Wamenhaj Dahnil: Haji Tak Hanya Sebagai Ritual Semata, Tapi Juga Sebagai Simbol Kebangsaan dan Perubahan
digtara.com - Wakil Menteri Haji dan Umrah RI, Dahnil Anzar Simanjuntak bahwa penyelenggaraan haji era Kemenhaj tidak hanya memaknai haji sebagai ritual semata, tapi juga sebagai simbol kebangsaan dan perubahan sebagaimana para haji- haji pendiri bangsa terdahulu yang membawa semangat perjuangan dan modernitas.Hal itu disampaikan Dahnil saat menghadiri Dialog Perhajian dan Pembinaan ASN di Kantor Wilayah Kemenhaj Provinsi Bengkulu pada Rabu (10/12/2025).
Baca Juga:
- Dukung Pengelolaan Haji Profesional, UIN Sunan Kudus Siap Gelar Sertifikasi Pembimbing Haji dan Umrah ke-5 di Semarang
- KBIHU Babussalam NU Temanggung Sukses Dampingi 580 Jemaah Haji 2026, Siap Sambut Pembinaan Haji 2027 Lebih Optimal
- Juleha Demak Kompak Bayar Dam Tamattu di Tanah Air, Beri Manfaat yang Lebih Luas Bagi Masyarakat
Ia memaparkan transformasi besar Kemenhaj melalui tiga arah sukses penyelenggaraan haji: sukses ritual, sukses ekosistem ekonomi haji, serta sukses peradaban dan keadaban.
"Pada aspek ritual, Kemenhaj berkomitmen membangun kultur meritokrasi dengan menempatkan kompetensi dan integritas sebagai dua syarat utama bagi seluruh SDM Kemenhaj," ungkap Dahnil.
Wamenhaj Dahnil juga mengungkapkan masih adanya praktik rente dan asimetri informasi dalam pengelolaan layanan haji, termasuk potensi manipulasi dalam rantai layanan dan perdagangan kuota jemaah. Presiden Prabowo, tegas Dahnil, memerintahkan agar seluruh praktik tersebut dibersihkan hingga ke akar-akarnya meskipun memunculkan resistensi dan fitnah.
Baca Juga:
"Transformasi ini harus menjadi ikhtiar bersama seluruh jajaran Kemenhaj hingga level provinsi dan kabupaten/kota," tegasnya.
Pada kesempatan tersebut, Dahnil menjelaskan kebijakan baru pemerataan masa tunggu yang menetapkan rata-rata masa tunggu nasional menjadi 26 tahun sebagai bentuk koreksi atas ketimpangan panjang antar provinsi, termasuk Bengkulu yang sebelumnya memiliki masa tunggu bervariasi dari 13 hingga 35 tahun. Ia meminta Kanwil dan para Kakan Kemenhaj untuk memastikan kebijakan ini dipahami dengan baik oleh masyarakat.
Selain itu, Kemenhaj tengah merumuskan penguatan ekosistem ekonomi haji, termasuk rencana mengubah Asrama Haji menjadi Hotel Haji melalui skema kolaborasi pemerintah dan swasta. "Hotel Haji nantinya tidak hanya berfungsi untuk layanan haji, tetapi juga layanan umrah dan kegiatan untuk potensi ekonomi keumatan lainnya," urainya.
Dalam rangka merawat kemabruran dan kebermanfaatan jemaah, Wamenhaj menegaskan pentingnya pembinaan jemaah haji dan umrah secara berkelanjutan melalui Dirjen Bina Haji dan Umrah. "Haji dan Umrah harus menjadi simbol kebangsaan. Ini era kebangkitan para haji-haji Indonesia," tegasnya.
Wamenhaj pun mengajak seluruh elemen perhajian Bengkulu untuk berjalan bersama, memperkuat integritas, dan menghadirkan penyelenggaraan haji yang melayani, adil, dan memuliakan jemaah.
Wamenhaj Dahnil menambahkan, dirinya menyampaikan apresiasinya dan syukurnya dapat bersilaturahmi dengan ASN dan seluruh undangan. Dahnil hadir mengenakan seragam PSL (Pakaian Sarung Lengkap), ia menjelaskan bahwa PSL digunakan setiap Kamis serta pada acara-acara resmi Kemenhaj. Pakaian ini kata Dahnil, bukan sekadar seragam, tetapi simbol identitas Kemenhaj yang terinspirasi dari gaya berpakaian para pendiri bangsa seperti HOS Cokroaminoto, KH Ahmad Dahlan, KH Hasyim Asy'ari, hingga H. Agus Salim.
Baca Juga:
"Generasi pendiri bangsa menggunakan busana sebagai simbol modernitas, intelektualitas, perlawanan, dan kebanggaan nasional. Presiden Prabowo juga sangat menaruh perhatian pada bahasa publik melalui simbol-simbol busana sebagai representasi nilai dan karakter kepemimpinan," pungkasnya.
Merespon kebijakan pemerataan masa tunggu, Kakanwil Kemenhaj Provinsi Bengkulu Intihan, menegaskan bahwa sosialisasi ini dilakukan secara intensif bersama para tokoh lintas ormas dan masyarakat sehingga dapat dipahami sebagai kebijakan keadilan jangka panjang yang positif dan konstruktif bagi seluruh provinsi.
Kegiatan dialog perhajian bersama Wamenhaj ini diikuti para pejabat Kanwil, para Kakan Kemenhaj kabupaten/kota, Ketua MUI, pimpinan ormas Islam (PWM, PWNU, Perti, Aisyiyah, Muslimat NU), pimpinan KBIHU–PPIU–PIHK, dan undangan lainnya. (San).
Dukung Pengelolaan Haji Profesional, UIN Sunan Kudus Siap Gelar Sertifikasi Pembimbing Haji dan Umrah ke-5 di Semarang
KBIHU Babussalam NU Temanggung Sukses Dampingi 580 Jemaah Haji 2026, Siap Sambut Pembinaan Haji 2027 Lebih Optimal
Juleha Demak Kompak Bayar Dam Tamattu di Tanah Air, Beri Manfaat yang Lebih Luas Bagi Masyarakat
Haji Wafiq Guru Asal Demak Ajak Tenaga Pendidik Menabung Sejak Dini untuk Naik Haji
Ahsan Fauzi, Anggota MCH PPIH 2026: Tugasku Ibadahku
Berwisata Menikmati Kurma Premium Seraya Napak Tilas Sahabat Rasul Abdurrahman bin Auf
Saat Menit Menentukan Nyawa, BPKH dan Laznas PPPA Daarul Qur'an Hadirkan Ambulans untuk Warga Pelosok Lebak
BK Rekomendasikan Pemberhentian Sementara Tiga Anggota DPRD Kabupaten TTU Namun Tetap Dapat Hak Keuangan
Sejumlah PJU Polda NTT dan Kapolres Jajaran Diserahterimakan
Diperkuat 69 Personil, Ditres PPA Dan PPO Polda Tangani Belasan Kasus dalam Semester I Tahun 2026
Satu Pekan Razia Pedagang Eceran BBM Bersubsidi, Polres Sumba Barat Daya Sita Ribuan Liter Pertalite dan Solar
Kerbau Milik Warga Sumba Timur Hilang, Ditemukan di Wilayah Kabupaten Sumba Tengah
Contoh Yel-Yel Panitia HUT RI yang Seru, Kompak, dan Mudah Dihafal