Haji 2027, Jateng Dapat Kuota 34.122 Jemaah, 1.716 Masuk Prioritas Lansia
digtara.com - Jawa Tengah mendapatkan kuota sebanyak 34.122 jemaah untuk penyelenggaraan ibadah haji 2027. Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.716 jemaah masuk dalam kelompok prioritas lanjut usia (lansia).
Baca Juga:
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Jawa Tengah, Fitriyanto, mengatakan kuota tersebut merupakan yang terbesar kedua secara nasional setelah Jawa Timur.
"Untuk Jawa Tengah kita mendapatkan kuota sebesar 34.122. Ini kuota terbesar kedua setelah Jawa Timur," kata Fitriyanto dalam kegiatan Sertifikasi Pembimbing Ibadah Haji dan Umrah (PIHU) Angkatan III Tahun 2026 di BBPMP Jawa Tengah, Srondol, Semarang, Selasa (29/9/2026).
Kegiatan tersebut diselenggarakan Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) UIN Walisongo Semarang bersama MHU Walisongo Tour, bekerja sama dengan Kemenhaj.
Fitriyanto menjelaskan, keberangkatan jemaah asal Jawa Tengah direncanakan melalui dua embarkasi, yakni Solo dan Yogyakarta. Sebanyak 80 kelompok terbang (kloter) akan diberangkatkan melalui Solo, sedangkan 15 atau 16 kloter lainnya melalui Yogyakarta.
Dari total kuota tersebut, sebanyak 1.716 jemaah merupakan kelompok prioritas lansia. Fitriyanto mengatakan, prioritas diberikan kepada jemaah berusia di atas 65 tahun dengan mempertimbangkan masa pendaftaran dan usia jemaah.
Baca Juga:
Menurut dia, jemaah harus sudah terdaftar minimal lima tahun untuk masuk dalam kriteria prioritas tersebut. Penentuan dilakukan berdasarkan sistem dengan mempertimbangkan usia tertinggi.
"Yang tertua adalah usia 105 tahun, dan usia yang termuda dari 1.716 tadi adalah 83 tahun," ujar Fitriyanto.
Ia menambahkan, jemaah yang memenuhi kriteria prioritas lansia tidak perlu mengajukan permohonan secara mandiri. Pemanggilan dilakukan melalui petugas Kementerian Haji dan Umrah di kabupaten atau kota sesuai mekanisme yang berlaku.
Selain menyiapkan keberangkatan, KemenhajJawa Tengah juga merencanakan delapan kali kegiatan manasik haji bagi jemaah. Kegiatan tersebut terdiri dari dua kali manasik di tingkat kabupaten atau kota dan enam kali di tingkat kecamatan, termasuk pembekalan terkait kesehatan.
Fitriyanto mengimbau jemaah mulai menjaga kesehatan sejak dini dengan melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala dan berolahraga. Menurut dia, persiapan fisik dan mental penting karena ibadah haji membutuhkan kondisi tubuh yang prima.
"Karena memang haji ini ibadah fisik, tentu jemaah perlu menyiapkan fisiknya dengan baik, menyiapkan psikisnya dengan baik, sehingga mereka bisa melaksanakan ibadah dengan sempurna," pungkasnya. (San).
Haji 2027, Kemenhaj Jateng Minta Petugas Siapkan Mitigasi Risiko Sejak Dini
Manasik Haji di Era Digital, Kemenhaj Jateng Dorong Pembimbing Kuasai IT
Akhmad Fauzin: Petugas Haji Harus Layani Jemaah Lansia dan Disabilitas secara Adil
Rektor UIN Walisongo: Pembimbing Haji Perlu Kuasai Komunikasi dan Manajemen Konflik di Era Digital
Pembimbing Haji Perlu Kuasai Psikologi Komunikasi, Ini Alasannya