen Perdamaian AS-Iran Jadi Pendorong

Rupiah Diproyeksikan Menguat, Bergerak di Kisaran Rp17.900–Rp18.000 per Dolar AS

Rupiah Diproyeksikan Menguat, Bergerak di Kisaran Rp17.900–Rp18.000 per Dolar AS

Rupiah Menguat ke Rp17.944 per Dolar AS, Didukung Sentimen Domestik

Rupiah Menguat ke Rp17.944 per Dolar AS, Didukung Sentimen Domestik

Komentar
Berita Terbaru