Wahid Su’udi PHD Asal Demak Ungkap Pelayanan Haji 2026 Memiliki Tantangan yang Lebih Kompleks, Sekda Jateng Minta Pelayanan Jadi Prioritas Utama
digtara.com - Menjelang pemberangkatan haji tahun 2026, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, mengingatkan para petugas haji agar menempatkan pelayanan kepada jemaah sebagai prioritas utama. Dengan pelayanan yang optimal, diharapkan jemaah dapat menjalankan rangkaian ibadah haji dengan lebih nyaman dan khusyuk.
Baca Juga:
Sumarno menuturkan, hasil evaluasi pelaksanaan haji pada tahun-tahun sebelumnya masih menunjukkan adanya keluhan dari jemaah terkait pelayanan petugas yang belum maksimal. Ia menyinggung adanya petugas yang dinilai lebih fokus menjalankan ibadah pribadi dibandingkan tugas pelayanan.
Menurutnya, para petugas perlu menyadari sejak awal bahwa keberangkatan mereka adalah sebagai petugas yang memiliki tanggung jawab melayani jemaah.
Baca Juga:"Momentum ini penting untuk mengingatkan kembali bahwa ikrar utama adalah sebagai petugas haji," ujarnya.
Ia menegaskan, kesempatan untuk beribadah haji bagi petugas hendaknya dipandang sebagai nilai tambah, bukan tujuan utama keberangkatan.
Senada dengan itu, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Jawa Tengah, Fitriyanto, menekankan pentingnya sinergi dan integrasi antarpersonel yang bertugas.
"Karena itu, koordinasi antara petugas kloter dan petugas daerah diharapkan sudah berjalan bahkan sebelum para jemaah memasuki asrama haji. Dengan kolaborasi yang baik, perlindungan terhadap jemaah diharapkan dapat dilakukan secara maksimal," ungkap Fitriyanto.
Ia membeber, sebanyak 180 PHD mengikuti pembekalan tersebut, terdiri atas 86 petugas layanan kesehatan dan 94 petugas layanan umum. Mereka dijadwalkan mulai mengawal keberangkatan Kloter 1 yang akan masuk ke Asrama Haji Donohudan pada 21 April 2026.
Baca Juga:Sementara itu, Petugas Haji Daerah asal Kabupaten Demak, Wahid Su'udi, menyatakan dirinya bersama tim telah menyiapkan diri secara menyeluruh, baik dari sisi teknis maupun mental, untuk menjalankan tugas pelayanan kepada jemaah.
Ia mengatakan, berbagai potensi persoalan yang sering muncul dalam penyelenggaraan haji telah dipetakan sejak awal sebagai langkah mitigasi agar tidak ada jemaah yang terabaikan.
Menurut Wahid, pelayanan haji tahun ini memiliki tantangan yang lebih kompleks, terutama karena banyaknya jemaah lansia, perempuan, serta kelompok berisiko tinggi yang membutuhkan perhatian khusus.
Wahid yang bertugas di Kloter 35 Kabupaten Demak dengan sekitar 360 jemaah menambahkan, kerja sama antarpetugas menjadi kunci keberhasilan pelayanan.
Ia menegaskan bahwa seluruh petugas, baik PHD maupun tenaga kesehatan, harus saling mendukung agar jemaah dapat memperoleh pelayanan terbaik selama menjalankan ibadah haji. (San).
Baca Juga:
Bimbad PPIH Daker Bandara Ajak Semua Petugas Haji Beri Pendampingan Optimal bagi Jemaah Berkebutuhan Khusus
Kemenhaj Minta Jemaah Bayar Dam Lewat Saluran Resmi
Kemenhaj Pastikan Pendampingan Khusus Jemaah Lansia, Disabilitas dan Perempuan
Irjen Pimpin Apel Gabungan Petugas Haji di Sejumlah Sektor Makkah, Pastikan Kesiapan Layanan
Sambut Armuzna, Jemaah Diimbau Bijak Atur Aktivitas dan Jaga Kondisi Tubuh