Sabtu, 03 Oktober 2026

Akhmad Fauzin: Petugas Haji Harus Layani Jemaah Lansia dan Disabilitas secara Adil

Sertifikasi pembimbing haji profesional
Ahsan Fauzi - Minggu, 27 September 2026 23:27 WIB
Akhmad Fauzin: Petugas Haji Harus Layani Jemaah Lansia dan Disabilitas secara Adil
Ahsan Fauzi / MCH 2026
Direktur Bina Haji Khusus Kemenhaj, Akhmad Fauzin saat menjadi narasumber kegiatan Sertifikasi Pembimbing Ibadah Haji dan Umrah (PIHU) Angkatan III Tahun 2026

digtara.com - Direktur Bina Haji Khusus Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj), Akhmad Fauzin, menegaskan seluruh petugas haji harus memberikan pelayanan secara adil kepada semua jemaah, termasuk kelompok lanjut usia (lansia), jemaah risiko tinggi (risti), dan penyandang disabilitas.

Baca Juga:

Menurut Akhmad Fauzin, setiap jemaah memiliki hak yang sama untuk mendapatkan pelayanan terbaik. Karena itu, petugas haji tidak boleh membeda-bedakan jemaah berdasarkan kondisi fisik maupun kebutuhan layanan.

Hal itu disampaikan Akhmad Fauzin dalam kegiatan Sertifikasi Pembimbing Ibadah Haji dan Umrah (PIHU) Angkatan III Tahun 2026 yang digelar Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) UIN Walisongo Semarang bersama MHU Walisongo Tour, bekerja sama dengan Kemenhaj, di BBPMP Jawa Tengah, Srondol, Semarang, Minggu (27/9/2026) malam.

Akhmad Fauzin menyebutkan, data jemaah haji 2026 menunjukkan sekitar 44.000 jemaah lansia dan 171.000 jemaah risiko tinggi. Selain itu, tercatat 382 jemaah penyandang disabilitas dan 278 jemaah yang membutuhkan kursi roda.

Data tersebut, kata dia, menjadi pengingat bagi petugas agar mampu memahami kebutuhan jemaah yang beragam. Pelayanan haji harus mengedepankan prinsip keadilan dan keadaban sehingga seluruh jemaah mendapatkan haknya secara layak.

"Memperlakukan jemaah haji kita tidak boleh membeda-bedakan. Mereka punya hak yang sama," tegas Akhmad Fauzin.

Baca Juga:

Ia juga mengingatkan peserta sertifikasi PIHU yang telah dinyatakan lulus agar memahami tanggung jawab ketika nantinya menjalankan tugas pelayanan di Tanah Suci.

Menurutnya, kelulusan sertifikasi merupakan pemenuhan persyaratan formal. Namun, setelah mengenakan rompi petugas, setiap orang harus memiliki orientasi yang sama, yakni memberikan pelayanan terbaik kepada jemaah haji.

"Rompi yang dipakai sebagai petugas sudah tidak lagi berbicara kepada satu bidang saja. Tetapi niatnya adalah memberikan layanan tamu Allah yang terbaik," ujarnya.

Akhmad Fauzin menegaskan, keberhasilan pelayanan haji tidak hanya ditentukan oleh kemampuan teknis petugas, tetapi juga oleh komitmen untuk melayani seluruh jemaah secara adil, tanpa diskriminasi, dan sesuai kebutuhan masing-masing. (San).

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Ahsan Fauzi
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Haji 2027, Kemenhaj Jateng Minta Petugas Siapkan Mitigasi Risiko Sejak Dini

Haji 2027, Kemenhaj Jateng Minta Petugas Siapkan Mitigasi Risiko Sejak Dini

Manasik Haji di Era Digital, Kemenhaj Jateng Dorong Pembimbing Kuasai IT

Manasik Haji di Era Digital, Kemenhaj Jateng Dorong Pembimbing Kuasai IT

Rektor UIN Walisongo: Pembimbing Haji Perlu Kuasai Komunikasi dan Manajemen Konflik di Era Digital

Rektor UIN Walisongo: Pembimbing Haji Perlu Kuasai Komunikasi dan Manajemen Konflik di Era Digital

Pembimbing Haji Perlu Kuasai Psikologi Komunikasi, Ini Alasannya

Pembimbing Haji Perlu Kuasai Psikologi Komunikasi, Ini Alasannya

Pembimbing Haji Perlu Pahami Budaya Arab agar Jemaah Tak Salah Berinteraksi

Pembimbing Haji Perlu Pahami Budaya Arab agar Jemaah Tak Salah Berinteraksi

Pembimbing Haji Dituntut Tak Hanya Paham Ibadah, tapi Juga Mampu Redam Konflik

Pembimbing Haji Dituntut Tak Hanya Paham Ibadah, tapi Juga Mampu Redam Konflik

Komentar
Berita Terbaru